ANGGOTA BAWASLU RI TOTOK HARIYONO TEGASKAN BAWASLU BEKERJA SEPANJANG WAKTU MENJAGA DEMOKRASI
|
Lampung Tengah – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI), Totok Hariyono, menyampaikan pesan penting kepada seluruh jajaran Bawaslu di Indonesia bahwa keberadaan Bawaslu tidak hanya terbatas pada masa tahapan pemilu, tetapi merupakan lembaga yang bekerja secara berkelanjutan dalam menjaga kualitas demokrasi.
Dalam pesannya, Totok Hariyono menegaskan bahwa “Bawaslu tidak menganggur meskipun tidak ada tahapan pemilu. Bawaslu adalah badan tetap, bukan pekerja tahapan pemilu. Pengawas pemilu adalah pekerja demokrasi.” Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa peran pengawasan tidak berhenti pada saat pemungutan suara selesai, melainkan terus berjalan dalam berbagai aspek kehidupan demokrasi.
Bawaslu sebagai lembaga permanen memiliki mandat untuk memastikan nilai-nilai demokrasi tetap terjaga sepanjang waktu. Di luar tahapan pemilu, Bawaslu tetap menjalankan fungsi pencegahan, pengawasan, edukasi, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam kehidupan berdemokrasi.
Pesan tersebut menegaskan bahwa demokrasi merupakan sistem yang hidup dan terus berkembang, sehingga membutuhkan pengawasan yang konsisten dan berkesinambungan. Pengawas pemilu tidak hanya hadir pada saat kontestasi politik berlangsung, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga integritas demokrasi dalam kehidupan sehari-hari.
Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah memaknai pesan tersebut sebagai dorongan untuk terus memperkuat peran kelembagaan dalam kegiatan-kegiatan non-tahapan, seperti pendidikan politik masyarakat, sosialisasi pengawasan partisipatif, penguatan literasi demokrasi, serta pencegahan potensi pelanggaran pemilu sejak dini.
Selain itu, Bawaslu juga terus membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, akademisi, serta komunitas masyarakat sipil untuk memperluas jangkauan pengawasan partisipatif. Hal ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan demokrasi yang sehat, inklusif, dan berintegritas.
Lebih lanjut, pesan Anggota Bawaslu RI tersebut juga mengingatkan bahwa pengawas pemilu memiliki peran strategis sebagai penjaga nilai-nilai demokrasi, bukan hanya sebagai pelaksana teknis tahapan pemilu. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia menjadi hal yang terus didorong agar Bawaslu semakin adaptif dalam menghadapi tantangan demokrasi yang terus berkembang.
Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya saat pemilu berlangsung, tetapi juga pada masa non-tahapan, sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas demokrasi secara berkelanjutan.
Dengan semangat tersebut, diharapkan seluruh jajaran Bawaslu dapat terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan dedikasi dalam menjalankan tugas pengawasan, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu.
Pesan dari Totok Hariyono menjadi pengingat bahwa demokrasi tidak hanya berlangsung di bilik suara, tetapi juga dalam setiap aktivitas sosial dan politik masyarakat yang harus senantiasa diawasi dan dijaga agar tetap sesuai dengan prinsip keadilan, kejujuran, dan integritas.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T