BAWASLU KABUPATEN LAMPUNG TENGAH MENGUCAPKAN SELAMAT MEMPERINGATI HARI TRITURA 10 JANUARI 2025: MENGENANG SEMANGAT PERJUANGAN RAKYAT UNTUK DEMOKRASI YANG LEBIH BERDAULAT
|
Lampung Tengah, 10 Januari 2025 — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah turut memperingati Hari TRITURA (Tri Tuntutan Rakyat) yang jatuh pada 10 Januari 2025 sebagai bentuk penghargaan terhadap sejarah perjuangan rakyat Indonesia dalam memperjuangkan demokrasi dan keadilan sosial.
TRITURA yang merupakan singkatan dari Tri Tuntutan Rakyat, yaitu:
Bubarkan PKI
Turunkan harga
Rombak kabinet
adalah simbol penting dari semangat rakyat Indonesia — khususnya para mahasiswa dan generasi muda pada tahun 1966 — dalam mendorong perubahan sosial-politik yang lebih bersih, adil, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Peringatan ini menjadi refleksi sejarah bagi seluruh elemen bangsa, termasuk Bawaslu sebagai lembaga demokrasi, bahwa perjuangan untuk keadilan, transparansi, dan integritas dalam pemerintahan dan politik harus terus dilanjutkan.
Ketua Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Yuli Efendi, S.H., mengatakan bahwa semangat TRITURA masih sangat relevan hingga saat ini, terutama dalam konteks menjaga marwah demokrasi Indonesia yang berlandaskan kedaulatan rakyat.
“Peringatan Hari TRITURA bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga merenungi nilai-nilai perjuangan anak bangsa yang ingin melihat Indonesia bersih dari praktik ketidakadilan, penyalahgunaan kekuasaan, dan ketimpangan sosial. Kami di Bawaslu Lampung Tengah turut menghidupkan semangat itu dalam tugas-tugas pengawasan pemilu yang kami emban,” ujar Yuli Efendi.
Sebagai lembaga pengawas pemilu, Bawaslu memiliki mandat untuk memastikan agar pelaksanaan pemilu dan pemilihan berlangsung jujur, adil, dan bebas dari segala bentuk penyimpangan kekuasaan. Semangat itu sejalan dengan nilai-nilai perjuangan mahasiswa dan rakyat Indonesia yang terhimpun dalam aksi TRITURA 59 tahun silam.
Peristiwa TRITURA pada 10 Januari 1966 merupakan tonggak sejarah yang membuktikan bahwa suara rakyat dapat menjadi kekuatan perubahan besar, terutama ketika disampaikan secara kolektif dan konsisten. TRITURA telah menjadi simbol keberanian generasi muda dalam memperjuangkan bangsa yang lebih baik, sekaligus membangun kesadaran politik di tengah masyarakat.
Dalam konteks masa kini, terutama di era digital dan globalisasi informasi, tantangan terhadap demokrasi tidak lagi hanya fisik, tetapi juga ideologis dan struktural. Hoaks, politik uang, dan pragmatisme pemilih menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama — termasuk oleh pengawas pemilu.
“Bawaslu Lampung Tengah mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk menjadikan semangat TRITURA sebagai landasan moral dalam mengawal demokrasi. Perjuangan tidak boleh berhenti hanya sampai di bilik suara, tetapi harus terus dikawal hingga keadilan dan integritas terwujud dalam hasil pemilu,” tambah Yuli Efendi.
Bawaslu Lampung Tengah melihat bahwa generasi muda hari ini adalah penerus semangat TRITURA. Mereka memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk melanjutkan perjuangan bukan lagi dengan demonstrasi fisik semata, tetapi melalui partisipasi aktif dalam sistem demokrasi — baik sebagai pemilih cerdas, relawan pengawasan, jurnalis independen, maupun penggerak perubahan sosial di komunitas masing-masing.
Dengan memperingati Hari TRITURA, Bawaslu Lampung Tengah berharap seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Lampung Tengah, semakin memahami pentingnya menjaga proses demokrasi dari potensi penyimpangan. Sejarah telah mengajarkan bahwa kekuatan rakyat yang sadar dan bersatu dapat mengubah arah perjalanan bangsa.
"Selamat Memperingati Hari TRITURA, 10 Januari 2025."
Mari terus hidupkan semangat perjuangan rakyat demi Indonesia yang adil, demokratis, dan berintegritas.
Dari TRITURA ke Demokrasi Sejati: Suara Rakyat, Kekuatan Bangsa.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu LT
Editor : 1T