BAWASLU LAMPUNG TENGAH: “KAMI TIDAK HANYA MENGURUS STRUKTUR, TAPI MEMBENTUK KULTUR AGAR PENGAWASAN BERJALAN DENGAN NILAI, BUKAN SEKADAR PROSEDUR”
|
Lampung Tengah, Oktober 2025 — Dalam menjalankan tugas dan fungsi pengawasan pemilu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah terus menegaskan komitmennya untuk membangun lembaga pengawasan yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga kokoh secara kultural dan moral.
Pesan inspiratif datang dari jajaran Sekretariat Bawaslu Lampung Tengah bersama Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat (SDMO), Heru Sando, yang menegaskan bahwa penguatan kelembagaan tidak hanya berbicara tentang struktur organisasi, melainkan juga tentang membentuk budaya kerja yang berintegritas.
“Kami di Bawaslu Lampung Tengah tidak hanya mengurus struktur, tapi membentuk kultur agar pengawasan berjalan dengan nilai, bukan sekadar prosedur,” ujar Heru Sando dengan penuh makna.
Menurutnya, dalam konteks penyelenggaraan pengawasan pemilu, profesionalitas dan kedisiplinan aparat pengawas tidak akan bermakna tanpa dibarengi dengan nilai-nilai moral dan etika kerja yang luhur. Struktur organisasi memang menjadi fondasi dalam pembagian tugas dan tanggung jawab, namun kultur menjadi roh yang menghidupkan semangat pengawasan yang jujur, adil, dan berintegritas.
Heru Sando menjelaskan, membangun kultur berarti menanamkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap lembaga, menumbuhkan kejujuran dalam bekerja, serta memperkuat solidaritas antarpegawai. Ia menegaskan bahwa SDM pengawas harus menjadi contoh dalam menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kebenaran di setiap tingkatan pengawasan.
“Kita ingin membangun lingkungan kerja yang tidak hanya tertib administrasi, tetapi juga bermakna secara nilai. Pengawas yang baik adalah mereka yang bekerja dengan hati, bukan hanya karena kewajiban,” lanjutnya.
Senada dengan itu, jajaran sekretariat Bawaslu Lampung Tengah menyambut baik arah penguatan kultur kelembagaan ini. Mereka berkomitmen untuk menjadikan setiap kegiatan, baik yang bersifat administratif maupun lapangan, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kerja yang berkarakter, disiplin, dan beretika.
Bawaslu Lampung Tengah percaya bahwa pengawasan yang berintegritas tidak lahir dari sistem yang kaku, tetapi dari manusia-manusia di dalamnya yang memiliki kesadaran dan nilai luhur. Dengan membangun kultur kerja yang positif, pengawasan pemilu dapat berjalan secara transparan, partisipatif, dan sesuai dengan prinsip keadilan demokrasi.
Melalui pesan ini, Bawaslu Lampung Tengah meneguhkan tekad untuk terus memperkuat nilai-nilai kelembagaan: independensi, integritas, kejujuran, profesionalitas, dan keadilan. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan utama dalam setiap langkah pengawasan, sehingga Bawaslu tidak hanya menjadi lembaga pengawas pemilu, tetapi juga penjaga moralitas demokrasi di tingkat daerah.
“Struktur akan membuat lembaga berdiri, tetapi kultur akan membuat lembaga bertahan. Karena itu, membangun Bawaslu bukan hanya soal sistem, tapi soal nilai dan manusia di dalamnya,” pungkas Heru Sando dengan penuh refleksi.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T