BAWASLU LAMPUNG TENGAH MANTAPKAN KOMPETENSI DIGITAL: PELATIHAN AI BATCH II RESMI DITUTUP DENGAN KELAS TATAP MUKA BERISI PENGUATAN LITERASI DAN ETIKA TEKNOLOGI
|
Lampung Tengah, 1 Desember 2025 — Bawaslu Lampung Tengah menutup rangkaian Pelatihan Artificial Intelligence (AI) Batch II dengan penyelenggaraan kelas langsung (offline class) yang berlangsung khidmat dan tertata. Kegiatan ini menjadi puncak dari pelatihan yang telah berlangsung sejak 28 November 2025, dan menjadi bagian dari komitmen Bawaslu untuk memperkuat kapasitas digital dalam menghadapi dinamika pengawasan Pemilu yang semakin kompleks.
Acara tatap muka ini dipandu oleh MC Umi Khumairah, yang membuka rangkaian kegiatan dengan profesional dan penuh energi positif. Suasana khidmat terasa saat Lagu Indonesia Raya dikumandangkan, diikuti dengan pembacaan doa, sebagai wujud syukur dan harapan agar pelatihan memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta.
Setelah pembukaan, acara memasuki sesi laporan panitia pelaksana yang disampaikan oleh Kepala Puslitbangdiklat Bawaslu RI, Roy M. Siagian. Dalam laporannya, Roy menegaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan bukanlah ancaman bagi manusia, melainkan alat bantu yang dirancang untuk memudahkan proses kerja, terutama di lembaga yang dituntut untuk teliti dan cepat seperti Bawaslu.
Beliau menekankan:
“Ini penting untuk jajaran Bawaslu. Gunakan AI secara etis dan bertanggung jawab agar SDM Bawaslu mampu memanfaatkan teknologi dengan maksimal.”
Roy juga mengingatkan bahwa pemanfaatan AI harus tetap mengedepankan integritas, etika, serta perlindungan data sebagai prinsip utama.
Sesi selanjutnya diisi oleh Tsabita Vera Cyavrilla dari Generation Girl, mitra penyelenggara pelatihan. Ia menyampaikan apresiasi terhadap semangat peserta, khususnya dari jajaran Bawaslu Lampung Tengah, yang dinilai sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran sejak hari pertama.
Tsabita menekankan pentingnya peningkatan literasi digital bagi lembaga strategis yang berperan menjaga demokrasi. Ia berharap pelatihan ini mampu membuka wawasan baru bagi peserta untuk memanfaatkan teknologi sebagai pendukung pengawasan yang lebih kuat, cepat, dan tepat.
Pelatihan ini kemudian dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal Bawaslu RI, Ferdinard Eskol Tiar Sirait. Dalam sambutannya yang penuh energi, Ferdinard mengangkat realita bahwa kecerdasan buatan saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari.
Ia menyampaikan beberapa poin penting:
AI kini digunakan dalam berbagai aspek pekerjaan manusia.
Sering kali, masyarakat menafsirkan AI secara berbeda.
Namun pada kenyataannya, suka atau tidak suka, AI tetap akan digunakan karena terbukti membantu mempercepat analisis dan mendukung pengambilan keputusan.
Lebih lanjut, Ferdinard menekankan manfaat krusial AI bagi pengawas Pemilu:
“Bagi pengawas pemilu, AI sangat membantu dalam penyaringan hoaks dan konten berisiko. Tanpa AI, kita seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami.”
Beliau menegaskan bahwa AI bukan alat untuk menggantikan pengawas, namun sebagai alat bantu digital yang meningkatkan efektivitas, khususnya dalam era dimana informasi bergerak cepat dan manipulasi digital semakin marak.
Sebagai penutup kegiatan, dilaksanakan sesi diskusi mendalam bersama Miswanto, S.Kom., M.Kom, trainer sekaligus pakar AI yang membawakan materi “Mengoptimalkan Pekerjaan Rutin dengan Bantuan AI”. Pada sesi ini, peserta mendapatkan pengalaman langsung tentang bagaimana AI dapat digunakan untuk:
merangkum dokumen pengawasan,
menyusun laporan lebih cepat,
memonitor dan menganalisis konten digital,
mengidentifikasi potensi pelanggaran secara dini,
hingga meningkatkan efisiensi pelayanan administrasi.
Diskusi berlangsung sangat interaktif. Banyak peserta mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait tantangan pengawasan yang mereka hadapi di lapangan, terutama dalam menghadapi informasi digital yang bergerak cepat.
Pelatihan AI Batch II ini menjadi tonggak penting bagi Bawaslu Lampung Tengah dalam mengadopsi teknologi modern. Dengan semakin meningkatnya tantangan dalam pengawasan Pemilu, terutama di ranah digital, pelatihan ini memberi pemahaman dan keterampilan agar peserta:
bekerja lebih cepat,
menghasilkan analisis yang lebih akurat,
mampu merespons dinamika digital secara efektif,
dan tetap menjunjung tinggi etika serta profesionalitas.
Pelatihan ini juga menegaskan komitmen Bawaslu untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memperkuat kapasitas SDM dalam menjalankan pengawasan Pemilu yang semakin kompleks di era digital.
Dengan berakhirnya kelas tatap muka ini, Bawaslu Lampung Tengah diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan AI dalam tugas-tugas pengawasan, sekaligus menjadi role model bagi jajaran Bawaslu di daerah lain dalam menghadapi tantangan Pemilu modern.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T