BAWASLU TERCATAT MERAIH PREDIKAT "SANGAT BAIK" DALAM PENILAIAN INDEKS PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL TAHUN 2025
|
Lampung Tengah — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia kembali mengukuhkan prestasinya dalam aspek tata kelola kelembagaan dan akuntabilitas perencanaan anggaran. Berdasarkan hasil evaluasi resmi dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Bawaslu berhasil mengantongi predikat "Sangat Baik" untuk Penilaian Indeks Perencanaan Pembangunan Nasional (IPPN) Tahun 2025 dengan pencapaian nilai sebesar 94,31.
Capaian membanggakan tersebut dikonfirmasi melalui Surat Kementerian BAPPENAS Nomor 04721/SES/PP.01/03/2026 perihal Penyampaian Informasi Hasil Penilaian IPPN Tahun 2025. Angka ini mencerminkan tingginya komitmen kelembagaan Bawaslu dalam menyelaraskan seluruh alokasi anggaran, program kerja, serta perencanaan strategis demi mendukung prioritas pembangunan nasional secara efisien dan terukur.
Rincian Evaluasi Berdasarkan 3 Aspek Utama IPPN
Penilaian Indeks Perencanaan Pembangunan Nasional (IPPN) oleh BAPPENAS didasarkan pada evaluasi ketat yang mencakup 3 Aspek Utama:
1. Aspek Integrasi
Aspek ini mengukur sejauh mana dokumen perencanaan kinerja internal Bawaslu sejalan dan terintegrasi secara runtut dengan dokumen perencanaan nasional.
Kepatuhan Renstra terhadap RPJMN: Bawaslu berhasil membukukan nilai sempurna yaitu 29,00 dari bobot maksimum 29.
Konsistensi Renja terhadap Renstra: Meraih skor 10,81 dari bobot maksimum 13.
Kepatuhan Renja terhadap RKP: Mengantongi nilai maksimal sebesar 14,00 dari bobot maksimum 14.
2. Aspek Sinkronisasi
Aspek sinkronisasi menilai keselarasan antara rencana kerja dengan alokasi realisasi anggaran yang digunakan untuk membiayai target-target prioritas pembangunan.
Kesesuaian Pagu Anggaran RKA dengan Pagu Anggaran Renja: Bawaslu memperoleh nilai penuh 10,00 dari bobot maksimum 10.
Kepatuhan Anggaran Membiayai Output RKP Tahun Pelaksanaan: Meraih nilai 7,30 dari bobot maksimum 10.
3. Aspek Keterhubungan Perencanaan Pembangunan dan Perencanaan Kinerja
Aspek ini berfokus pada efektivitas integrasi antara indikator kinerja utama instansi dengan prioritas strategis pemerintah.
Target dan Sasaran Prioritas Nasional Menjadi Target dan Sasaran Kinerja Instansi: Bawaslu mencatatkan poin sempurna 10,00 dari bobot maksimum 10.
Hasil Akumulasi dan Komitmen Kelembagaan
Secara akumulatif dari seluruh indikator penilaian tersebut, Bawaslu berhasil mengumpulkan total nilai sebesar 81,11 dari maksimum nilai tertinggi sebesar 86,00. Setelah dikonversikan ke dalam kalkulasi indeks secara menyeluruh, Bawaslu secara resmi mengamankan nilai akhir 94,31 dengan kategori Sangat Baik.
Pencapaian ini tidak hanya menjadi wujud keberhasilan administratif semata, tetapi juga menjadi bukti nyata transparansi dan profesionalisme Bawaslu RI dalam mengelola anggaran publik guna memastikan pengawasan pemilu di Indonesia berjalan secara optimal, akuntabel, dan berintegritas.
Foto: Humas Bawaslu RI
Penulis dan Editor: 1T