Lompat ke isi utama

Berita

BEDAH BUKU SERI II JADI RUANG PENGUATAN LITERASI DEMOKRASI BAGI BAWASLU LAMPUNG TENGAH

r

Bawaslu Lampung Tengah Ikuti Kegiatan Bedah Buku Seri II, Perkuat Wawasan dan Pemahaman Demokrasi

Lampung Tengah — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah mengikuti kegiatan Bedah Buku Seri II yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin, 12 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi dan pertukaran gagasan untuk memperluas wawasan, memperdalam pemahaman mengenai demokrasi, serta mendorong penguatan kualitas penyelenggaraan pemilihan umum melalui kajian literatur dan perspektif akademis.

Keikutsertaan Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkaya pengetahuan dan memperkuat kapasitas kelembagaan dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu. Melalui forum diskusi berbasis buku dan kajian ilmiah, peserta diharapkan dapat memperoleh sudut pandang yang lebih luas mengenai dinamika demokrasi, tantangan penyelenggaraan pemilu, serta pentingnya membangun sistem demokrasi yang berintegritas, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Kegiatan Bedah Buku Seri II turut diikuti oleh jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lampung Barat, yaitu Ketua KPU Kabupaten Lampung Barat Doni Risadi, Divisi Perencanaan, Data dan Informasi Noni Nur Fitriana, Divisi Teknis dan Penyelenggaraan Cahya Rinaldi Wijaya, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia Yan Barusal, serta Divisi Hukum dan Pengawasan Yoga Fahlepi. Agenda ini juga dihadiri oleh Anggota KPU Provinsi Lampung Febri Indra Kurniawan yang mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting.

Kehadiran para penyelenggara pemilu dari tingkat kabupaten dan provinsi menunjukkan pentingnya membangun budaya belajar bersama dalam meningkatkan kualitas demokrasi. Forum seperti ini tidak hanya menjadi sarana untuk memahami gagasan yang tertuang dalam sebuah buku, tetapi juga membuka kesempatan bagi para peserta untuk menghubungkan pemikiran akademis dengan praktik penyelenggaraan pemilu di lapangan.

Materi utama dalam kegiatan Bedah Buku Seri II disampaikan oleh Dr. Ahmad Syarifudin, M.Pd., akademisi sekaligus dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro. Dalam pemaparannya, perspektif akademis menjadi bagian penting dalam memperkaya diskusi mengenai demokrasi, terutama dalam memahami konsep, nilai, dan prinsip yang mendasari penyelenggaraan kehidupan demokratis. Melalui pendekatan ilmiah, peserta diharapkan mampu melihat berbagai persoalan demokrasi secara lebih mendalam, kritis, dan objektif.

Selain pemateri utama, kegiatan ini menghadirkan panelis Ir. Saba Yunizar, S.Pi., MT., peneliti Pusat Studi Demokrasi Merdeka (Pusdem). Kehadiran panelis memberikan ruang bagi pengembangan diskusi melalui perspektif penelitian dan kajian demokrasi. Perpaduan pandangan akademisi dan peneliti diharapkan dapat memperluas pemahaman peserta terhadap berbagai tantangan demokrasi sekaligus mendorong lahirnya pemikiran yang konstruktif untuk memperkuat kualitas penyelenggaraan pemilu.

Bedah buku merupakan salah satu metode pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk tidak sekadar membaca dan memahami isi suatu karya, tetapi juga menguji gagasan, mendiskusikan argumentasi, serta menggali relevansinya dengan perkembangan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam konteks kepemiluan, pendekatan tersebut penting karena demokrasi tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan pemungutan suara, tetapi juga menyangkut partisipasi masyarakat, penghormatan terhadap hak politik warga negara, kepastian hukum, transparansi, dan akuntabilitas penyelenggara.

Bagi Bawaslu, penguatan pemahaman mengenai demokrasi memiliki keterkaitan erat dengan pelaksanaan fungsi pengawasan pemilu. Pengawasan yang berkualitas membutuhkan pemahaman regulasi, kemampuan menganalisis persoalan, integritas, serta kepekaan terhadap potensi pelanggaran yang dapat mengganggu proses demokrasi. Oleh karena itu, kegiatan pengembangan wawasan melalui diskusi akademis dapat menjadi salah satu sumber pembelajaran untuk memperkuat perspektif pengawasan yang profesional dan berorientasi pada keadilan pemilu.

Partisipasi dalam kegiatan Bedah Buku Seri II juga menjadi momentum untuk menegaskan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan kebutuhan yang berkelanjutan. Perkembangan demokrasi dan dinamika kepemiluan menuntut setiap unsur kelembagaan untuk terus memperbarui pengetahuan, terbuka terhadap gagasan baru, serta mampu memahami persoalan dari berbagai sudut pandang. Dengan demikian, proses belajar tidak berhenti pada kegiatan formal, melainkan dapat menjadi bagian dari budaya kerja yang mendorong evaluasi dan perbaikan secara terus-menerus.

Dalam pelaksanaan tugas pengawasan, wawasan yang diperoleh dari forum diskusi seperti ini diharapkan dapat memperkuat cara pandang terhadap pentingnya menjaga integritas proses pemilu. Pengawasan tidak hanya dimaknai sebagai upaya menemukan dan menindaklanjuti dugaan pelanggaran, tetapi juga sebagai langkah pencegahan, pendidikan demokrasi, penguatan partisipasi publik, dan perlindungan terhadap hak pilih masyarakat. Seluruh upaya tersebut perlu dijalankan dengan berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan serta prinsip profesionalitas dan independensi.

Di sisi lain, diskusi yang melibatkan unsur penyelenggara pemilu, akademisi, dan peneliti juga mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas bidang dalam memperkuat demokrasi. Kajian akademis dapat memberikan landasan konseptual, penelitian dapat menghadirkan analisis terhadap realitas dan perkembangan demokrasi, sedangkan pengalaman kelembagaan memberikan gambaran mengenai tantangan penerapan prinsip-prinsip tersebut dalam praktik. Pertemuan berbagai perspektif ini dapat memperkaya pemahaman bersama dan mendorong pengembangan gagasan yang relevan dengan kebutuhan demokrasi di Indonesia.

Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah memandang kegiatan pembelajaran dan diskusi seperti Bedah Buku Seri II sebagai kesempatan untuk terus meningkatkan pengetahuan serta memperkuat komitmen dalam mengawal proses demokrasi. Pemahaman yang baik mengenai nilai dan prinsip demokrasi diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas kelembagaan secara lebih terarah, bertanggung jawab, dan berorientasi pada terwujudnya pemilu yang berintegritas.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut, Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah juga menegaskan pentingnya memanfaatkan ruang pembelajaran digital untuk memperluas akses terhadap pengetahuan dan diskusi yang berkualitas. Pelaksanaan melalui Zoom Meeting memungkinkan peserta dari berbagai wilayah untuk tetap terhubung, mengikuti pemaparan materi, dan memperoleh manfaat dari forum diskusi tanpa terkendala jarak.

Ke depan, semangat belajar dan bertukar gagasan diharapkan terus menjadi bagian dari penguatan kapasitas kelembagaan Bawaslu. Dengan memperluas wawasan, memperdalam pemahaman terhadap demokrasi, serta menjaga komitmen terhadap integritas dan keadilan pemilu, Bawaslu diharapkan dapat terus berkontribusi dalam mendorong kehidupan demokrasi yang semakin berkualitas dan partisipatif.

Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah berkomitmen untuk terus mendukung upaya peningkatan kapasitas dan penguatan wawasan kepemiluan sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pengawasan. Semangat tersebut sejalan dengan ajakan “Ayo Awasi Bersama”, karena demokrasi yang berkualitas membutuhkan pengetahuan, integritas, kolaborasi, dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

r

 

r

 

r

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T