Lompat ke isi utama

Berita

HARI ANTI KEKERASAN INTERNASIONAL 2026, HERU SANDO AJAK MASYARAKAT WUJUDKAN DUNIA AMAN DAN DAMAI

r

Heru Sando: Bersama Hentikan Kekerasan, Wujudkan Dunia yang Aman, Damai, dan Penuh Rasa Hormat

Lampung Tengah — Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Pendidikan dan Pelatihan (SDM dan Diklat) Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah, Heru Sando, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Anti Kekerasan Internasional 2 Oktober 2026. Momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya membangun kehidupan yang aman, damai, harmonis, serta menjunjung tinggi rasa hormat terhadap sesama.

Dalam memperingati momentum tersebut, Heru Sando menyampaikan pesan, “Bersama hentikan kekerasan, wujudkan dunia yang aman, damai dan penuh rasa hormat untuk semua. Stop kekerasan sekarang!”

Menurut Heru Sando, upaya menghentikan kekerasan membutuhkan komitmen dan kepedulian bersama. Kekerasan dalam bentuk apa pun dapat memberikan dampak terhadap kehidupan seseorang maupun lingkungan di sekitarnya. Oleh karena itu, pencegahan harus menjadi perhatian bersama dengan membangun kesadaran untuk saling menghargai dan memperlakukan setiap orang secara bermartabat.

Peringatan Hari Anti Kekerasan Internasional juga menjadi momentum refleksi bagi masyarakat untuk memahami pentingnya menciptakan lingkungan yang memberikan rasa aman kepada setiap individu. Lingkungan yang aman tidak hanya dibangun melalui aturan, tetapi juga melalui sikap dan perilaku setiap orang dalam kehidupan sehari-hari.

Heru Sando mengajak seluruh masyarakat untuk membangun kebiasaan yang mengedepankan dialog dan komunikasi dalam menyelesaikan setiap persoalan. Perbedaan pendapat maupun kepentingan merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat, sehingga diperlukan sikap dewasa dan saling menghormati agar perbedaan tidak berkembang menjadi konflik maupun tindakan kekerasan.

Menurutnya, budaya anti kekerasan dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Keluarga, lingkungan kerja, komunitas, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menanamkan nilai saling menghormati, toleransi, kepedulian, dan empati. Kebiasaan sederhana seperti menjaga ucapan, menghargai pendapat orang lain, serta tidak melakukan intimidasi maupun perundungan merupakan langkah nyata dalam mencegah kekerasan.

Sebagai Koordinator Divisi SDM dan Diklat Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Heru Sando turut menekankan pentingnya membangun sumber daya manusia yang memiliki integritas, etika, dan sikap profesional. Pembangunan kualitas sumber daya manusia tidak hanya berkaitan dengan kemampuan dan pengetahuan, tetapi juga dengan pembentukan karakter yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Lingkungan kerja yang sehat dan bebas dari kekerasan juga menjadi bagian penting dalam mendukung produktivitas serta kualitas pelayanan kelembagaan. Setiap individu perlu mendapatkan kesempatan untuk bekerja dalam suasana yang aman, nyaman, dan saling menghargai.

Heru Sando menilai bahwa komunikasi yang baik dapat menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah terjadinya konflik. Ketika setiap pihak memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat dan menyelesaikan permasalahan melalui dialog, potensi munculnya tindakan yang merugikan dapat diminimalkan.

Semangat tersebut juga relevan dalam kehidupan demokrasi. Masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pandangan dan pendapat secara bertanggung jawab. Perbedaan pilihan maupun pandangan perlu disikapi dengan saling menghormati, sehingga kehidupan bermasyarakat tetap berjalan dalam suasana yang damai dan kondusif.

Heru Sando mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menormalisasi kekerasan dalam kehidupan sehari-hari. Kekerasan bukanlah jalan keluar dalam menyelesaikan persoalan. Sebaliknya, pendekatan yang mengedepankan dialog, musyawarah, komunikasi, dan penghormatan terhadap hak orang lain perlu terus dikembangkan.

Menurutnya, pesan “Stop Kekerasan Sekarang!” merupakan ajakan untuk melakukan tindakan nyata. Setiap orang dapat mengambil bagian dalam upaya tersebut dengan memulai dari dirinya sendiri, kemudian membangun lingkungan yang lebih peduli dan responsif terhadap berbagai bentuk kekerasan.

Peringatan Hari Anti Kekerasan Internasional juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama. Masyarakat diharapkan tidak hanya menghindari tindakan kekerasan, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan yang mendorong rasa aman dan penghormatan terhadap setiap individu.

Dalam kehidupan sosial, sikap menghormati perbedaan menjadi salah satu fondasi penting untuk menciptakan perdamaian. Perbedaan latar belakang, pemikiran, karakter, dan kepentingan merupakan bagian dari kehidupan bersama. Semua perbedaan tersebut perlu dikelola dengan sikap terbuka, toleran, dan saling menghargai.

Heru Sando berharap momentum Hari Anti Kekerasan Internasional 2 Oktober 2026 dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga kedamaian dan menjauhkan diri dari berbagai tindakan yang dapat menyakiti orang lain. Semangat tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam keluarga, lingkungan pendidikan, tempat kerja, organisasi, komunitas, maupun ruang publik.

Ia juga mengajak seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah untuk terus membangun lingkungan kerja yang profesional, humanis, dan saling menghargai. Dengan suasana kerja yang kondusif, setiap jajaran dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab kelembagaan secara optimal.

Membangun dunia yang aman dan damai merupakan proses yang membutuhkan konsistensi. Tidak cukup hanya dilakukan pada momentum peringatan tertentu, tetapi harus menjadi bagian dari perilaku sehari-hari. Setiap tindakan yang mengedepankan penghormatan, kepedulian, dan kemanusiaan merupakan bagian dari upaya menciptakan kehidupan yang bebas dari kekerasan.

Melalui peringatan Hari Anti Kekerasan Internasional 2026, Heru Sando kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghentikan kekerasan dan membangun kehidupan yang penuh rasa hormat.

“Bersama hentikan kekerasan, wujudkan dunia yang aman, damai dan penuh rasa hormat untuk semua. Stop kekerasan sekarang!” menjadi pesan Heru Sando dalam memperingati Hari Anti Kekerasan Internasional 2 Oktober 2026.

Momentum tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bersama bahwa perdamaian dimulai dari tindakan setiap individu. Dengan mengedepankan sikap saling menghormati, toleransi, empati, komunikasi, dan penyelesaian masalah secara damai, masyarakat dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih aman, harmonis, dan penuh rasa hormat untuk semua.

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T