Lompat ke isi utama

Berita

HARI ANTI KEKERASAN INTERNASIONAL 2026, LUKITO HADI SUMARTO AJAK BERSAMA HENTIKAN KEKERASAN

r

Lukito Hadi Sumarto: Bersama Hentikan Kekerasan, Wujudkan Dunia yang Aman, Damai, dan Penuh Rasa Hormat

Lampung Tengah — Koordinator Sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah, Lukito Hadi Sumarto, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Anti Kekerasan Internasional yang diperingati pada 2 Oktober 2026. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk kembali meneguhkan pentingnya kehidupan yang bebas dari segala bentuk kekerasan serta membangun lingkungan yang aman, damai, dan menjunjung tinggi rasa hormat terhadap sesama.

Dalam kesempatan tersebut, Lukito Hadi Sumarto menyampaikan pesan, “Bersama hentikan kekerasan, wujudkan dunia yang aman, damai dan penuh rasa hormat untuk semua. Stop kekerasan sekarang!”

Menurutnya, upaya menghentikan kekerasan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian, kesadaran, serta komitmen dari seluruh elemen masyarakat. Kekerasan, dalam berbagai bentuknya, dapat menimbulkan dampak yang tidak hanya dirasakan oleh korban secara langsung, tetapi juga dapat memengaruhi keluarga, lingkungan sosial, dan kehidupan masyarakat secara lebih luas.

Peringatan Hari Anti Kekerasan Internasional dapat menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan rasa aman, dihormati, dan diperlakukan secara manusiawi. Karena itu, nilai-nilai saling menghormati, kepedulian, toleransi, serta penyelesaian persoalan melalui dialog perlu terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.

Lukito menekankan bahwa membangun lingkungan yang bebas dari kekerasan tidak cukup hanya dengan menghindari tindakan kekerasan secara fisik. Sikap menghargai perbedaan, menjaga komunikasi, mengendalikan emosi, tidak melakukan intimidasi, serta menghindari tindakan yang dapat merendahkan atau menyakiti orang lain juga merupakan bagian penting dalam menciptakan kehidupan yang damai.

Semangat tersebut juga sejalan dengan pentingnya membangun budaya kerja yang sehat di lingkungan kelembagaan. Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, setiap individu perlu mengedepankan sikap saling menghargai, komunikasi yang baik, profesionalitas, serta penyelesaian setiap persoalan melalui mekanisme yang tepat.

Sebagai bagian dari lingkungan Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, pesan anti kekerasan juga dapat dimaknai sebagai penguatan nilai-nilai kelembagaan dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan saling menghormati akan mendukung terciptanya pelaksanaan tugas yang lebih baik serta hubungan kerja yang harmonis.

Peringatan ini sekaligus menjadi ruang refleksi agar masyarakat semakin memahami bahwa kekerasan bukanlah solusi dalam menyelesaikan persoalan. Setiap perbedaan pendapat maupun permasalahan yang muncul dalam kehidupan bermasyarakat dapat dihadapi melalui komunikasi terbuka, musyawarah, dialog, dan pendekatan yang mengedepankan penghormatan terhadap hak setiap orang.

Lukito juga mengajak seluruh masyarakat untuk memiliki keberanian dalam menolak berbagai bentuk kekerasan. Sikap tersebut dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti keluarga, tempat kerja, lingkungan pendidikan, komunitas, hingga ruang publik. Dengan membangun kebiasaan untuk saling menghormati dan peduli, diharapkan tercipta lingkungan sosial yang lebih aman dan kondusif bagi semua.

Menurutnya, menciptakan kedamaian merupakan proses yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, lembaga negara, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, komunitas, keluarga, dan masyarakat secara umum memiliki peran masing-masing dalam mencegah terjadinya kekerasan dan membangun budaya penghormatan terhadap sesama.

Pesan “Stop Kekerasan Sekarang!” juga menjadi ajakan untuk tidak menormalisasi tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun. Masyarakat diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya pencegahan dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta mengambil langkah yang tepat ketika menemukan atau mengetahui adanya tindakan yang berpotensi membahayakan orang lain.

Lebih jauh, semangat anti kekerasan juga dapat diwujudkan melalui perilaku sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Menghormati pendapat orang lain, tidak melakukan penghinaan, menghindari perundungan, menjaga tutur kata, tidak melakukan intimidasi, serta mengedepankan penyelesaian masalah secara damai merupakan bentuk nyata dari upaya membangun kehidupan yang lebih harmonis.

Dalam konteks kehidupan demokratis, budaya saling menghormati juga menjadi bagian penting dalam menjaga ruang publik yang sehat. Perbedaan pandangan merupakan hal yang dapat ditemukan dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, perbedaan tersebut perlu dikelola dengan komunikasi yang baik agar tidak berkembang menjadi konflik atau tindakan yang merugikan pihak lain.

Melalui momentum Hari Anti Kekerasan Internasional 2 Oktober 2026, Lukito Hadi Sumarto mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memperkuat komitmen menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan penuh rasa hormat. Menurutnya, perdamaian tidak hanya menjadi harapan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui tindakan nyata yang dimulai dari diri sendiri.

Ia berharap semangat memperingati Hari Anti Kekerasan Internasional dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan tidak berhenti sebagai sebuah peringatan seremonial. Kesadaran untuk menolak kekerasan harus menjadi bagian dari perilaku dan budaya bersama sehingga setiap orang dapat menjalani kehidupan dengan rasa aman dan memperoleh penghormatan yang layak.

“Bersama hentikan kekerasan, wujudkan dunia yang aman, damai dan penuh rasa hormat untuk semua. Stop kekerasan sekarang!” menjadi pesan yang disampaikan Lukito Hadi Sumarto dalam memperingati Hari Anti Kekerasan Internasional 2 Oktober 2026.

Momentum tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama bahwa menciptakan dunia yang bebas dari kekerasan membutuhkan komitmen dan kepedulian seluruh pihak. Dengan mengedepankan penghormatan, toleransi, dialog, dan perdamaian, masyarakat dapat bersama-sama membangun lingkungan yang lebih aman dan harmonis bagi semua.

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T