Lompat ke isi utama

Berita

HARI KEBUDAYAAN NASIONAL 2026, LUKITO HADI SUMARTO TEKANKAN PENTINGNYA MELESTARIKAN BUDAYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

r

Lukito Hadi Sumarto Ucapkan Selamat Hari Kebudayaan Nasional 2026, Ajak Masyarakat Hidupkan Budaya dalam Kehidupan Sehari-hari

Lampung Tengah – Koordinator Sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah, Lukito Hadi Sumarto, mengucapkan Selamat Hari Kebudayaan Nasional yang diperingati pada 17 Oktober 2026. Momentum peringatan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk terus menjaga, melestarikan, dan mengembangkan kebudayaan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu yang perlu dilestarikan, melainkan kekayaan bangsa yang terus tumbuh, berkembang, dan memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat serta memperkuat identitas nasional di tengah perubahan zaman.

Peringatan Hari Kebudayaan Nasional tahun 2026 mengusung semangat “Budaya Hidup, Indonesia Berdaya!” yang mengajak masyarakat untuk menjadikan kebudayaan sebagai bagian nyata dalam kehidupan, bukan hanya sebagai simbol atau tradisi yang dikenang pada waktu tertentu. Semangat tersebut mengandung pesan bahwa kebudayaan harus terus dipraktikkan, diwariskan, dan dikembangkan agar nilai-nilai luhur bangsa tetap hidup di tengah masyarakat. Melalui pengamalan nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat diharapkan mampu memperkuat persatuan, membangun karakter yang berintegritas, serta menciptakan lingkungan sosial yang harmonis dan saling menghormati.

Lukito Hadi Sumarto menyampaikan bahwa kebudayaan memiliki kedudukan penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sebagai negara yang memiliki keberagaman suku, bahasa, adat istiadat, tradisi, dan kesenian, Indonesia mempunyai kekayaan budaya yang menjadi identitas sekaligus kekuatan dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Keberagaman tersebut merupakan anugerah yang harus dijaga bersama agar tetap menjadi sumber persatuan, bukan menjadi alasan munculnya perbedaan yang berujung pada perpecahan.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial, pertunjukan kesenian, atau peringatan hari-hari tertentu. Lebih dari itu, pelestarian budaya harus diwujudkan melalui perilaku dan kebiasaan yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa. Sikap saling menghormati, gotong royong, kepedulian terhadap sesama, musyawarah dalam menyelesaikan persoalan, serta kejujuran dalam menjalankan tanggung jawab merupakan contoh nilai budaya yang harus terus dipertahankan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Selamat Hari Kebudayaan Nasional 17 Oktober 2026. Kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu yang hanya kita kenang, tetapi merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari yang harus terus kita jaga, amalkan, dan kembangkan. Melalui semangat ‘Budaya Hidup, Indonesia Berdaya!’, mari kita jadikan nilai-nilai luhur budaya sebagai pedoman dalam bersikap, bekerja, dan berinteraksi dengan sesama. Dengan demikian, kebudayaan akan tetap hidup dan menjadi kekuatan untuk membangun masyarakat yang berkarakter, rukun, serta memiliki semangat kebersamaan,” ujar Lukito Hadi Sumarto.

Ia menambahkan bahwa perkembangan zaman yang semakin pesat menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi keberlangsungan kebudayaan Indonesia. Kemajuan teknologi informasi, perubahan pola komunikasi, serta masuknya berbagai pengaruh budaya dari luar menuntut masyarakat untuk semakin bijaksana dalam menyikapi perubahan. Menurutnya, keterbukaan terhadap perkembangan global perlu diimbangi dengan kesadaran untuk tetap menjaga identitas bangsa dan mempertahankan nilai-nilai positif yang telah diwariskan oleh generasi terdahulu.

Kebudayaan harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati dirinya. Tradisi dan nilai lokal dapat dikembangkan melalui pendekatan yang lebih kreatif, termasuk dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana memperkenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat luas. Dengan cara tersebut, kebudayaan tidak hanya dapat dipertahankan keberadaannya, tetapi juga dapat terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman dan menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda.

Lukito juga menekankan pentingnya peran keluarga, lingkungan pendidikan, masyarakat, dan lembaga pemerintahan dalam membangun kesadaran kolektif untuk melestarikan kebudayaan. Pendidikan mengenai budaya perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda memahami sejarah, menghargai tradisi, dan memiliki kebanggaan terhadap identitas bangsa. Sementara itu, masyarakat dapat berperan aktif dengan menjaga adat istiadat yang positif, mengenalkan bahasa daerah, melestarikan kesenian tradisional, serta memberikan ruang bagi tumbuhnya kreativitas budaya di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, generasi muda merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan Indonesia. Di tengah perkembangan dunia digital, anak muda memiliki kemampuan dan peluang besar untuk memperkenalkan kebudayaan melalui berbagai platform komunikasi. Kreativitas dalam membuat konten edukatif, mendokumentasikan tradisi lokal, memperkenalkan kesenian daerah, dan mengangkat cerita sejarah dapat menjadi langkah nyata untuk memastikan kekayaan budaya Indonesia tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

Namun, pemanfaatan teknologi tersebut harus disertai dengan tanggung jawab dan sikap saling menghormati. Ruang digital seharusnya menjadi sarana untuk memperkenalkan keragaman budaya, memperluas wawasan, dan memperkuat hubungan antarmasyarakat. Oleh karena itu, masyarakat perlu menghindari penyebaran informasi yang menyesatkan, konten yang merendahkan kebudayaan tertentu, maupun pernyataan yang dapat memicu permusuhan. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijaksana, perkembangan digital dapat menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga kebudayaan sekaligus memperkuat persatuan bangsa.

Dalam kapasitasnya sebagai Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Lukito Hadi Sumarto juga memandang bahwa nilai-nilai kebudayaan memiliki relevansi dalam membangun tata kelola kelembagaan yang baik. Nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, gotong royong, dan penghormatan terhadap sesama merupakan prinsip yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Nilai-nilai tersebut tidak hanya memperkuat hubungan antarsumber daya manusia di lingkungan kerja, tetapi juga mendukung terciptanya budaya organisasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Ia menilai bahwa lingkungan kerja yang sehat perlu dibangun melalui komunikasi yang baik, kerja sama, saling menghargai, serta komitmen bersama dalam menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Semangat gotong royong yang menjadi bagian dari karakter masyarakat Indonesia dapat diterapkan dalam pelaksanaan pekerjaan melalui pembagian tanggung jawab yang jelas, koordinasi yang efektif, dan kesediaan untuk saling membantu demi tercapainya tujuan organisasi.

“Nilai-nilai kebudayaan sangat relevan dalam kehidupan kerja dan pelayanan publik. Gotong royong mengajarkan kita untuk bekerja sama, kejujuran mengingatkan kita agar selalu menjaga integritas, sedangkan sikap saling menghormati mendorong terciptanya lingkungan kerja yang harmonis. Saya berharap semangat Hari Kebudayaan Nasional ini dapat menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus membangun budaya kerja yang disiplin, bertanggung jawab, profesional, dan mengedepankan kepentingan bersama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Lukito menjelaskan bahwa kebudayaan juga mempunyai hubungan erat dengan kehidupan demokrasi di Indonesia. Nilai musyawarah, toleransi, kebersamaan, dan penghormatan terhadap perbedaan merupakan bagian dari budaya bangsa yang sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi. Dalam kehidupan bermasyarakat, setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan menentukan pilihan politiknya. Perbedaan tersebut harus dihormati sebagai bagian dari keberagaman yang memperkaya kehidupan demokrasi.

Menurutnya, masyarakat perlu terus menumbuhkan kebiasaan berdialog secara santun, menerima perbedaan pandangan, serta menyelesaikan persoalan melalui cara-cara yang damai dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sikap tersebut penting untuk menjaga kerukunan sosial, terutama ketika masyarakat menghadapi dinamika politik yang dapat memunculkan perbedaan pilihan dan kepentingan.

Semangat kebudayaan juga dapat menjadi landasan dalam memperkuat partisipasi masyarakat untuk menjaga kualitas demokrasi. Kesadaran untuk bersikap jujur, menolak politik uang, tidak menyebarkan berita bohong, serta menghormati hak politik setiap warga negara merupakan bagian dari pembentukan budaya demokrasi yang sehat. Masyarakat diharapkan mampu menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi berbagai persoalan politik tanpa mengorbankan hubungan persaudaraan dan persatuan.

Lukito Hadi Sumarto berharap nilai-nilai luhur bangsa dapat terus menjadi pedoman dalam membangun kehidupan demokrasi yang berintegritas. Menurutnya, demokrasi yang kuat membutuhkan masyarakat yang tidak hanya memahami hak dan kewajibannya, tetapi juga memiliki karakter yang menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap sesama. Dengan demikian, kebudayaan dapat memberikan kontribusi nyata dalam membentuk kehidupan sosial dan politik yang lebih harmonis.

Di Kabupaten Lampung Tengah, semangat Hari Kebudayaan Nasional diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk semakin peduli terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah keberagaman. Setiap unsur masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga tradisi dan mengembangkan nilai-nilai positif yang hidup di lingkungannya. Tokoh adat, tokoh masyarakat, kalangan pendidikan, komunitas seni, pemuda, dan organisasi kemasyarakatan dapat berkolaborasi untuk memastikan kebudayaan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

Lukito menilai bahwa pelestarian budaya merupakan investasi jangka panjang bagi pembentukan karakter generasi penerus. Ketika generasi muda memahami dan menghargai kebudayaannya, mereka akan memiliki landasan yang kuat untuk menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan identitas. Kebanggaan terhadap budaya sendiri juga dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air, memperkuat solidaritas sosial, dan meningkatkan kepedulian terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Hari Kebudayaan Nasional sebagai momentum memperkuat komitmen dalam melestarikan kebudayaan melalui tindakan nyata. Setiap orang dapat mengambil bagian sesuai dengan kapasitasnya, baik dengan mempelajari tradisi daerah, mendukung kegiatan kebudayaan, menjaga lingkungan sosial, maupun membiasakan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa.

“Budaya yang kuat tidak hanya terlihat dari banyaknya tradisi yang kita miliki, tetapi juga dari bagaimana kita menghidupkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita jaga kebudayaan dengan tindakan nyata, menghormati keberagaman, memperkuat gotong royong, dan menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda. Ketika budaya terus hidup di tengah masyarakat, kita sedang membangun fondasi bagi Indonesia yang lebih berdaya, maju, dan bermartabat,” tutup Lukito Hadi Sumarto.

Melalui peringatan Hari Kebudayaan Nasional 17 Oktober 2026, Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Lukito Hadi Sumarto, mengajak seluruh masyarakat untuk tidak memandang kebudayaan semata-mata sebagai peninggalan masa lalu, melainkan sebagai kekuatan yang terus berkembang dan memberikan makna bagi kehidupan masa kini serta masa depan. Kebudayaan perlu dijaga melalui sikap, perilaku, dan tindakan yang mencerminkan karakter bangsa, sekaligus menjadi landasan dalam membangun hubungan sosial yang harmonis, lingkungan kerja yang berintegritas, serta demokrasi yang bermartabat.

Selamat Hari Kebudayaan Nasional 17 Oktober 2026. Mari hidupkan budaya dalam setiap langkah, rawat keberagaman sebagai kekuatan, dan wariskan nilai-nilai luhur bangsa kepada generasi penerus. Dengan kebudayaan yang terus tumbuh dan berkembang, Indonesia akan semakin berdaya dalam menghadapi tantangan zaman.

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T