Lompat ke isi utama

Berita

HARI MENABUNG SEDUNIA 2026, IMAM NUROHIM TEKANKAN PENTINGNYA LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN

r

Imam Nurohim Ajak Masyarakat Bangun Masa Depan Sejahtera melalui Budaya Menabung

Lampung Tengah — Dalam rangka memperingati Hari Menabung Sedunia yang jatuh pada 31 Oktober 2026, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah, Imam Nurohim, menyampaikan ucapan selamat sekaligus mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya budaya menabung sebagai salah satu langkah dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Peringatan tahun ini mengusung tema “Merajut Masa Depan Melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”, yang menekankan pentingnya pemahaman serta kemudahan akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman, tepat, dan bertanggung jawab.

Menurut Imam Nurohim, Hari Menabung Sedunia menjadi momentum penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa kebiasaan menabung bukan sekadar menyisihkan sebagian penghasilan, melainkan bagian dari upaya membangun perencanaan keuangan yang matang. Menabung merupakan kebiasaan positif yang perlu ditanamkan sejak dini karena dapat membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, kesabaran, serta kemampuan dalam menentukan prioritas kebutuhan.

Ia menyampaikan bahwa kondisi kehidupan yang terus berkembang menuntut setiap orang untuk memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai kebutuhan dan tantangan ekonomi. Oleh karena itu, pengelolaan keuangan secara bijak perlu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kebiasaan menyisihkan sebagian pendapatan secara rutin, meskipun dalam jumlah kecil, dapat memberikan manfaat besar apabila dilakukan secara konsisten dan disertai dengan tujuan yang jelas.

“Selamat memperingati Hari Menabung Sedunia 31 Oktober 2026. Melalui tema ‘Merajut Masa Depan Melalui Literasi dan Inklusi Keuangan’, mari kita jadikan momentum ini untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mengelola keuangan secara bijak, membangun kebiasaan menabung, serta memanfaatkan layanan keuangan secara tepat dan bertanggung jawab. Masa depan yang lebih baik dapat dipersiapkan melalui langkah sederhana yang dilakukan secara disiplin dan berkelanjutan,” ujar Imam Nurohim.

Lebih lanjut, Imam menjelaskan bahwa literasi keuangan memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memahami berbagai aspek pengelolaan keuangan, mulai dari menyusun anggaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, mengatur pengeluaran, menyiapkan dana darurat, hingga memahami risiko dalam menggunakan produk dan layanan keuangan. Dengan pemahaman yang memadai, masyarakat diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan secara lebih cermat dan tidak mudah terjebak dalam praktik keuangan yang merugikan.

Menurutnya, peningkatan literasi keuangan juga harus berjalan beriringan dengan inklusi keuangan. Ketersediaan akses terhadap layanan keuangan yang mudah dijangkau, aman, dan sesuai kebutuhan masyarakat dapat membuka peluang yang lebih luas bagi setiap orang untuk mengelola sumber daya ekonominya. Dengan demikian, manfaat layanan keuangan tidak hanya dirasakan oleh kelompok masyarakat tertentu, tetapi dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital telah memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi dan mengakses berbagai layanan keuangan. Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan kehati-hatian dan pengetahuan yang cukup. Masyarakat perlu memastikan legalitas penyedia layanan keuangan, menjaga kerahasiaan data pribadi, tidak membagikan kode keamanan atau kata sandi kepada pihak lain, serta menghindari tawaran investasi maupun pinjaman yang tidak jelas dan menjanjikan keuntungan secara tidak wajar.

Imam Nurohim menilai bahwa budaya menabung perlu dibangun melalui kebiasaan sederhana yang diterapkan secara konsisten. Setiap individu dapat memulainya dengan menetapkan target tabungan, menyisihkan pendapatan di awal penerimaan, mencatat pemasukan dan pengeluaran, serta mengevaluasi kondisi keuangan secara berkala. Langkah-langkah tersebut dapat membantu seseorang memiliki kendali yang lebih baik terhadap keuangannya sekaligus mempersiapkan kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.

Dalam kesempatan tersebut, Imam juga mengaitkan nilai-nilai yang terkandung dalam kebiasaan menabung dengan pelaksanaan tugas kelembagaan. Menurutnya, kedisiplinan, ketelitian, konsistensi, dan tanggung jawab merupakan prinsip penting yang tidak hanya dibutuhkan dalam mengelola keuangan, tetapi juga dalam menjalankan pekerjaan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sebagai Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, ia menegaskan bahwa pelaksanaan tugas pengawasan pemilu membutuhkan sikap cermat, profesional, dan bertanggung jawab. Pengelolaan informasi, data, serta penanganan dugaan pelanggaran harus dilakukan dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan, mengedepankan ketelitian, dan menjaga akuntabilitas setiap prosesnya.

Ia menyampaikan bahwa nilai disiplin dalam menabung dapat menjadi pengingat bahwa setiap tujuan besar membutuhkan perencanaan dan komitmen yang kuat. Demikian pula dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu, setiap tahapan pekerjaan harus dilaksanakan secara terukur, tertib, dan sesuai prosedur agar dapat memberikan hasil yang optimal serta menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu.

“Menabung mengajarkan kita untuk merencanakan sesuatu dengan baik, mengutamakan kebutuhan, serta konsisten dalam menjalankan komitmen. Nilai-nilai tersebut juga penting dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam pelaksanaan tugas kelembagaan. Dengan kedisiplinan dan tanggung jawab, kita dapat membangun kebiasaan positif yang memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan masyarakat luas,” tambahnya.

Imam berharap peringatan Hari Menabung Sedunia 2026 dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mulai membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak dini. Pendidikan mengenai pentingnya menabung perlu diperkenalkan dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat agar generasi mendatang memiliki pemahaman yang lebih baik dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan literasi keuangan sebagai pengetahuan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sebatas pemahaman teoritis. Dengan membiasakan pengelolaan keuangan yang sehat, masyarakat dapat lebih siap menghadapi kebutuhan mendesak, merencanakan pendidikan, mengembangkan usaha, serta mempersiapkan masa depan keluarga.

Peringatan Hari Menabung Sedunia bukan hanya menjadi ajang untuk mengingatkan masyarakat agar rajin menyimpan uang, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya kemandirian dan ketahanan finansial. Budaya menabung yang didukung oleh literasi dan inklusi keuangan diharapkan mampu mendorong terciptanya masyarakat yang lebih bijak, mandiri, dan sejahtera.

Melalui momentum ini, Imam Nurohim mengajak masyarakat Kabupaten Lampung Tengah untuk terus menumbuhkan kebiasaan menabung, meningkatkan pemahaman keuangan, serta memanfaatkan layanan keuangan secara bijaksana. Ia berharap semangat Hari Menabung Sedunia dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dan konsisten sehingga setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini mampu menjadi bagian dari upaya merajut masa depan yang lebih aman, terencana, dan sejahtera.

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T