Lompat ke isi utama

Berita

HARI PANGAN SEDUNIA 2026, IMAM NURROHIM TEKANKAN PENTINGNYA KOLABORASI UNTUK MASA DEPAN PANGAN

r

Imam Nurrohim Ucapkan Selamat Hari Pangan Sedunia 2026, Ajak Masyarakat Perkuat Kolaborasi untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Lampung Tengah – Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah, Imam Nurrohim, mengucapkan Selamat Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 16 Oktober. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya ketersediaan pangan yang cukup, aman, bergizi, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Hari Pangan Sedunia atau World Food Day merupakan peringatan internasional yang mengajak masyarakat dunia untuk memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan pangan, termasuk kelaparan, kekurangan gizi, kemiskinan, serta tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa pemenuhan kebutuhan pangan merupakan bagian penting dalam mendukung kesehatan, kesejahteraan, dan kualitas hidup manusia.

Pada tahun 2026, Hari Pangan Sedunia mengusung tema “Innovate Today, Nourish Tomorrow” yang mengandung makna pentingnya inovasi hari ini untuk memenuhi kebutuhan pangan masa depan. Tema tersebut menekankan bahwa berbagai upaya yang dilakukan saat ini, mulai dari pengembangan teknologi, penguatan produksi pangan, hingga peningkatan kesadaran masyarakat, memiliki peran penting dalam membangun sistem pangan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Dalam momentum peringatan tersebut, Imam Nurrohim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap persoalan pangan serta berpartisipasi dalam berbagai upaya yang mendukung ketahanan pangan. Menurutnya, masa depan pangan membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak agar ketersediaan makanan tidak hanya terjaga, tetapi juga dapat diakses secara adil oleh masyarakat yang membutuhkan.

Ketahanan pangan bukan semata-mata berkaitan dengan banyaknya bahan makanan yang tersedia. Lebih dari itu, ketahanan pangan mencakup kemampuan masyarakat untuk memperoleh pangan yang cukup, aman, bergizi, dan terjangkau secara berkelanjutan. Oleh karena itu, berbagai tantangan pangan perlu dihadapi melalui pendekatan yang menyeluruh, dengan memperhatikan aspek produksi, distribusi, daya beli masyarakat, kualitas gizi, serta kelestarian lingkungan.

Hari Pangan Sedunia 2026 juga menjadi pengingat bahwa kelaparan dan kekurangan gizi masih merupakan tantangan yang membutuhkan perhatian bersama. Ketimpangan akses terhadap pangan, keterbatasan ekonomi, perubahan iklim, dan gangguan dalam rantai pasok dapat memengaruhi kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya membangun sistem pangan yang tangguh, inklusif, dan mampu menghadapi perubahan.

Melalui tema “Innovate Today, Nourish Tomorrow”, masyarakat diajak untuk memahami bahwa inovasi memiliki peran penting dalam menjawab tantangan tersebut. Inovasi dapat diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi pertanian, peningkatan produktivitas, pengembangan pangan lokal, perbaikan sistem distribusi, serta penerapan praktik pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab.

Pemanfaatan teknologi yang tepat dapat membantu meningkatkan efisiensi proses produksi, mengurangi kehilangan hasil panen, dan mendukung distribusi pangan agar lebih efektif. Di sisi lain, pengembangan metode pertanian yang ramah lingkungan juga diperlukan untuk menjaga kesuburan tanah, ketersediaan air, dan keberlanjutan sumber daya alam yang menjadi fondasi produksi pangan.

Namun, inovasi perlu disertai dengan upaya pemerataan akses agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Ketersediaan pangan yang melimpah tidak akan sepenuhnya menjawab persoalan apabila sebagian masyarakat masih mengalami kesulitan untuk memperoleh makanan yang layak. Karena itu, kerja sama antarpemangku kepentingan dibutuhkan untuk memperkuat akses pangan, menjaga keterjangkauan harga, dan mendorong distribusi yang lebih merata.

Imam Nurrohim juga mengajak masyarakat untuk berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat dapat membiasakan konsumsi makanan bergizi seimbang, memanfaatkan bahan pangan lokal, mengelola persediaan makanan secara bijaksana, serta mengurangi kebiasaan membuang makanan yang masih layak dikonsumsi.

Kepedulian terhadap pangan juga dapat diwujudkan melalui dukungan kepada para petani, nelayan, peternak, dan pelaku usaha yang berperan dalam penyediaan bahan makanan. Menghargai hasil produksi pangan lokal serta mendukung praktik produksi yang berkelanjutan merupakan langkah yang dapat membantu menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendukung perekonomian masyarakat.

Bagi Kabupaten Lampung Tengah, upaya memperkuat ketahanan pangan memiliki relevansi dengan potensi daerah di sektor pertanian. Pemanfaatan hasil pertanian lokal, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap konsumsi pangan bergizi, serta pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan dapat menjadi bagian dari langkah bersama untuk mendukung ketersediaan pangan di tingkat daerah.

Kerja sama antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, petani, lembaga pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi unsur penting dalam menghadapi tantangan pangan. Setiap pihak memiliki peran sesuai kapasitasnya, baik dalam mengembangkan inovasi, memperluas edukasi, mendukung produksi, maupun membangun kebiasaan konsumsi yang bertanggung jawab.

Sebagai Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Imam Nurrohim juga menjalankan tugas dalam lingkup pengawasan pemilu, penanganan pelanggaran, serta pengelolaan data dan informasi. Dalam konteks peringatan Hari Pangan Sedunia, pesan mengenai pentingnya akses pangan yang adil dan kepedulian sosial menjadi pengingat akan nilai tanggung jawab bersama dalam kehidupan bermasyarakat.

Penyampaian informasi yang tepat dan edukatif juga memiliki peran dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap berbagai persoalan yang memengaruhi kehidupan sehari-hari. Kesadaran publik yang baik dapat mendorong tumbuhnya partisipasi masyarakat dalam mendukung solusi yang bermanfaat, termasuk upaya menjaga lingkungan dan memperkuat ketahanan pangan.

Lebih lanjut, Hari Pangan Sedunia menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas sosial. Kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses pangan dapat diwujudkan melalui kegiatan berbagi, dukungan terhadap program pemberdayaan, serta berbagai inisiatif sosial yang membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Imam Nurrohim berharap peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa persoalan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Inovasi perlu terus dikembangkan, tetapi harus disertai dengan kepedulian terhadap pemerataan akses, kualitas gizi, dan keberlanjutan lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

Masa depan pangan yang lebih baik membutuhkan langkah nyata yang dimulai sejak sekarang. Penggunaan sumber daya secara bijaksana, dukungan terhadap pangan lokal, pengurangan pemborosan makanan, serta kolaborasi lintas sektor merupakan bagian dari upaya membangun sistem pangan yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan mendatang.

Keluarga besar Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah turut mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Hari Pangan Sedunia sebagai momentum memperkuat kepedulian terhadap ketahanan pangan, mendukung inovasi yang bermanfaat, dan membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat serta bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Melalui semangat “Innovate Today, Nourish Tomorrow”, diharapkan berbagai pihak dapat terus bersinergi dalam menciptakan sistem pangan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan inovasi, pemerataan akses, serta kepedulian yang tumbuh bersama, semakin banyak masyarakat diharapkan dapat memperoleh pangan yang aman, bergizi, dan terjangkau demi kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera.

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T