Lompat ke isi utama

Berita

HARI PARLEMEN INDONESIA 2026, KETUA BAWASLU LAMPUNG TENGAH TEKANKAN PENTINGNYA DEMOKRASI BERINTEGRITAS

r

Ketua Bawaslu Lampung Tengah Yuli Efendi Ucapkan Selamat Hari Parlemen Indonesia 2026, Momentum Perkuat Demokrasi dan Kedaulatan Rakyat

Lampung Tengah – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah, Yuli Efendi, menyampaikan ucapan Selamat Hari Parlemen Indonesia yang diperingati setiap tanggal 16 Oktober. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang sejarah lahirnya lembaga perwakilan rakyat di Indonesia, sekaligus merefleksikan peran strategis parlemen dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, menjalankan fungsi legislasi, serta memperkuat kehidupan demokrasi dan ketatanegaraan di Indonesia.

Dalam momentum Hari Parlemen Indonesia Tahun 2026, Yuli Efendi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran berdemokrasi, memahami pentingnya peran lembaga perwakilan rakyat, serta berpartisipasi aktif dalam menjaga nilai-nilai demokrasi yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Hari Parlemen Indonesia merupakan peringatan untuk mengenang perjalanan sejarah lembaga perwakilan rakyat di Indonesia, yang saat ini dikenal melalui Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di tingkat pusat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di tingkat daerah. Keberadaan lembaga perwakilan rakyat tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam sistem demokrasi Indonesia, karena melalui lembaga inilah aspirasi masyarakat disalurkan dan diperjuangkan dalam proses pengambilan keputusan publik.

Bagi Yuli Efendi, peringatan Hari Parlemen Indonesia bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan kesempatan untuk memperkuat pemahaman bersama bahwa demokrasi membutuhkan keterlibatan masyarakat, lembaga negara yang berintegritas, serta komitmen untuk menjalankan amanah rakyat secara bertanggung jawab.

Parlemen memiliki kedudukan strategis dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan, lembaga perwakilan rakyat diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat, mengawal penggunaan anggaran negara, serta memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurut semangat yang terkandung dalam peringatan Hari Parlemen Indonesia, keberadaan wakil rakyat harus senantiasa menjadi penghubung antara kebutuhan masyarakat dan proses pengambilan kebijakan. Oleh karena itu, integritas, keterbukaan, akuntabilitas, dan tanggung jawab merupakan nilai-nilai penting yang harus terus dijaga oleh setiap penyelenggara negara dalam menjalankan tugas dan kewenangannya.

Peringatan Hari Parlemen Indonesia setiap 16 Oktober menjadi pengingat bahwa perjalanan demokrasi Indonesia tidak dapat dipisahkan dari perjuangan membangun sistem perwakilan rakyat yang mampu menampung keberagaman aspirasi masyarakat. Demokrasi memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat, menentukan pilihan politik, serta berpartisipasi dalam proses pembangunan melalui mekanisme yang diatur oleh konstitusi dan peraturan perundang-undangan.

Dalam kehidupan demokrasi, masyarakat tidak hanya memiliki hak untuk memilih pemimpin dan wakil rakyat melalui pemilihan umum, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk mengawal jalannya pemerintahan dan memastikan bahwa mandat yang diberikan melalui pemilu dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Kedaulatan rakyat merupakan prinsip fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Prinsip ini menegaskan bahwa kekuasaan negara bersumber dari rakyat dan harus dijalankan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat sesuai dengan konstitusi. Karena itu, keberadaan lembaga perwakilan rakyat harus senantiasa mencerminkan semangat pengabdian, pelayanan publik, dan perjuangan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Yuli Efendi memandang bahwa penguatan demokrasi memerlukan sinergi antara lembaga negara dan masyarakat. Lembaga perwakilan rakyat perlu terus menjalankan tugasnya secara profesional dan bertanggung jawab, sementara masyarakat diharapkan semakin aktif dalam menyampaikan aspirasi, mengawasi kebijakan publik, serta berpartisipasi dalam berbagai proses demokrasi.

Partisipasi masyarakat yang berkualitas akan mendorong terciptanya kehidupan politik yang lebih sehat. Masyarakat yang memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara akan lebih mampu menentukan pilihan secara rasional, menghormati perbedaan pendapat, serta menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Dengan demikian, Hari Parlemen Indonesia menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk terus merawat demokrasi, memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga negara, dan membangun budaya politik yang mengedepankan etika, kejujuran, serta tanggung jawab.

Sebagai Ketua Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Yuli Efendi juga menekankan pentingnya menjaga kualitas demokrasi melalui penyelenggaraan pemilihan umum yang jujur, adil, transparan, dan berintegritas. Pemilu merupakan instrumen konstitusional yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menentukan pemimpin serta wakil rakyat yang akan menerima mandat untuk menjalankan tugas-tugas kenegaraan.

Kualitas lembaga perwakilan rakyat tidak dapat dilepaskan dari proses pemilu yang melahirkannya. Pemilu yang berintegritas memberikan ruang bagi masyarakat untuk menentukan pilihan secara bebas tanpa tekanan, intimidasi, maupun praktik-praktik yang bertentangan dengan hukum. Oleh sebab itu, setiap tahapan pemilu harus dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip demokrasi dan kepastian hukum.

Dalam konteks tersebut, Bawaslu memiliki peran penting dalam melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemilu, mencegah terjadinya pelanggaran, serta menindaklanjuti dugaan pelanggaran sesuai dengan kewenangan dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pengawasan dilakukan untuk memastikan hak politik warga negara terlindungi dan proses pemilu berjalan sesuai dengan prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Yuli Efendi mengajak masyarakat untuk tidak memandang pemilu semata-mata sebagai kegiatan rutin lima tahunan, melainkan sebagai bagian penting dari upaya menjaga keberlangsungan demokrasi. Setiap suara yang diberikan oleh pemilih memiliki arti dalam menentukan arah kepemimpinan dan keterwakilan rakyat. Karena itu, hak pilih harus digunakan secara bertanggung jawab tanpa dipengaruhi praktik politik uang, penyebaran informasi bohong, maupun bentuk tekanan politik lainnya.

Masyarakat juga diharapkan berperan aktif dalam mengawasi proses demokrasi di lingkungan masing-masing. Keterlibatan tersebut dapat diwujudkan dengan meningkatkan pemahaman mengenai aturan kepemiluan, menyebarkan informasi yang benar, menolak politik uang, serta melaporkan dugaan pelanggaran melalui mekanisme resmi yang tersedia.

Pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu sebagai lembaga pengawas, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh lapisan masyarakat. Kolaborasi antara pengawas pemilu dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun sistem demokrasi yang transparan dan akuntabel.

Lebih lanjut, momentum Hari Parlemen Indonesia dapat menjadi pengingat mengenai pentingnya pengawasan partisipatif dalam menjaga kualitas demokrasi. Pengawasan partisipatif merupakan bentuk keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses pemilu agar berjalan sesuai dengan aturan serta terhindar dari berbagai praktik yang dapat merusak integritas pemilihan.

Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah terus mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat bahwa menjaga demokrasi merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat perlu memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk pelanggaran, bersikap kritis terhadap informasi politik, serta menjaga suasana yang kondusif di tengah perbedaan pilihan.

Penguatan pengawasan partisipatif juga membutuhkan dukungan pendidikan politik dan literasi hukum. Melalui pemahaman yang baik mengenai peraturan kepemiluan, masyarakat diharapkan mampu mengenali potensi pelanggaran, memahami hak dan kewajibannya, serta mengetahui langkah yang tepat ketika menemukan dugaan pelanggaran dalam penyelenggaraan pemilu.

Generasi muda, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari gerakan pengawasan demokrasi. Dengan memanfaatkan ruang komunikasi dan perkembangan teknologi informasi secara bijak, masyarakat dapat turut menyebarluaskan edukasi kepemiluan dan mendorong terciptanya lingkungan politik yang sehat.

Di tengah perkembangan teknologi digital, masyarakat juga dituntut untuk lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi. Informasi yang tidak terverifikasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, memicu konflik, dan memengaruhi pandangan politik masyarakat secara tidak sehat. Karena itu, budaya memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya harus terus dibangun sebagai bagian dari tanggung jawab warga negara.

Yuli Efendi berharap semangat Hari Parlemen Indonesia dapat mendorong masyarakat untuk semakin memahami bahwa demokrasi bukan hanya tentang hak memilih, tetapi juga tentang tanggung jawab menjaga proses politik agar tetap berlandaskan hukum, etika, dan penghormatan terhadap hak setiap warga negara.

Dalam memperingati Hari Parlemen Indonesia Tahun 2026, Yuli Efendi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persatuan, menjaga semangat kebangsaan, dan menghormati perbedaan sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam masyarakat yang demokratis, tetapi perbedaan tersebut harus disikapi secara dewasa dan tidak dijadikan alasan untuk memecah belah persaudaraan.

Demokrasi yang bermartabat hanya dapat terwujud apabila seluruh pihak memiliki komitmen untuk menaati aturan, menghargai hak orang lain, serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Lembaga negara, penyelenggara pemilu, peserta pemilu, dan masyarakat harus menjalankan perannya masing-masing dengan penuh tanggung jawab.

Parlemen yang kuat membutuhkan dukungan masyarakat yang kritis, sedangkan masyarakat membutuhkan lembaga perwakilan yang mampu memperjuangkan kepentingan rakyat secara sungguh-sungguh. Hubungan tersebut harus dibangun melalui komunikasi yang terbuka, partisipasi publik yang bermakna, serta kepercayaan yang tumbuh dari pelaksanaan tugas dan tanggung jawab secara konsisten.

Semangat tersebut sejalan dengan upaya Bawaslu dalam membangun pengawasan pemilu yang partisipatif dan berorientasi pada pencegahan. Melalui kolaborasi bersama masyarakat, Bawaslu berupaya memperkuat kesadaran kolektif bahwa setiap bentuk pelanggaran pemilu dapat berdampak terhadap kualitas demokrasi dan kepercayaan masyarakat terhadap hasil pemilihan.

Oleh karena itu, Hari Parlemen Indonesia harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga integritas demokrasi, meningkatkan literasi politik, serta mendorong terwujudnya pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab.

Menutup pesannya dalam momentum peringatan tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Yuli Efendi, menyampaikan ucapan selamat Hari Parlemen Indonesia kepada seluruh elemen bangsa. Ia berharap peringatan ini dapat menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperjuangkan demokrasi yang sehat, memperkuat keterwakilan rakyat, dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

“Selamat Hari Parlemen Indonesia, 16 Oktober 2026. Semoga semangat peringatan ini semakin memperkuat komitmen kita dalam menjaga demokrasi, memperjuangkan aspirasi rakyat, serta mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berlandaskan konstitusi, keadilan, dan tanggung jawab.”

Peringatan ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana mengenang sejarah lahirnya lembaga perwakilan rakyat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa demokrasi merupakan tanggung jawab bersama. Melalui partisipasi masyarakat yang aktif, lembaga negara yang berintegritas, dan penegakan hukum yang konsisten, Indonesia dapat terus membangun kehidupan demokrasi yang semakin matang dan bermartabat.

Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah berkomitmen untuk terus mengawal pelaksanaan pemilu sesuai dengan tugas dan kewenangannya, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan partisipatif, serta mendorong terwujudnya proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T