Lompat ke isi utama

Berita

IMAM NURROHIM: “INFORMASI ADALAH NYAWA PENGAWASAN, MAKA SAAT PEMILU BELUM DIMULAI, PENGELOLAAN DATA HARUS SEMAKIN DIPERKUAT”

IMAM NURROHIM: “INFORMASI ADALAH NYAWA PENGAWASAN, MAKA SAAT PEMILU BELUM DIMULAI, PENGELOLAAN DATA HARUS SEMAKIN DIPERKUAT”

Pentingnya pengelolaan informasi dan data sebagai unsur vital dalam setiap tahapan pengawasan

Lampung Tengah, Oktober 2025 — Dalam upaya memperkuat peran pengawasan pemilu yang efektif, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Imam Nurrohim, S.H.I, menegaskan pentingnya pengelolaan informasi dan data sebagai unsur vital dalam setiap tahapan pengawasan.

Dalam arahannya kepada jajaran pengawas dan sekretariat, Imam Nurrohim menyampaikan pesan reflektif yang sarat makna: “Informasi adalah nyawa pengawasan, maka saat pemilu belum dimulai, pengelolaan data harus semakin diperkuat.”

Pernyataan tersebut menggambarkan pandangan strategis bahwa kualitas pengawasan pemilu tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pengawas di lapangan, tetapi juga oleh kekuatan sistem informasi dan keakuratan data yang dimiliki oleh lembaga pengawas.

Menurut Imam, pengelolaan data yang baik merupakan fondasi dalam mendeteksi potensi pelanggaran sejak dini dan memastikan proses pengawasan berjalan secara objektif dan transparan. Ia menambahkan bahwa Bawaslu tidak boleh hanya bergerak reaktif terhadap pelanggaran yang terjadi, tetapi harus proaktif melalui pemetaan data, analisis tren, serta pengelolaan informasi yang terukur dan terintegrasi.

Ketika data kita kuat, maka langkah pengawasan menjadi tepat. Dengan informasi yang akurat, kita bisa mencegah pelanggaran bahkan sebelum terjadi. Karena itu, masa sebelum pemilu adalah waktu emas untuk memperkuat sistem data dan informasi,” ujarnya.

Imam Nurrohim juga menekankan bahwa di era digital saat ini, arus informasi yang begitu cepat menuntut Bawaslu untuk adaptif terhadap teknologi dan metodologi pengelolaan data. Penggunaan sistem digital, basis data pengawasan, dan analisis informasi berbasis spasial menjadi langkah penting dalam memastikan pengawasan yang efisien dan akuntabel.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa pengelolaan informasi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal integritas dan tanggung jawab. “Setiap data yang kita kelola adalah amanah. Validitas dan keamanan data adalah bagian dari menjaga kepercayaan publik terhadap Bawaslu sebagai lembaga pengawas yang profesional,” tambahnya.

Bawaslu Lampung Tengah, lanjut Imam, terus berupaya memperkuat kapasitas jajaran pengawas di bidang manajemen data dan teknologi informasi. Hal ini dilakukan melalui pelatihan, peningkatan literasi digital, serta penguatan koordinasi antar divisi agar setiap informasi yang masuk dapat dikelola secara cepat, tepat, dan terverifikasi.

Dengan pengelolaan informasi yang baik, Bawaslu tidak hanya dapat bekerja secara efisien, tetapi juga membangun dasar kepercayaan publik bahwa setiap tindakan pengawasan didasarkan pada data yang sahih dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Informasi yang kuat akan melahirkan keputusan yang tepat. Karena itu, memperkuat data sama artinya memperkuat demokrasi,” pungkas Imam Nurrohim, S.H.I., menutup pesannya dengan penuh makna.

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T