KOORDINATOR DIVISI PENCEGAHAN, HUMAS, DAN PARMAS BAWASLU LAMPUNG TENGAH HARMONO IKUTI HUMAS UPGRADE SERIES #2, PERKUAT PUBLIKASI DAN KOMUNIKASI PUBLIK
|
Lampung Tengah – Koordinator Divisi Pencegahan, Hubungan Masyarakat, dan Partisipasi Masyarakat (Pencegahan, Humas, dan Parmas) Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Harmono, mengikuti kegiatan “Humas Upgrade Series #2: Desain Kreatif, Informasi Efektif” yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu, 14 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas kehumasan Bawaslu dalam meningkatkan kualitas publikasi, pemberitaan, serta penyampaian informasi kelembagaan kepada masyarakat secara kreatif, informatif, dan efektif.
Keikutsertaan Harmono dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi publik, khususnya dalam menyampaikan berbagai informasi mengenai tugas, fungsi, dan kegiatan pengawasan Pemilu kepada masyarakat. Di tengah perkembangan teknologi informasi dan semakin pesatnya pemanfaatan media digital, kehumasan memiliki peran strategis dalam memastikan informasi kelembagaan dapat disampaikan secara tepat, mudah dipahami, dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Kegiatan Humas Upgrade Series #2 diselenggarakan sebagai tindak lanjut atas hasil evaluasi kebijakan publikasi dan pemberitaan Bawaslu pada masa non-tahapan Pemilu yang dilaksanakan di Surabaya pada 25–27 Agustus 2026. Hasil evaluasi tersebut memuat sejumlah rekomendasi untuk memperkuat pelaksanaan tugas kehumasan Bawaslu, di antaranya melalui optimalisasi peliputan kegiatan, peningkatan kualitas pengelolaan pemberitaan, penguatan pemanfaatan media sosial, serta penyempurnaan strategi publikasi kelembagaan.
Rekomendasi tersebut menjadi landasan penting bagi Bawaslu untuk terus melakukan pembenahan dalam pengelolaan informasi publik. Kehumasan tidak hanya bertugas mendokumentasikan dan memberitakan kegiatan lembaga, tetapi juga berperan sebagai penghubung antara lembaga dan masyarakat dalam membangun komunikasi yang terbuka, transparan, dan informatif.
Melalui penguatan kapasitas pengelola kehumasan, Bawaslu diharapkan mampu menghadirkan produk informasi yang berkualitas, memiliki nilai edukasi, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Informasi yang disampaikan juga perlu dikemas dengan pendekatan komunikasi yang tepat agar pesan kelembagaan dapat diterima dengan baik oleh berbagai kalangan.
Dalam konteks tersebut, tema “Desain Kreatif, Informasi Efektif” menekankan pentingnya kemampuan mengolah informasi menjadi materi publikasi visual yang menarik tanpa mengesampingkan akurasi dan substansi pesan. Desain visual menjadi salah satu unsur penting dalam komunikasi digital karena dapat membantu masyarakat memahami informasi secara lebih cepat, terutama ketika informasi disajikan melalui media sosial dan platform digital lainnya.
Penggunaan desain yang kreatif perlu didukung dengan pemilihan warna yang sesuai, tipografi yang mudah dibaca, komposisi visual yang proporsional, serta penyusunan pesan yang ringkas dan jelas. Seluruh unsur tersebut harus mampu mendukung tujuan komunikasi sehingga materi publikasi tidak sekadar menarik perhatian, tetapi juga memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat.
Bagi Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, penguatan kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam mengembangkan strategi publikasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan komunikasi digital. Melalui pengelolaan konten yang terencana dan desain visual yang komunikatif, berbagai informasi kelembagaan dapat disampaikan dalam bentuk yang lebih variatif, mulai dari berita kegiatan, infografis, poster edukasi, hingga konten media sosial yang berkaitan dengan pengawasan Pemilu dan partisipasi masyarakat.
Sebagai Koordinator Divisi Pencegahan, Humas, dan Parmas, Harmono memiliki lingkup tugas yang berkaitan erat dengan upaya pencegahan pelanggaran, penguatan hubungan masyarakat, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kehumasan menjadi salah satu aspek yang relevan dalam mendukung penyampaian informasi dan edukasi kepemiluan secara lebih luas.
Informasi yang disampaikan melalui kanal komunikasi resmi Bawaslu diharapkan mampu membantu masyarakat memahami pentingnya pengawasan Pemilu, mengenali berbagai bentuk partisipasi yang dapat dilakukan, serta mengetahui peran Bawaslu dalam menjaga integritas proses demokrasi. Penyampaian informasi tersebut membutuhkan strategi komunikasi yang tepat agar pesan pencegahan dan pendidikan kepemiluan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Dalam upaya pencegahan, komunikasi publik memiliki peranan penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai potensi pelanggaran Pemilu. Informasi yang disampaikan secara jelas, akurat, dan mudah dipahami dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar semakin memahami pentingnya menaati ketentuan peraturan perundang-undangan serta berperan aktif dalam menciptakan penyelenggaraan Pemilu yang berintegritas.
Sementara itu, dari sisi hubungan masyarakat, pengelolaan informasi yang baik dapat memperkuat keterbukaan lembaga dan membangun komunikasi yang lebih dekat dengan publik. Publikasi yang konsisten dan informatif memungkinkan masyarakat memperoleh informasi mengenai kegiatan, program, serta pelaksanaan tugas Bawaslu secara lebih mudah. Dengan demikian, kehumasan tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengawas Pemilu.
Adapun dalam mendorong partisipasi masyarakat, penyajian informasi yang kreatif dan komunikatif dapat membantu meningkatkan ketertarikan publik terhadap isu-isu kepemiluan. Materi edukasi yang dikemas secara menarik berpotensi menjangkau kelompok masyarakat yang lebih beragam, termasuk generasi muda yang aktif menggunakan media sosial. Melalui pendekatan tersebut, pesan mengenai pentingnya pengawasan partisipatif dapat disampaikan secara lebih mudah diakses dan dipahami.
Kegiatan Humas Upgrade Series #2 juga memiliki relevansi dengan kebutuhan pengelolaan publikasi pada masa non-tahapan Pemilu. Pada periode ini, komunikasi kelembagaan tetap perlu dilaksanakan secara konsisten agar masyarakat memperoleh informasi mengenai berbagai kegiatan, program pencegahan, pendidikan kepemiluan, serta penguatan kelembagaan Bawaslu.
Publikasi pada masa non-tahapan tidak semata-mata berorientasi pada penyampaian dokumentasi kegiatan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi yang berkelanjutan. Melalui konten yang informatif, masyarakat dapat terus memperoleh pemahaman mengenai pengawasan Pemilu dan pentingnya keterlibatan publik dalam menjaga kualitas demokrasi, meskipun tahapan Pemilu sedang tidak berlangsung.
Oleh sebab itu, optimalisasi peliputan dan pengelolaan pemberitaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi komunikasi publik Bawaslu. Setiap kegiatan perlu didukung dengan dokumentasi yang memadai, pengumpulan bahan informasi yang akurat, serta penulisan berita yang memenuhi kaidah jurnalistik. Dengan proses tersebut, informasi yang dihasilkan diharapkan memiliki nilai berita, tersusun secara sistematis, dan mampu menjawab kebutuhan informasi masyarakat.
Selain pemberitaan melalui situs web resmi, pemanfaatan media sosial juga menjadi salah satu perhatian dalam penguatan kerja kehumasan. Media sosial memberikan ruang bagi Bawaslu untuk menyampaikan informasi dengan format yang lebih dinamis, singkat, dan menarik. Namun, pemanfaatannya tetap harus memperhatikan ketepatan informasi, kesesuaian pesan dengan karakteristik audiens, serta konsistensi identitas visual kelembagaan.
Pengelolaan media sosial yang efektif juga membutuhkan perencanaan konten yang baik. Materi publikasi perlu disusun berdasarkan tujuan komunikasi yang jelas, sehingga setiap konten memiliki pesan utama dan manfaat yang dapat diterima masyarakat. Evaluasi terhadap kualitas konten dan respons audiens juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyempurnakan strategi komunikasi berikutnya.
Melalui kegiatan ini, penguatan kapasitas kehumasan diharapkan tidak berhenti pada pemahaman mengenai desain visual semata, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas komunikasi secara menyeluruh. Perencanaan informasi, penyusunan narasi berita, pemilihan format publikasi, dan penentuan saluran komunikasi merupakan rangkaian proses yang saling mendukung dalam menghasilkan informasi kelembagaan yang efektif.
Kreativitas dalam penyajian informasi harus selalu berjalan beriringan dengan prinsip akurasi, objektivitas, dan tanggung jawab dalam komunikasi publik. Materi visual yang menarik perlu tetap mengedepankan kebenaran data dan kejelasan pesan, sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi yang mudah dibaca, tetapi juga dapat memahami substansi yang disampaikan secara tepat.
Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah memandang bahwa peningkatan kualitas kehumasan merupakan bagian dari upaya memperkuat pelayanan informasi kepada masyarakat. Pengelolaan publikasi yang profesional dapat membantu memperluas jangkauan informasi, meningkatkan pemahaman publik terhadap tugas Bawaslu, serta mendukung pelaksanaan pendidikan dan pengawasan partisipatif secara berkelanjutan.
Keikutsertaan Harmono dalam Humas Upgrade Series #2: Desain Kreatif, Informasi Efektif diharapkan menjadi bagian dari penguatan kapasitas dan pengembangan strategi komunikasi Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah. Pengetahuan dan wawasan yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat menjadi referensi dalam mendorong pengelolaan publikasi yang lebih terarah, meningkatkan kualitas materi informasi, serta memperkuat pemanfaatan media digital sebagai sarana komunikasi kelembagaan.
Ke depan, penguatan kehumasan perlu terus dilakukan melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengembangan kreativitas dalam pembuatan konten, serta evaluasi terhadap efektivitas publikasi yang telah dilaksanakan. Upaya tersebut penting agar penyampaian informasi kelembagaan dapat terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.
Dengan komunikasi publik yang efektif, Bawaslu tidak hanya menyampaikan informasi mengenai kegiatan kelembagaan, tetapi juga membangun ruang edukasi yang dapat mendorong masyarakat semakin memahami peran pengawasan Pemilu. Informasi yang disajikan secara menarik, akurat, dan mudah dipahami diharapkan mampu memperkuat kesadaran publik akan pentingnya pengawasan partisipatif dalam menjaga integritas demokrasi.
Melalui penguatan kapasitas kehumasan ini, Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah terus berupaya meningkatkan kualitas publikasi dan pemberitaan sebagai bagian dari komitmen menghadirkan informasi yang transparan, informatif, dan bertanggung jawab. Dengan memadukan kreativitas desain, ketepatan substansi, serta strategi komunikasi yang tepat, penyampaian informasi kelembagaan diharapkan semakin efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Partisipasi Harmono dalam kegiatan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas secara berkelanjutan dalam mendukung pelaksanaan tugas Bawaslu, khususnya pada bidang pencegahan, hubungan masyarakat, dan partisipasi masyarakat. Melalui pengelolaan informasi yang semakin baik, Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah diharapkan dapat terus memperkuat komunikasi dengan publik, memperluas jangkauan edukasi kepemiluan, serta mendukung terwujudnya pengawasan Pemilu yang berintegritas, transparan, dan partisipatif.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T