Lompat ke isi utama

Berita

KPU LAMPUNG TENGAH GELAR BEDAH BUKU SERI 2, GUNARTO SAMPAIKAN SAMBUTAN DAN BUKA KEGIATAN

r

Ketua KPU Lampung Tengah Gunarto Buka Bedah Buku Seri 2 tentang Kesetaraan Nilai Suara

Lampung Tengah, 30 September 2026 — Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lampung Tengah Gunarto memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Bedah Buku Seri 2 dengan judul buku “Seri Demokrasi Elektoral: Menyetarakan Nilai Suara: Jumlah dan Alokasi Kursi DPR ke Provinsi”. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu, 30 September 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan Bedah Buku Seri 2 menjadi salah satu ruang diskusi untuk memperluas wawasan dan pemahaman mengenai demokrasi elektoral, khususnya terkait dengan pembahasan kesetaraan nilai suara, jumlah penduduk, serta alokasi kursi DPR ke provinsi sebagai bagian dari sistem representasi dalam demokrasi.

Dalam sambutannya, Gunarto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan bedah buku yang menghadirkan perspektif akademik dan praktis mengenai berbagai aspek kepemiluan. Menurutnya, forum diskusi dan kajian seperti ini memiliki arti penting dalam memperkaya pengetahuan mengenai sistem pemilu serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan representasi politik.

Gunarto kemudian secara resmi membuka kegiatan Bedah Buku Seri 2. Pembukaan tersebut menandai dimulainya rangkaian pembahasan yang menghadirkan akademisi, jajaran penyelenggara pemilu, serta peserta yang mengikuti kegiatan secara daring.

Kegiatan ini mengambil tema yang berkaitan erat dengan salah satu aspek penting dalam demokrasi elektoral, yakni bagaimana suara masyarakat ditempatkan dalam sistem representasi melalui jumlah dan alokasi kursi DPR ke provinsi.

Pembahasan mengenai kesetaraan nilai suara menjadi penting karena penyelenggaraan demokrasi tidak hanya berkaitan dengan proses pemberian suara oleh masyarakat, tetapi juga dengan bagaimana suara tersebut berada dalam kerangka representasi politik. Oleh karena itu, pemahaman terhadap sistem dan mekanisme alokasi kursi menjadi bagian dari pengetahuan kepemiluan yang perlu terus dikembangkan.

Dalam sambutannya, Gunarto juga menekankan pentingnya membangun budaya diskusi dan pembelajaran di lingkungan penyelenggara pemilu. Perkembangan sistem demokrasi dan kepemiluan membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki pemahaman memadai terhadap berbagai aspek teknis maupun substantif dalam penyelenggaraan pemilu.

Forum bedah buku menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman praktis penyelenggaraan pemilu. Melalui diskusi yang terbuka dan konstruktif, peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai berbagai isu yang berkaitan dengan demokrasi elektoral.

Membuka Ruang Pembelajaran Kepemiluan

Kegiatan Bedah Buku Seri 2 menghadirkan A. Syarifudin, M.H., Dosen Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung, sebagai narasumber utama. Kehadiran akademisi dalam forum tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif keilmuan dalam membahas substansi buku sekaligus memberikan pemahaman mengenai konsep kesetaraan nilai suara dan representasi politik.

Selain narasumber, kegiatan juga menghadirkan sejumlah panelis dari jajaran KPU Kabupaten Lampung Tengah, yaitu Achmad Paksi Firdaus, Siti Marfuah Darojati, dan Valentin Resti Irawati BR. Manjuntak.

Sementara itu, kegiatan dipandu oleh Samsudin Tohir, Anggota KPU Kabupaten Lampung Tengah Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu, selaku moderator.

Rangkaian tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, tetapi juga mengikuti pembahasan dari berbagai perspektif. Diskusi antara akademisi dan penyelenggara pemilu diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai isu yang dibahas dalam buku.

Sebelum memasuki sesi utama, kegiatan juga diisi dengan opening speech oleh Febri Indra Kurniawan, Anggota KPU Provinsi Lampung. Kehadiran unsur KPU Provinsi Lampung turut memperkuat ruang pertukaran pengetahuan mengenai berbagai persoalan dalam penyelenggaraan demokrasi elektoral.

Kesetaraan Nilai Suara dalam Demokrasi Elektoral

Buku “Menyetarakan Nilai Suara: Jumlah dan Alokasi Kursi DPR ke Provinsi” menjadi bahan utama diskusi dalam kegiatan tersebut. Tema yang diangkat memiliki keterkaitan dengan persoalan representasi masyarakat dalam lembaga perwakilan.

Dalam sistem demokrasi perwakilan, suara masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pembentukan lembaga legislatif. Karena itu, pembahasan mengenai jumlah dan alokasi kursi menjadi salah satu aspek yang perlu dipahami dalam melihat bagaimana representasi politik dibangun.

Melalui kegiatan bedah buku, peserta diajak untuk melihat persoalan tersebut dari perspektif yang lebih luas. Pembahasan tidak hanya menyentuh persoalan angka dan jumlah kursi, tetapi juga bagaimana sistem representasi dapat dipahami sebagai bagian dari proses demokrasi elektoral.

Gunarto sebagai Ketua KPU Kabupaten Lampung Tengah membuka kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap forum pembelajaran yang dapat memperkaya pemahaman mengenai kepemiluan.

Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat menjadi ruang untuk meningkatkan kapasitas jajaran penyelenggara pemilu sekaligus mendorong tumbuhnya budaya membaca, mengkaji, dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan kepemiluan.

Pentingnya Pemahaman Berbasis Pengetahuan

Penyelenggaraan pemilu memiliki berbagai tahapan dan aspek teknis yang saling berkaitan. Oleh karena itu, pemahaman yang baik terhadap sistem pemilu diperlukan agar setiap pihak yang terlibat dapat menjalankan perannya sesuai dengan ketentuan dan kewenangan masing-masing.

Bedah buku juga menjadi sarana untuk mempertemukan pengetahuan yang bersumber dari kajian akademik dengan pengalaman penyelenggaraan pemilu di lapangan.

Melalui forum seperti ini, peserta dapat memperoleh perspektif mengenai berbagai tantangan dan dinamika yang berkaitan dengan demokrasi elektoral. Pengetahuan tersebut dapat menjadi bahan pengayaan dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan maupun pengawasan pemilu.

Bagi penyelenggara pemilu, peningkatan kapasitas tidak hanya dilakukan melalui kegiatan teknis yang berkaitan langsung dengan tahapan pemilu, tetapi juga melalui diskusi, kajian, seminar, bedah buku, dan berbagai bentuk pembelajaran lainnya.

Hal tersebut menjadi penting karena dinamika kepemiluan terus berkembang. Setiap persoalan membutuhkan pemahaman yang komprehensif agar dapat ditempatkan dalam konteks sistem pemilu dan kerangka hukum yang berlaku.

Mendorong Diskusi Demokrasi yang Konstruktif

Kegiatan Bedah Buku Seri 2 juga menjadi ruang untuk mendorong diskusi mengenai demokrasi secara lebih konstruktif. Perbedaan perspektif dalam sebuah forum akademik merupakan bagian dari proses pembelajaran yang dapat memperkaya pemahaman peserta.

Dengan menghadirkan narasumber akademisi dan panelis dari jajaran penyelenggara pemilu, kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk melihat isu kesetaraan nilai suara dan alokasi kursi dari berbagai sudut pandang.

Diskusi yang berlangsung diharapkan dapat mendorong peserta untuk memahami bahwa demokrasi elektoral memiliki berbagai dimensi yang saling berkaitan, mulai dari sistem pemilu, representasi, jumlah penduduk, alokasi kursi, hingga partisipasi masyarakat.

Pemahaman tersebut pada akhirnya dapat membantu membangun perspektif yang lebih utuh mengenai penyelenggaraan pemilu dan demokrasi di Indonesia.

Perkuat Sinergi dan Kapasitas Penyelenggara Pemilu

Gunarto dalam kesempatan tersebut juga membuka ruang bagi seluruh peserta untuk mengikuti rangkaian kegiatan secara aktif. Bedah buku diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat dilanjutkan dengan pertukaran gagasan dan pengetahuan.

Sinergi antara KPU, Bawaslu, akademisi, serta berbagai unsur yang memiliki perhatian terhadap kepemiluan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem demokrasi yang berbasis pengetahuan.

Masing-masing lembaga memiliki tugas dan kewenangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Karena itu, forum komunikasi dan pembelajaran bersama dapat menjadi sarana untuk memperluas wawasan sekaligus memahami berbagai perspektif dalam penyelenggaraan pemilu.

Kehadiran Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman terhadap berbagai aspek kepemiluan. Pengetahuan mengenai sistem demokrasi elektoral dapat menjadi salah satu bagian dari pengembangan kapasitas dalam menjalankan tugas pengawasan.

Menjadikan Bedah Buku sebagai Ruang Literasi Demokrasi

Lebih jauh, kegiatan bedah buku dapat dimaknai sebagai bagian dari upaya membangun literasi demokrasi. Demokrasi membutuhkan masyarakat dan penyelenggara yang memiliki pengetahuan mengenai bagaimana sistem demokrasi bekerja.

Literasi demokrasi tidak hanya berkaitan dengan pemahaman mengenai hak untuk memilih, tetapi juga mencakup pemahaman terhadap sistem pemilu, representasi politik, kelembagaan penyelenggara pemilu, serta berbagai ketentuan yang mengatur pelaksanaan pemilu.

Dengan semakin banyaknya ruang diskusi dan kajian mengenai demokrasi elektoral, diharapkan pemahaman terhadap pemilu dapat berkembang secara lebih objektif dan berbasis pengetahuan.

Kegiatan Bedah Buku Seri 2 yang dibuka oleh Gunarto menjadi salah satu bagian dari ruang pembelajaran tersebut. Melalui pembahasan buku “Menyetarakan Nilai Suara: Jumlah dan Alokasi Kursi DPR ke Provinsi”, peserta mendapatkan kesempatan untuk memahami salah satu aspek penting dalam sistem representasi politik.

Gunarto juga berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta dan menjadi bagian dari penguatan kapasitas kelembagaan penyelenggara pemilu.

Dengan terselenggaranya kegiatan Bedah Buku Seri 2 secara daring pada Rabu, 30 September 2026, KPU Kabupaten Lampung Tengah terus membuka ruang pembelajaran dan diskusi mengenai berbagai isu demokrasi elektoral.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya membangun budaya literasi, diskusi, dan kajian dalam memahami berbagai persoalan kepemiluan. Pengetahuan yang diperoleh melalui forum tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan pemahaman terhadap sistem pemilu dan demokrasi.

Pembukaan kegiatan oleh Gunarto selaku Ketua KPU Kabupaten Lampung Tengah menjadi awal dari rangkaian diskusi yang menghadirkan perspektif akademik dan praktis. Melalui forum tersebut, peserta diharapkan dapat mengikuti pembahasan secara aktif dan memperoleh pengetahuan yang bermanfaat dalam memahami dinamika demokrasi elektoral.

r

 

r

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T