LEWAT PROGRAM GOES TO SCHOOL, BAWASLU LAMPUNG TENGAH TANAMKAN PENDIDIKAN POLITIK SEJAK DINI
|
Dalam rangka meningkatkan literasi politik dan mendorong partisipasi demokrasi di kalangan generasi muda, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah kembali melaksanakan program Bawaslu Goes to School. Kegiatan bertema “Sosialisasi Edukasi Politik kepada Pemilih Pemula” tersebut digelar di SMA Wahid Hasyim Al-Hasaniyyah, Kampung Rukti Basuki, Kecamatan Rumbia, pada Kamis (4/12).
Program yang dikemas dalam bentuk dialog interaktif ini menjadi salah satu strategi Bawaslu dalam melakukan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif (Soswatif) yang menyasar pelajar tingkat menengah atas. Melalui pendekatan langsung kepada siswa, Bawaslu berharap generasi muda dapat memahami pentingnya peran mereka dalam mewujudkan Pemilu yang berintegritas.
Ketua Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Yuli Efendi, S.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa pemilih pemula merupakan kelompok strategis dalam proses demokrasi. Menurutnya, kesadaran politik harus ditanamkan sejak dini agar generasi muda tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga turut aktif mengawasi jalannya Pemilu.
“Anak-anak muda adalah penentu masa depan bangsa. Mereka harus memiliki pemahaman yang benar mengenai demokrasi dan pentingnya berpartisipasi secara aktif dalam Pemilu. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong pemilih pemula agar tidak hanya datang ke TPS, tetapi juga mampu mengenali potensi pelanggaran dan ikut menjaga proses demokrasi,” ujar Yuli Efendi.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Heru Sando, menjelaskan bahwa pendidikan politik bagi pemilih pemula merupakan investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang kritis dan berintegritas. Ia menekankan bahwa generasi muda harus diberi ruang untuk memahami hak serta kewajibannya sebagai warga negara.
Turut hadir sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, Koordinator Divisi Pencegahan, Humas, dan Parmas Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Harmono. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan berbagai bentuk potensi pelanggaran Pemilu yang mungkin terjadi serta bagaimana pemilih pemula dapat berperan dalam pengawasan partisipatif.
“Kami ingin siswa mengetahui bahwa menjaga kualitas demokrasi bukan hanya tugas penyelenggara Pemilu. Pemilih juga memiliki peran penting dalam memastikan setiap proses berjalan jujur, adil, dan transparan,” jelas Harmono dalam sesi dialog.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari pihak sekolah maupun para siswa. Para peserta mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya peran pemilih pemula dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan. Interaksi yang terjadi selama sesi tanya jawab pun menunjukkan antusiasme tinggi, terutama terkait isu-isu politik yang dekat dengan kehidupan generasi muda.
Pihak sekolah menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu atas terlaksananya program tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Dengan adanya edukasi politik sejak bangku sekolah, mereka percaya para siswa dapat tumbuh sebagai generasi yang lebih sadar akan demokrasi dan mampu berkontribusi dalam menjaga kualitas Pemilu di masa mendatang.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah yang telah memilih sekolah kami sebagai tempat pelaksanaan sosialisasi ini. Edukasi politik seperti ini sangat penting untuk membentuk pemahaman siswa mengenai demokrasi sejak dini. Dengan penjelasan yang disampaikan secara interaktif, anak-anak menjadi lebih mengerti bagaimana peran mereka sebagai pemilih pemula dalam menjaga jalannya Pemilu yang jujur dan berintegritas,” ujar Kepala SMA Wahid Hasyim Alhasaniyyah Ida Luqmana sari S.Pd.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pelajar di wilayah Lampung Tengah.
“Kami melihat antusiasme siswa sangat tinggi. Mereka mendapatkan pengetahuan baru yang mungkin selama ini belum mereka pahami dengan baik. Semoga program seperti ini dapat terus dilakukan secara berkala, karena generasi muda perlu dibekali literasi politik agar dapat menjadi warga negara yang cerdas dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Melalui kegiatan Bawaslu Goes to School ini, Bawaslu Lampung Tengah menegaskan komitmennya dalam membangun budaya politik yang sehat, memperkuat partisipasi publik, serta mencetak generasi muda yang tidak hanya melek politik, tetapi juga siap mengawal setiap proses demokrasi demi terwujudnya pemilu yang berintegritas.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T