Lompat ke isi utama

Berita

MEMBANGUN NEGERI DENGAN DATA PRESISI, LUKITO HADI SUMARTO TEKANKAN PENTINGNYA AKURASI INFORMASI

r

Koordinator Sekretariat Bawaslu Lampung Tengah Lukito Hadi Sumarto Ucapkan Selamat Hari Informasi Geospasial Indonesia 2026, Membangun Negeri dengan Data Presisi

Lampung Tengah – Koordinator Sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah, Lukito Hadi Sumarto, mengucapkan Selamat Hari Informasi Geospasial Indonesia yang diperingati pada 17 Oktober 2026. Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya data dan informasi geospasial yang akurat, mutakhir, serta dapat dipertanggungjawabkan dalam mendukung pembangunan nasional, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik.

Mengusung tema “Membangun Negeri dengan Data Presisi”, Lukito Hadi Sumarto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk semakin memahami peran penting data dalam menentukan arah pembangunan dan mendukung pengambilan keputusan yang tepat. Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, data berkualitas menjadi salah satu kebutuhan utama dalam mewujudkan perencanaan yang efektif, pelaksanaan program yang terukur, serta evaluasi yang objektif.

Menurut Lukito, informasi geospasial memiliki peranan strategis karena mampu memberikan gambaran mengenai posisi, kondisi, dan karakteristik suatu wilayah melalui berbagai bentuk informasi, seperti peta, koordinat, citra, serta data berbasis lokasi. Informasi tersebut dapat digunakan untuk mendukung perencanaan pembangunan infrastruktur, penataan ruang, pengelolaan sumber daya alam, mitigasi bencana, hingga peningkatan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.

“Selamat Hari Informasi Geospasial Indonesia, 17 Oktober 2026. Mari kita jadikan momentum ini untuk semakin menyadari pentingnya data yang akurat dan terpercaya dalam membangun negeri. Dengan semangat ‘Membangun Negeri dengan Data Presisi’, kita berharap pemanfaatan data dapat semakin mendukung perencanaan yang tepat, pelayanan publik yang berkualitas, serta pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Lukito Hadi Sumarto.

Ia menegaskan bahwa data yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh jumlah informasi yang tersedia, tetapi juga oleh tingkat keakuratan, kelengkapan, kemutakhiran, dan kejelasan sumbernya. Oleh karena itu, pengelolaan data harus dilakukan secara sistematis dan bertanggung jawab agar informasi yang digunakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan serta dapat menjadi dasar yang kuat dalam pengambilan keputusan.

Lukito juga menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital telah membuka peluang yang semakin luas bagi pemanfaatan data dalam berbagai bidang. Melalui dukungan teknologi yang tepat, informasi dapat diolah dan disajikan secara lebih cepat, terstruktur, serta mudah dipahami. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan ketelitian dalam memeriksa kebenaran data dan memastikan bahwa informasi yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam lingkungan kelembagaan, budaya kerja berbasis data merupakan salah satu unsur penting untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas. Setiap kegiatan yang dilaksanakan perlu didukung oleh administrasi yang tertib, dokumentasi yang lengkap, serta laporan yang disusun berdasarkan informasi yang benar. Dengan demikian, proses kerja dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan mudah dievaluasi.

Sebagai Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Lukito memandang bahwa ketertiban administrasi dan pengelolaan informasi memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas pengawasan pemilu. Dukungan sekretariat melalui pengelolaan administrasi, dokumentasi, pelaporan, dan penyediaan informasi yang diperlukan menjadi bagian dari upaya memperkuat kinerja kelembagaan.

Menurutnya, pengelolaan data yang baik dapat membantu organisasi memahami perkembangan pelaksanaan program, mengidentifikasi kebutuhan, serta menyusun langkah perbaikan berdasarkan informasi yang tersedia. Karena itu, setiap jajaran kelembagaan perlu membangun kebiasaan bekerja secara cermat, menjaga konsistensi pencatatan, dan memastikan bahwa dokumen maupun laporan yang dihasilkan memenuhi prinsip akurasi dan akuntabilitas.

“Data dan administrasi yang tertib merupakan bagian penting dalam mendukung kinerja organisasi. Setiap informasi yang dicatat dan dilaporkan harus disusun secara cermat, diperiksa kebenarannya, serta dapat dipertanggungjawabkan. Dengan pengelolaan data yang baik, pelaksanaan tugas kelembagaan dapat berjalan lebih efektif dan mendukung tercapainya tujuan organisasi,” ungkap Lukito.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa semangat Hari Informasi Geospasial Indonesia juga relevan dengan upaya meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan di era digital. Pemanfaatan teknologi informasi perlu diarahkan untuk mendukung efisiensi kerja, memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas dokumentasi, serta memudahkan proses pemantauan dan evaluasi kegiatan.

Dalam pelaksanaan tugas Bawaslu, informasi yang akurat menjadi salah satu unsur pendukung bagi penyelenggaraan pengawasan yang profesional dan bertanggung jawab. Data yang terkelola dengan baik dapat membantu proses penyusunan laporan kegiatan, pengarsipan dokumen, pengelolaan informasi publik, serta penyediaan bahan pendukung bagi pimpinan dalam menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Lukito menilai bahwa kemajuan suatu lembaga tidak hanya ditentukan oleh tersedianya fasilitas dan teknologi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya. Aparatur perlu memiliki kemampuan untuk memahami informasi, mengoperasikan sistem yang digunakan, menjaga keamanan dokumen, serta memastikan bahwa data dipergunakan sesuai kewenangan dan kebutuhan organisasi.

Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan data dan teknologi informasi perlu terus didorong. Pemahaman yang baik mengenai pentingnya akurasi data akan membantu membentuk budaya kerja yang lebih disiplin, profesional, transparan, dan berorientasi pada hasil.

Ia juga mengingatkan bahwa informasi yang akurat harus diimbangi dengan tanggung jawab dalam penyampaian kepada masyarakat. Di tengah derasnya arus informasi melalui berbagai platform digital, setiap pihak perlu memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya. Sikap kritis terhadap sumber data menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran informasi yang keliru dan menjaga kualitas ruang informasi publik.

Menurut Lukito, masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung terciptanya ekosistem informasi yang sehat. Kesadaran untuk menggunakan data yang benar, menghargai proses verifikasi, dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya merupakan bentuk kontribusi nyata dalam membangun kehidupan sosial yang lebih cerdas dan bertanggung jawab.

“Pemanfaatan teknologi dan data harus diiringi dengan integritas. Kita perlu memastikan bahwa informasi yang digunakan maupun disampaikan bersumber dari data yang jelas dan dapat dipercaya. Dengan demikian, teknologi tidak hanya mempermudah pekerjaan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pelayanan publik dan pembangunan bangsa,” tambahnya.

Dalam konteks pembangunan nasional, informasi geospasial dapat membantu pemerintah dan pemangku kepentingan memahami kebutuhan suatu wilayah secara lebih komprehensif. Ketersediaan data yang tepat dapat mendukung penentuan prioritas pembangunan, pemetaan potensi daerah, serta penyusunan program yang lebih sesuai dengan kondisi masyarakat. Pemanfaatan informasi tersebut secara optimal diharapkan dapat mendorong pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan.

Lukito berharap peringatan Hari Informasi Geospasial Indonesia pada 17 Oktober 2026 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus memperbaiki kualitas pengelolaan data dalam berbagai aspek kehidupan. Semangat membangun negeri dengan data presisi perlu diwujudkan melalui kerja nyata, kolaborasi lintas sektor, peningkatan kompetensi, dan komitmen bersama untuk mengutamakan informasi yang benar.

Ia mengajak seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah untuk terus meningkatkan ketelitian dalam menjalankan tugas administrasi dan kesekretariatan, memperkuat budaya dokumentasi, serta memanfaatkan teknologi informasi secara tepat guna. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas pengawasan pemilu sekaligus memperkuat kualitas pelayanan dan akuntabilitas kelembagaan.

Peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga negara, akademisi, tenaga profesional, dan masyarakat dalam mengembangkan pemanfaatan data yang bermanfaat bagi kepentingan bersama. Melalui kolaborasi yang baik, data dapat menjadi sumber pengetahuan yang membantu menjawab tantangan pembangunan dan mendukung terciptanya kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Bagi Lukito, membangun negeri dengan data presisi berarti menempatkan kebenaran informasi sebagai dasar dalam bekerja, merencanakan program, memberikan pelayanan, dan mengambil keputusan. Prinsip tersebut perlu diterapkan secara konsisten agar setiap upaya pembangunan dan penguatan kelembagaan memiliki landasan informasi yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menutup pesannya, Lukito Hadi Sumarto mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap kualitas data dan informasi, memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak, serta terus mendukung pembangunan Indonesia melalui kontribusi sesuai bidang masing-masing.

“Semoga Hari Informasi Geospasial Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kita dalam membangun budaya kerja berbasis data yang akurat, transparan, dan bertanggung jawab. Mari kita manfaatkan informasi dan teknologi untuk mendukung kemajuan bangsa, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mewujudkan pembangunan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat,” tutup Lukito Hadi Sumarto.

Melalui momentum Hari Informasi Geospasial Indonesia 2026, Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah berharap semangat akurasi, integritas, dan tanggung jawab dalam pengelolaan informasi semakin mengakar di setiap lini organisasi dan kehidupan masyarakat. Dengan data yang berkualitas, kolaborasi yang kuat, serta sumber daya manusia yang kompeten, Indonesia diharapkan mampu melangkah menuju masa depan yang semakin maju dan berkelanjutan.

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T