MOMENTUM HARI MUSEUM NASIONAL, IMAM NUROHIM DORONG PENGUATAN LITERASI SEJARAH
|
Lampung Tengah – Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah, Imam Nurohim, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Museum Nasional yang jatuh pada 12 Oktober 2026. Momentum peringatan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat untuk terus menghargai sejarah, menjaga warisan budaya, serta memperkuat kesadaran akan pentingnya melestarikan peninggalan berharga yang menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia.
Hari Museum Nasional merupakan momentum untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap keberadaan museum sebagai lembaga yang berperan dalam menjaga, merawat, mengembangkan, dan menyampaikan informasi mengenai berbagai peninggalan sejarah serta kebudayaan. Museum bukan sekadar tempat menyimpan benda-benda bersejarah, melainkan juga ruang pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal perjalanan bangsa, memahami nilai-nilai perjuangan, dan mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa masa lalu.
Dalam momentum tersebut, Imam Nurohim mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin peduli terhadap pelestarian sejarah dan budaya Indonesia. Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter, memperkuat rasa cinta tanah air, serta menumbuhkan sikap menghargai keberagaman yang menjadi kekayaan bangsa.
“Selamat Hari Museum Nasional 12 Oktober 2026. Mari kita jadikan momentum ini untuk meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian sejarah dan budaya bangsa. Museum memiliki peran penting dalam menjaga memori kolektif masyarakat, memperkenalkan perjalanan bangsa kepada generasi penerus, serta menanamkan nilai-nilai luhur yang harus terus kita jaga bersama,” ujar Imam Nurohim.
Ia menilai, keberadaan museum memiliki nilai strategis dalam mendukung pendidikan masyarakat. Melalui berbagai koleksi, dokumentasi, dan informasi yang disajikan, museum dapat menjadi sumber pengetahuan yang membantu masyarakat memahami perkembangan kehidupan sosial, budaya, ilmu pengetahuan, hingga perjalanan sejarah bangsa Indonesia dari masa ke masa.
Menurut Imam, pengetahuan sejarah tidak seharusnya hanya diperoleh melalui buku pelajaran atau ruang kelas. Masyarakat juga perlu mendapatkan pengalaman belajar secara langsung melalui kunjungan ke museum, pengamatan terhadap benda-benda bersejarah, serta pemahaman mengenai kisah dan nilai yang terkandung di balik setiap peninggalan. Dengan demikian, sejarah dapat dipahami secara lebih dekat, menarik, dan bermakna bagi kehidupan sehari-hari.
Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga, lembaga pendidikan, komunitas, dan pemerintah dalam mengenalkan museum kepada generasi muda. Berbagai upaya edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu menumbuhkan minat generasi penerus untuk mempelajari sejarah, menghargai kebudayaan, dan memiliki kesadaran untuk menjaga peninggalan bangsa agar tidak hilang akibat perkembangan zaman.
“Generasi muda perlu memahami bahwa setiap peninggalan sejarah memiliki cerita dan nilai yang berharga. Dari sejarah, kita belajar mengenai perjuangan, pengorbanan, persatuan, serta berbagai pengalaman yang membentuk bangsa Indonesia hingga saat ini. Karena itu, menjaga dan mempelajari sejarah bukan hanya tugas pemerintah atau pengelola museum, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.
Lebih lanjut, Imam menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi pada era digital perlu dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan sejarah dan kebudayaan. Pemanfaatan media digital, publikasi edukatif, dokumentasi, serta penyebarluasan informasi melalui berbagai platform dapat menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan museum kepada masyarakat yang lebih luas.
Menurutnya, inovasi dalam penyampaian informasi dapat membantu menjadikan museum semakin dekat dengan kehidupan masyarakat, terutama bagi generasi muda yang akrab dengan teknologi digital. Dengan penyajian informasi yang menarik dan mudah dipahami, nilai-nilai sejarah diharapkan dapat tersampaikan secara lebih efektif sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran untuk melestarikan warisan budaya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kemudahan memperoleh informasi harus diimbangi dengan sikap kritis dan tanggung jawab dalam memahami serta menyebarluaskan informasi sejarah. Masyarakat perlu membiasakan diri untuk memeriksa sumber informasi, memahami konteks suatu peristiwa, dan menghindari penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, perkembangan teknologi dapat menjadi sarana yang mendukung edukasi dan pelestarian sejarah, bukan justru menimbulkan kesalahpahaman terhadap fakta masa lalu.
Sebagai Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Imam Nurohim juga menilai bahwa kesadaran terhadap pentingnya dokumentasi dan pengelolaan informasi memiliki relevansi dalam pelaksanaan tugas kelembagaan. Informasi yang dikelola secara tertib, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga publik.
Dalam konteks pengawasan pemilihan umum, dokumentasi dan informasi memiliki peran penting untuk mendukung pelaksanaan tugas secara profesional, transparan, dan akuntabel. Setiap informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan pengawasan perlu dikelola dengan cermat sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga dapat mendukung proses penanganan pelanggaran serta menjadi bagian dari pertanggungjawaban kelembagaan.
Nilai penting dokumentasi tersebut juga mengingatkan bahwa setiap peristiwa memiliki arti bagi perjalanan suatu lembaga maupun masyarakat. Sebagaimana museum merawat dan menyampaikan jejak sejarah kepada generasi berikutnya, pengelolaan informasi yang baik turut membantu menjaga rekam jejak, mendukung pembelajaran, serta menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pada masa mendatang.
Imam menegaskan bahwa pelestarian sejarah dan penguatan budaya literasi harus berjalan beriringan dengan pembangunan karakter masyarakat yang menjunjung tinggi kejujuran, integritas, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut dibutuhkan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam membangun demokrasi yang berkualitas dan memperkuat kesadaran masyarakat terhadap aturan yang berlaku.
Menurutnya, masyarakat yang memahami sejarah dan menghargai warisan bangsa diharapkan mampu mengambil pelajaran dari pengalaman masa lalu untuk menghadapi tantangan masa kini. Sikap menghargai fakta, menjaga persatuan, dan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi merupakan nilai-nilai yang penting untuk terus ditumbuhkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Bagi kita semua, sejarah bukan sekadar cerita tentang masa lalu, melainkan sumber pembelajaran untuk membangun masa depan. Semangat menghargai sejarah perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari menjaga peninggalan budaya, meningkatkan literasi, menghormati keberagaman, hingga membangun sikap bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Ia juga berharap agar museum di berbagai daerah terus mendapatkan perhatian dan dukungan dari masyarakat. Museum daerah memiliki peran penting dalam memperkenalkan sejarah lokal, tradisi, tokoh, serta perkembangan kebudayaan yang menjadi bagian dari kekayaan nasional. Melalui pelestarian sejarah lokal, masyarakat dapat mengenal akar budayanya sekaligus memahami bahwa keberagaman daerah merupakan unsur penting yang memperkuat identitas Indonesia.
Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan kebudayaan dan edukasi sejarah perlu terus ditingkatkan. Kunjungan ke museum, partisipasi dalam kegiatan literasi sejarah, serta pengenalan warisan budaya kepada anak-anak merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak positif dalam menjaga keberlanjutan pengetahuan antargenerasi.
Peringatan Hari Museum Nasional 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam merawat warisan sejarah dan budaya. Kesadaran tersebut perlu diwujudkan melalui kepedulian nyata, baik dalam menjaga benda bersejarah, menghormati situs budaya, mendukung kegiatan edukasi, maupun menyebarkan informasi yang benar mengenai perjalanan bangsa.
Imam Nurohim mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Lampung Tengah untuk mengambil bagian dalam upaya tersebut sesuai dengan kemampuan masing-masing. Menurutnya, pelestarian warisan bangsa akan semakin kuat apabila dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, dengan menempatkan sejarah dan kebudayaan sebagai kekayaan bersama yang harus dijaga untuk kepentingan generasi sekarang dan generasi mendatang.
“Selamat Hari Museum Nasional 2026. Mari bersama-sama menjaga warisan sejarah, melestarikan kebudayaan, dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa kepada generasi penerus. Dengan memahami sejarah, kita dapat menghargai perjuangan para pendahulu, memperkuat persatuan, serta membangun masa depan Indonesia yang lebih baik,” tutup Imam Nurohim.
Melalui momentum Hari Museum Nasional yang diperingati setiap 12 Oktober, Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah turut mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap nilai-nilai sejarah, kebudayaan, dan pentingnya menjaga dokumentasi sebagai bagian dari memori kolektif bangsa. Semangat pelestarian tersebut diharapkan sejalan dengan penguatan literasi, integritas, tanggung jawab, dan kesadaran masyarakat dalam kehidupan demokrasi.
Dengan menjaga warisan masa lalu, masyarakat tidak hanya melestarikan benda dan cerita bersejarah, tetapi juga meneruskan nilai-nilai luhur yang menjadi landasan dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Museum diharapkan terus menjadi ruang pembelajaran yang inspiratif, tempat sejarah tetap hidup, dan jembatan pengetahuan yang menghubungkan generasi masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T