Lompat ke isi utama

Berita

PENDAFTARAN P2P 2026 DIBUKA, BAWASLU LAMPUNG TENGAH AJAK MASYARAKAT JADI PENGAWAS PARTISIPATIF

R

Bawaslu Lampung Tengah Resmi Buka P2P 2026, Dorong Partisipasi Publik Awasi Pemilu

Pendaftaran Pengawas Partisipatif (P2P) tahun 2026 resmi dibuka. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut ambil bagian dalam mengawal jalannya demokrasi melalui peran aktif sebagai pengawas partisipatif.

Ketua Bawaslu Lampung Tengah Yuli Efendi,S.H menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu menjadi salah satu kunci penting dalam menciptakan proses demokrasi yang jujur, adil, dan transparan. Menurutnya, pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga resmi, tetapi juga membutuhkan partisipasi luas dari masyarakat.

“P2P ini adalah ruang bagi masyarakat untuk ikut serta mengawasi setiap tahapan pemilu. Kami ingin memastikan bahwa semua proses berjalan sesuai aturan, bebas dari pelanggaran, dan benar-benar mencerminkan kedaulatan rakyat,” ujarnya.

Program Pengawas Partisipatif (P2P) sendiri merupakan inisiatif Bawaslu untuk meningkatkan kesadaran publik sekaligus memperluas jangkauan pengawasan. Dengan adanya relawan pengawas dari berbagai latar belakang, diharapkan potensi pelanggaran dapat lebih cepat terdeteksi dan ditindaklanjuti.

Bawaslu Lampung Tengah menargetkan partisipasi dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pemuda, tokoh masyarakat, hingga komunitas lokal. Mereka diharapkan dapat menjadi agen pengawasan di lingkungan masing-masing, sekaligus membantu menyosialisasikan pentingnya pemilu yang bersih dan berintegritas.

Selain itu, para peserta P2P nantinya akan mendapatkan pembekalan terkait tugas dan fungsi pengawasan, termasuk pemahaman tentang jenis-jenis pelanggaran pemilu, mekanisme pelaporan, serta etika dalam melakukan pengawasan. Hal ini penting agar para pengawas partisipatif dapat menjalankan perannya secara efektif dan bertanggung jawab.

“Tidak perlu ragu untuk mendaftar. Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang peduli terhadap demokrasi. Ini adalah bentuk kontribusi nyata dalam menjaga kualitas pemilu,” tambahnya.

Pendaftaran P2P 2026 dilakukan secara terbuka dan transparan, dengan proses seleksi yang mempertimbangkan komitmen serta integritas calon peserta. Bawaslu juga memastikan bahwa seluruh tahapan pendaftaran dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat, baik melalui platform daring maupun langsung ke kantor Bawaslu setempat.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini diperkirakan akan meningkat, seiring dengan semakin tingginya kesadaran publik terhadap pentingnya pengawasan pemilu. Dalam beberapa tahun terakhir, partisipasi masyarakat dalam pengawasan menunjukkan tren positif, yang berdampak pada menurunnya angka pelanggaran di sejumlah wilayah.

Bawaslu Lampung Tengah berharap, melalui P2P 2026, kualitas demokrasi di daerah dapat semakin meningkat. Dengan adanya sinergi antara penyelenggara pemilu dan masyarakat, diharapkan setiap tahapan pemilu dapat berlangsung secara lebih transparan, akuntabel, dan terpercaya.

“Demokrasi yang kuat lahir dari pengawasan yang kuat. Mari bersama-sama kita jaga integritas pemilu dengan menjadi bagian dari pengawas partisipatif,” tutupnya.

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T