PENTINGNYA PENDIDIKAN POLITIK SEBAGAI FONDASI PARTISIPASI DEMOKRASI, BAWASLU KABUPATEN LAMPUNG TENGAH KEMBALI MENGGELAR KEGIATAN BAWASLU GOES TO SCHOOL
|
Dalam rangka meningkatkan literasi politik dalam partisipasi demokrasi di kalangan generasi muda, Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah kembali menggelar kegiatan Bawaslu Goes to School bertema Sosialisasi Edukasi Politik kepada Pemilih Pemula di MA Maarif 09 Kota Gajah, Senin (28/7). Kegiatan ini dikemas dalam bentuk dialog interaktif.
Kegiatan ini menjadi salah satu strategi Sosialisasi Pengawasan Partisipatif (Soswatif) yang menyasar kalangan pelajar menengah tingkat atas.
Ketua Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah Yuli Efendi, S.H, mengatakan akan pentingnya menanamkan kesadaran politik sejak dini kepada generasi muda. Pemilih pemula itu kelompok strategis dalam proses demokrasi.
Yuli juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi, toleransi, dan tanggung jawab dalam proses pemilu. Yuli mendorong para siswa untuk aktif mencari informasi dari sumber yang sah seperti KPU, Bawaslu, dan lembaga pendidikan. Menurut Yuli, literasi politik sejak dini akan membentuk karakter pemilih yang kritis dan berintegritas.
“Jangan hanya menunggu informasi, tapi aktiflah mencari dan bertanya. Demokrasi butuh partisipasi aktif dari generasi muda,” ucap Yuli.
Hal senada diungkapkan Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kabupatepn Lampung Tengah, Heru Sando, yang turut memberikan materi terkait pentingnya menjadi pemilih yang rasional. “Kami mengajak para siswa untuk menjadi pelopor pengawasan pemilu di lingkungan sekolah dan teman temannya," ucapnya. Sando pun menginginkan agar program Bawaslu Goes to School, melahirkan generasi muda yang tak hanya sadar akan hak pilihnya, namun memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga integritas demokrasi, melalui pengawasan yang aktif dan bertanggung jawab.
Turut hadir dan menyampaikan materi dalam kegiatan tersebut, Koordinator Divisi Pencegahan, Humas dan Parmas Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Harmono.
Ia memaparkan materi seputar nilai-nilai dasar dalam kepemiluan, pentingnya menjadi pemilih cerdas, serta strategi menghadapi disinformasi menjelang pemilu.
Para generasi muda harus dibekali pemahaman yang kuat tentang pentingnya pemilu yang jujur, dan adil serta peran aktif dalam pengawasan setiap tahapannya.
"Melalui pendekatan dialog interaktif ini, kami harapkan para pelajar dapat memahami peran vitalnya sebagai bagian dari ekosistem demokrasi," ucapnya.
Harmono menambahkan, kegiatan ini diharapkan juga menjadi ruang edukasi sekaligus ajakan terbuka agar para siswa tak hanya menjadi pemilih cerdas, tapi terlibat dalam pengawasan partisipatif di lingkungannya masing-masing.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari pihak sekolah dan siswa yang merasa mendapat wawasan baru mengenai pentingnya peran pemilih pemula dalam Pemilu dan Pemilihan.
Melalui program ini,Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah berharap kegiatan serupa dapat terus digelar di berbagai sekolah untuk memperkuat pendidikan politik bagi generasi muda dan berharap mampu menjangkau lebih banyak kalangan pelajar, tidak hanya untuk memberikan pengetahuan dasar seputar pemilu, tetapi juga untuk mendorong mereka menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun komunitasnya.
Penulis dan Foto : Humas Bawaslu Lampung Tengah
Editor : 1t