PERINGATI HARI KRIDA PERTANIAN 2026, WAHID TEDI KRISTIANDI TEKANKAN SINERGI DAN MODERNISASI PERTANIAN
|
Lampung Tengah – Dalam rangka memperingati Hari Krida Pertanian yang jatuh pada 21 Juni 2026, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Wahid Tedi Kristiandi, menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada seluruh petani Indonesia, khususnya para petani di Kabupaten Lampung Tengah, atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam menjaga ketahanan pangan nasional serta mendukung pembangunan bangsa melalui sektor pertanian.
Hari Krida Pertanian merupakan momentum penting yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi pengingat akan besarnya peran sektor pertanian dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Di balik ketersediaan bahan pangan yang dinikmati setiap hari, terdapat kerja keras para petani yang dengan penuh ketekunan mengolah lahan, menghadapi tantangan cuaca, serta beradaptasi dengan dinamika kebutuhan pangan yang terus meningkat.
Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Wahid Tedi Kristiandi, menyampaikan bahwa peringatan Hari Krida Pertanian harus dimaknai sebagai bentuk penghargaan yang nyata terhadap jasa para petani sekaligus dorongan untuk terus memperkuat sektor pertanian agar semakin maju, modern, dan berkelanjutan.
"Saya mengucapkan Selamat Hari Krida Pertanian 21 Juni 2026 kepada seluruh petani Indonesia, khususnya para petani di Kabupaten Lampung Tengah. Terima kasih atas kerja keras, dedikasi, dan pengabdian yang telah diberikan dalam menjaga ketahanan pangan bangsa. Semoga para petani semakin sejahtera, inovasi pertanian semakin berkembang, dan sektor pertanian Indonesia semakin kuat dalam menghadapi tantangan global," ujar Wahid Tedi Kristiandi.
Ia menambahkan bahwa Hari Krida Pertanian memiliki sejumlah tujuan utama yang sangat penting bagi pembangunan nasional. Peringatan ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan apresiasi terhadap peran petani, tetapi juga untuk mendorong modernisasi sektor pertanian, memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
Menurutnya, modernisasi sektor pertanian menjadi hal yang tidak dapat dihindari dalam menghadapi perkembangan zaman. Pemanfaatan teknologi, mekanisasi pertanian, penguatan sistem informasi pertanian, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi sektor pertanian di Indonesia.
Selain itu, sinergi antar pemangku kepentingan juga menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem pertanian yang kuat. Kolaborasi antara pemerintah, petani, penyuluh pertanian, akademisi, pelaku usaha, serta masyarakat luas diperlukan untuk menciptakan kebijakan dan program yang tepat sasaran dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.
Sebagai salah satu daerah dengan potensi pertanian yang besar di Provinsi Lampung, Kabupaten Lampung Tengah memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Berbagai komoditas unggulan seperti padi, jagung, singkong, tebu, hortikultura, serta komoditas perkebunan lainnya menjadi andalan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi penting terhadap perekonomian daerah.
Wahid Tedi Kristiandi menilai bahwa keberhasilan sektor pertanian tidak hanya diukur dari peningkatan hasil produksi, tetapi juga dari sejauh mana kesejahteraan petani dapat terwujud secara nyata. Oleh karena itu, berbagai kebijakan dan program pembangunan pertanian perlu terus diarahkan untuk meningkatkan akses petani terhadap teknologi, pembiayaan, pasar, serta perlindungan usaha tani.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan penghormatan yang lebih besar kepada para petani sebagai pahlawan pangan bangsa. Menurutnya, setiap butir hasil pertanian yang dikonsumsi masyarakat merupakan hasil dari kerja keras dan pengorbanan para petani yang patut dihargai dan didukung bersama.
Sebagai bagian dari Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Wahid Tedi Kristiandi juga menekankan pentingnya nilai-nilai integritas, kerja keras, dan tanggung jawab yang dapat menjadi inspirasi dari kehidupan para petani. Semangat gotong royong dan ketekunan yang ditunjukkan petani menjadi teladan dalam menjalankan tugas dan pengabdian di berbagai bidang kehidupan.
Momentum Hari Krida Pertanian Tahun 2026 diharapkan dapat menjadi penguat semangat seluruh elemen bangsa untuk terus membangun sektor pertanian yang modern, tangguh, dan berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi, inovasi, serta kolaborasi yang kuat, sektor pertanian Indonesia diyakini mampu menjawab tantangan global sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menutup pernyataannya, Wahid Tedi Kristiandi berharap peringatan Hari Krida Pertanian dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk turut serta membangun sektor pertanian sebagai salah satu sektor strategis masa depan bangsa. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan kesejahteraan petani semakin meningkat dan Indonesia semakin kuat dalam mewujudkan kemandirian pangan.
Selamat Hari Krida Pertanian 21 Juni 2026.
"Petani Sejahtera, Bangsa Berdaya, dari Ladang Subur untuk Indonesia Maju."
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T