PERINGATI HARI PARLEMEN INTERNASIONAL 2026, HARMONO TEGASKAN PARLEMEN ADALAH FONDASI DEMOKRASI YANG SEHAT
|
Dalam rangka memperingati Hari Parlemen Internasional (International Day of Parliamentarism) yang diperingati setiap tanggal 30 Juni, Koordinator Divisi Pencegahan, Hubungan Masyarakat, dan Partisipasi Masyarakat (Pencegahan, Humas dan Parmas) Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Harmono, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh insan parlemen, penyelenggara negara, serta masyarakat Indonesia. Peringatan ini menjadi momentum yang sangat berarti untuk memperkuat semangat demokrasi, meningkatkan kualitas representasi rakyat, serta memperkokoh sinergi seluruh elemen bangsa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Dalam pesannya, Harmono menegaskan bahwa "Parlemen adalah fondasi demokrasi yang sehat." Pernyataan tersebut menggambarkan betapa pentingnya keberadaan lembaga legislatif sebagai representasi rakyat yang memiliki tanggung jawab untuk menyerap aspirasi masyarakat, membentuk regulasi yang berkualitas, mengawasi jalannya pemerintahan, serta memastikan setiap kebijakan publik dilaksanakan demi kepentingan bangsa dan negara.
Menurut Harmono, Hari Parlemen Internasional bukan hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga menjadi momen refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kualitas demokrasi. Demokrasi yang kuat tidak hanya ditentukan oleh terselenggaranya pemilu yang jujur dan adil, tetapi juga oleh berjalannya fungsi-fungsi lembaga negara secara optimal, termasuk parlemen sebagai lembaga representatif yang menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.
"Hari Parlemen Internasional mengingatkan kita bahwa parlemen memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga keseimbangan demokrasi. Ketika parlemen mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara profesional, transparan, serta berpihak kepada kepentingan rakyat, maka kualitas demokrasi akan semakin baik dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara akan semakin meningkat," ujar Harmono.
Sebagai Koordinator Divisi Pencegahan, Humas dan Parmas Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Harmono juga menekankan pentingnya membangun partisipasi masyarakat dalam setiap proses demokrasi. Menurutnya, keberhasilan demokrasi tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga legislatif maupun penyelenggara pemilu, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif seluruh warga negara dalam mengawal jalannya pemerintahan, menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab, serta ikut mengawasi setiap proses demokrasi agar berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip konstitusi.
Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah terus berkomitmen mengembangkan berbagai program pengawasan partisipatif sebagai upaya memperkuat budaya demokrasi di tengah masyarakat. Melalui kegiatan sosialisasi kepemiluan, pendidikan politik, pembentukan Kampung Pengawasan Partisipatif, kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, pemuda, akademisi, media, dan berbagai komunitas lainnya, Bawaslu berupaya meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga integritas demokrasi.
Harmono menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan salah satu strategi penting dalam menciptakan pemilu yang berkualitas. Semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat dalam mengawasi proses demokrasi, maka semakin besar pula peluang untuk mencegah terjadinya pelanggaran serta memperkuat kepercayaan publik terhadap hasil pemilu dan pemilihan.
Peringatan Hari Parlemen Internasional Tahun 2026 juga menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan demokrasi. Di satu sisi, teknologi memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh informasi dan menyampaikan aspirasi. Namun di sisi lain, tantangan seperti disinformasi, ujaran kebencian, dan polarisasi politik memerlukan kerja sama seluruh elemen bangsa untuk menjaga ruang demokrasi tetap sehat, produktif, dan berlandaskan pada fakta.
Dalam konteks tersebut, Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah terus mengedepankan pendekatan pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat agar mampu menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Literasi digital serta pendidikan demokrasi menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan serta mampu berpartisipasi secara positif dalam kehidupan demokrasi.
Di akhir pesannya, Harmono mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Hari Parlemen Internasional sebagai momentum memperkuat kolaborasi dalam menjaga demokrasi Indonesia. Sinergi antara parlemen, pemerintah, penyelenggara pemilu, media, organisasi masyarakat sipil, dan seluruh warga negara merupakan modal utama dalam mewujudkan demokrasi yang semakin matang, inklusif, dan berkeadilan.
"Selamat Hari Parlemen Internasional Tahun 2026. Mari bersama menjaga integritas demokrasi, memperkuat partisipasi masyarakat, serta membangun Indonesia yang semakin demokratis, transparan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Dengan semangat kebersamaan, kita wujudkan demokrasi yang berkualitas demi Indonesia yang maju dan sejahtera," tutup Harmono.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T