PESERTA PENDIDIKAN PENGAWAS PARTISIPATIF DARING LAMPUNG TENGAH TUNJUKKAN ANTUSIASME TINGGI DI HARI KELIMA PELAKSANAAN
|
Lampung Tengah, 31 Oktober 2025 — Memasuki hari kelima pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Daring, para peserta dari berbagai kalangan masyarakat di Kabupaten Lampung Tengah terus menunjukkan semangat dan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Kegiatan pembelajaran yang digelar secara daring ini telah resmi dimulai sejak 27 Oktober 2025 dan dijadwalkan berakhir pada 31 Oktober 2025. Hingga hari kelima pelaksanaan, tercatat partisipasi peserta masih sangat aktif dan konsisten, menunjukkan komitmen masyarakat dalam mendukung pengawasan pemilu yang jujur, adil, dan partisipatif.
Pada hari kelima ini, fokus pembelajaran diarahkan pada sesi audio visual, yang menjadi bagian penting dalam keseluruhan sistem pembelajaran berbasis digital. Sesi ini berlangsung bersamaan dengan kegiatan pembelajaran melalui modul daring, sehingga peserta mendapatkan pengalaman belajar yang lebih kaya dan variatif.
Melalui materi video, peserta diajak memahami berbagai situasi nyata di lapangan terkait pengawasan pemilu. Tayangan tersebut tidak hanya memberikan ilustrasi kontekstual, tetapi juga menghadirkan contoh-contoh praktis yang dapat diaplikasikan langsung dalam aktivitas pengawasan. Sementara itu, modul daring memberikan ruang bagi peserta untuk memperdalam aspek teoritis, memahami kerangka hukum, serta melakukan refleksi konseptual mengenai nilai-nilai pengawasan partisipatif.
Kombinasi antara pembelajaran audio visual dan modul daring ini dirancang secara sistematis agar mampu memperkuat pemahaman peserta dari dua sisi: konseptual dan praktis. Dengan demikian, para peserta diharapkan tidak hanya memahami teori pengawasan pemilu, tetapi juga mampu menerapkannya secara efektif di lapangan.
Antusiasme tinggi yang ditunjukkan peserta sejak hari pertama hingga hari kelima menjadi indikator keberhasilan penyelenggaraan P2P Daring tahun ini. Banyak peserta yang menyampaikan apresiasi terhadap metode pembelajaran yang interaktif, fleksibel, dan mudah diakses, terutama bagi mereka yang berasal dari wilayah dengan keterbatasan waktu dan jarak.
Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah berharap, melalui program P2P Daring ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya peran aktif dalam menjaga integritas proses demokrasi. Dengan keterlibatan langsung dari masyarakat, pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga resmi, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan pemilu yang bersih, transparan, dan berkeadilan.
Menanggapi semangat peserta dalam pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Daring yang telah memasuki hari kelima, Anggota Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Kordiv Pencegahan, Humas, dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) Harmono, S.H.I., menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap antusiasme para peserta.
“Kami sangat mengapresiasi semangat luar biasa yang ditunjukkan oleh para peserta P2P Daring tahun ini. Meski dilaksanakan secara daring, partisipasi masyarakat dari berbagai latar belakang tetap tinggi dan aktif dalam setiap sesi pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan pemilu semakin meningkat,” ujar Harmono.
Lebih lanjut, Harmono menjelaskan bahwa metode pembelajaran yang memadukan audio visual dan modul daring merupakan bentuk inovasi Bawaslu dalam menyesuaikan proses pendidikan dengan perkembangan teknologi digital.
“Melalui pendekatan audio visual, peserta tidak hanya membaca teori, tetapi juga dapat melihat langsung bagaimana praktik pengawasan dilakukan di lapangan. Sementara modul daring membantu memperdalam pemahaman mereka terhadap konsep dan regulasi pengawasan pemilu. Keduanya saling melengkapi untuk membentuk kompetensi yang utuh,” tambahnya.
Harmono berharap, kegiatan ini tidak berhenti pada tahap pembelajaran saja, melainkan mampu menumbuhkan gerakan pengawasan partisipatif yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
“Kami berharap para peserta P2P Daring dapat menjadi agen penggerak di lingkungannya masing-masing. Mereka diharapkan turut menyebarkan nilai-nilai integritas, kejujuran, dan keadilan dalam setiap tahapan pemilu. Pengawasan bukan hanya tanggung jawab Bawaslu, tetapi juga tanggung jawab kita bersama sebagai warga negara,” tutup Harmono.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T