WUJUDKAN DUNIA YANG LEBIH DAMAI, IMAM NUROHIM AJAK MASYARAKAT PERKUAT KEPEDULIAN
|
Lampung Tengah – Dalam rangka memperingati Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diperingati setiap tanggal 24 Oktober, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah, Imam Nurohim, menyampaikan ucapan selamat sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat perdamaian, menjunjung tinggi nilai keadilan, serta berperan aktif dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera dan demokratis.
Peringatan Hari PBB menjadi momentum penting bagi masyarakat dunia untuk merefleksikan kembali arti persatuan, solidaritas, kerja sama, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Peringatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga pengingat bahwa perdamaian dan kesejahteraan merupakan cita-cita bersama yang membutuhkan komitmen, kepedulian, serta tindakan nyata dari seluruh pihak.
Mengusung semangat “Bersama PBB, Kita Wujudkan Dunia yang Lebih Damai, Adil dan Sejahtera”, Imam Nurohim mengajak masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai kemanusiaan sebagai landasan dalam membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Menurutnya, perdamaian tidak dapat diwujudkan hanya melalui pernyataan atau seruan, tetapi harus dibangun melalui sikap saling menghormati, kesediaan menerima perbedaan, kepatuhan terhadap hukum, serta komitmen untuk memperlakukan setiap orang secara adil.
“Selamat memperingati Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tanggal 24 Oktober. Semoga momentum ini semakin memperkuat semangat kita untuk menjaga perdamaian, menjunjung tinggi keadilan, dan bersama-sama mewujudkan kehidupan yang lebih sejahtera. Mari kita mulai dari diri sendiri dengan menghormati perbedaan, menjaga persatuan, serta mengedepankan sikap saling menghargai dalam setiap aspek kehidupan,” Ujar Imam.
Ia menilai, semangat perdamaian dan keadilan memiliki keterkaitan erat dengan upaya membangun kehidupan demokrasi yang sehat dan berintegritas. Demokrasi memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat, menentukan pilihan, dan berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan. Namun, kebebasan tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, menghormati hak orang lain, serta tetap berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku.
Dalam konteks penyelenggaraan pemilihan umum, nilai-nilai tersebut menjadi sangat relevan. Pemilu bukan sekadar proses pergantian kepemimpinan, melainkan juga sarana bagi rakyat untuk menggunakan hak politiknya secara demokratis. Oleh karena itu, setiap tahapan pemilu perlu dijalankan dengan menjunjung tinggi prinsip kejujuran, keadilan, transparansi, dan akuntabilitas agar kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi dapat terus terjaga.
Sebagai Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Imam Nurohim memiliki ruang lingkup tugas yang berkaitan dengan penanganan dugaan pelanggaran pemilu, pengelolaan data dan informasi, serta dukungan terhadap pelaksanaan pengawasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam pelaksanaan tugas tersebut, prinsip kepastian hukum, kecermatan, objektivitas, dan keterbukaan informasi menjadi bagian penting untuk mendukung terwujudnya pengawasan pemilu yang profesional dan berintegritas.
Semangat Hari PBB dapat menjadi pengingat bahwa keadilan harus diwujudkan melalui proses yang dapat dipertanggungjawabkan. Setiap dugaan pelanggaran perlu ditangani berdasarkan fakta, bukti, prosedur, dan ketentuan yang berlaku. Penanganan yang profesional dan objektif tidak hanya penting untuk menjaga integritas proses pemilu, tetapi juga untuk memastikan bahwa hak-hak setiap pihak dihormati dan dilindungi sesuai dengan hukum.
“Dalam kehidupan demokrasi, keadilan dan integritas harus menjadi prinsip yang senantiasa kita jaga. Setiap persoalan perlu disikapi secara objektif dan diselesaikan berdasarkan aturan yang berlaku. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi, salah satunya dengan berani menyampaikan informasi atau dugaan pelanggaran melalui mekanisme yang benar, disertai data dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan,” Imbuhnya.
Menurutnya, partisipasi masyarakat merupakan salah satu unsur penting dalam menciptakan proses demokrasi yang berkualitas. Pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam mengawal pelaksanaan pemilu agar berlangsung sesuai dengan ketentuan. Kesadaran untuk menolak praktik politik uang, tidak menyebarkan informasi yang menyesatkan, serta melaporkan dugaan pelanggaran melalui saluran resmi merupakan bentuk partisipasi nyata dalam menjaga integritas demokrasi.
Keterlibatan masyarakat tersebut perlu didukung dengan pemahaman yang baik mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara. Masyarakat diharapkan tidak bersikap apatis terhadap proses demokrasi, tetapi juga tidak mudah mengambil kesimpulan terhadap suatu persoalan tanpa memeriksa kebenaran informasi. Sikap kritis yang disertai tanggung jawab dapat membantu menciptakan suasana demokrasi yang lebih sehat, tertib, dan berkeadilan.
Di era perkembangan teknologi informasi, penyebaran informasi berlangsung semakin cepat dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Kondisi tersebut memberikan peluang untuk memperluas akses informasi publik, tetapi juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran kabar bohong, disinformasi, dan informasi yang tidak terverifikasi. Jika tidak disikapi dengan bijak, informasi yang keliru dapat memicu kesalahpahaman, memperuncing perbedaan, bahkan mengganggu keharmonisan sosial.
Karena itu, momentum Hari PBB dapat dijadikan pengingat bagi masyarakat untuk semakin bijak dalam menggunakan media sosial dan berbagai saluran komunikasi digital. Setiap orang diharapkan membiasakan diri memeriksa sumber informasi, memastikan kebenaran suatu berita sebelum membagikannya, serta menghindari konten yang mengandung fitnah, provokasi, atau ujaran kebencian.
Dalam kaitannya dengan tugas pengelolaan data dan informasi, ketersediaan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan merupakan unsur penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kelembagaan. Data yang dikelola secara cermat dapat membantu proses evaluasi, mendukung pengambilan keputusan, serta memperkuat kualitas pelaksanaan pengawasan. Pada saat yang sama, penyampaian informasi kepada masyarakat perlu memperhatikan ketentuan keterbukaan informasi publik dan perlindungan terhadap informasi yang wajib dijaga kerahasiaannya sesuai peraturan perundang-undangan.
Imam Nurohim juga dapat menekankan bahwa perdamaian dan keadilan tidak dapat dipisahkan dari penghormatan terhadap hak asasi manusia. Setiap warga negara memiliki hak untuk memperoleh perlakuan yang adil, menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab, serta berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan politik. Penghormatan terhadap hak-hak tersebut harus berjalan beriringan dengan pelaksanaan kewajiban dan kepatuhan terhadap hukum.
Dalam kehidupan bermasyarakat, perbedaan pilihan politik, pandangan, dan latar belakang hendaknya tidak menjadi alasan untuk menimbulkan permusuhan. Perbedaan merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dikelola dengan kedewasaan dan saling menghormati. Masyarakat perlu membangun budaya dialog, mengutamakan musyawarah, serta menghindari tindakan yang dapat merusak persatuan dan kerukunan.
“Perbedaan pilihan dan pendapat adalah hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya dengan bijaksana, tetap menghormati hak orang lain, dan tidak membiarkan perbedaan menjadi sumber perpecahan. Mari kita rawat persatuan, jaga kerukunan, serta jadikan hukum dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai pedoman dalam bertindak,” Pesan Imam.
Lebih jauh, semangat Hari PBB juga mengingatkan bahwa kesejahteraan tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga dengan terciptanya lingkungan yang aman, kesempatan yang setara, akses terhadap informasi, serta adanya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga dan proses demokrasi. Upaya mewujudkan kesejahteraan membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah dan lembaga negara hingga organisasi masyarakat serta warga negara.
Bagi masyarakat Kabupaten Lampung Tengah, nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Menjaga ketertiban lingkungan, menghargai perbedaan, membangun kepedulian sosial, menggunakan media digital secara bertanggung jawab, dan berpartisipasi dalam pengawasan demokrasi merupakan langkah yang dapat memberikan kontribusi positif bagi terciptanya masyarakat yang harmonis.
Peringatan Hari PBB juga menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas. Persoalan yang dihadapi masyarakat tidak selalu dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan komunikasi yang baik, kolaborasi yang berkelanjutan, dan kesediaan untuk saling membantu demi mencapai tujuan bersama. Dengan membangun kepercayaan dan memperkuat kerja sama, berbagai tantangan sosial dapat dihadapi secara lebih bijaksana.
Dalam lingkungan kelembagaan, semangat tersebut dapat diterapkan melalui peningkatan profesionalitas, penguatan integritas, dan pelaksanaan tugas yang berorientasi pada kepentingan publik. Lembaga yang menjalankan kewenangannya secara bertanggung jawab akan membantu memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung terciptanya tata kelola demokrasi yang lebih baik.
Imam Nurohim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak memaknai Hari PBB sebatas seremoni tahunan, tetapi menjadikannya sebagai pengingat untuk terus melakukan perbaikan. Perdamaian perlu dijaga melalui sikap saling menghormati, keadilan perlu diperjuangkan melalui kepatuhan terhadap hukum, dan kesejahteraan perlu diwujudkan melalui kepedulian serta kerja sama yang berkesinambungan.
“Mari kita jadikan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap perdamaian, keadilan, dan kesejahteraan. Mulailah dari hal sederhana, seperti menjaga tutur kata, menghormati perbedaan, menyampaikan informasi yang benar, menaati aturan, dan peduli terhadap sesama. Setiap tindakan positif yang kita lakukan dapat menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih baik,” tutupnya.
Melalui peringatan Hari PBB pada 24 Oktober, diharapkan semangat solidaritas, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan komitmen terhadap keadilan semakin menguat di tengah masyarakat. Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa demokrasi yang berintegritas membutuhkan keterlibatan aktif seluruh warga negara, dukungan terhadap penegakan hukum, serta kesadaran bersama untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Dengan semangat kebersamaan, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat terus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang damai, menjunjung tinggi keadilan, dan mendorong terwujudnya kesejahteraan bagi semua. Cita-cita tersebut hanya dapat dicapai melalui komitmen yang konsisten, kerja sama yang kuat, dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T