Lompat ke isi utama

Berita

BANGUN SDM BERINTEGRITAS DAN BERILMU, BAWASLU LAMPUNG TENGAH IKUTI PROGRAM NGABUBURIT PENGAWASAN

r

Bawaslu Lampung Tengah Ikuti Program Ngabuburit Pengawasan, Bahas Pembangunan SDM Berintegritas dan Berilmu

Lampung Tengah — Jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah turut mengikuti program Ngabuburit Pengawasan yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kota Bandar Lampung dengan mengangkat tema “Membangun Sumber Daya Manusia Berintegritas dan Berilmu.” Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 16 Maret 2026 pukul 17.00 WIB tersebut disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Bawaslu Kota Bandar Lampung dan diikuti oleh jajaran pengawas pemilu dari berbagai daerah, termasuk Bawaslu Lampung Tengah.

Program Ngabuburit Pengawasan ini menjadi salah satu kegiatan yang dikemas secara edukatif selama bulan suci Ramadhan. Selain menjadi sarana menunggu waktu berbuka puasa, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan ruang refleksi serta penguatan nilai-nilai integritas, keilmuan, dan moralitas bagi seluruh insan pengawas pemilu.

Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai narasumber Juwita, S.H., M.M, Anggota Bawaslu Kota Bandar Lampung, yang menyampaikan berbagai pandangan terkait pentingnya membangun sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kapasitas intelektual, tetapi juga menjunjung tinggi integritas dan nilai-nilai moral dalam menjalankan tugas pengawasan demokrasi.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Lampung Tengah memaknai Ramadhan sebagai momentum yang sangat tepat untuk memperbaiki diri, memperkuat integritas, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berilmu dan berakhlak. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam membangun lembaga pengawas pemilu yang profesional, kredibel, dan dipercaya oleh masyarakat.

Dalam pemaparannya, Juwita menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam memperkuat kelembagaan. Menurutnya, penguatan kapasitas tidak hanya berbicara tentang kemampuan teknis semata, tetapi juga berkaitan erat dengan pembentukan karakter, etika, dan tanggung jawab moral dalam menjalankan amanah.

Ia menyampaikan bahwa dalam Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan, dan Pelatihan, tugas yang dijalankan bukan hanya sebatas mengelola administrasi maupun struktur organisasi. Lebih dari itu, divisi tersebut memiliki peran strategis dalam membangun manusia yang memiliki karakter kuat, integritas tinggi, serta kapasitas keilmuan yang memadai.

“Dalam Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan, dan Pelatihan, kita tidak hanya mengelola administrasi dan struktur, tetapi sedang membangun manusia. Dan membangun manusia berarti membangun karakter, integritas, serta kapasitas,” ujar Juwita dalam paparannya.

Ia juga mengingatkan bahwa pentingnya menuntut ilmu telah menjadi bagian dari ajaran agama. Hal tersebut sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Mujadilah ayat 11 yang menyebutkan bahwa Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat. Ayat tersebut menjadi landasan bahwa peningkatan kapasitas dan pendidikan bukan sekadar tuntutan organisasi, tetapi juga bagian dari perintah agama.

Menurutnya, ilmu yang diperoleh melalui berbagai kegiatan pendidikan, pelatihan, maupun forum koordinasi di lingkungan organisasi harus mampu melahirkan profesionalisme serta tanggung jawab yang lebih besar dalam menjalankan tugas.

Selain itu, Juwita juga mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah yang menyebutkan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Ia menekankan bahwa kewajiban tersebut tidak berhenti hanya di bangku pendidikan formal, tetapi harus terus dilakukan sepanjang kehidupan, termasuk dalam lingkungan organisasi.

Karena itu, setiap kegiatan peningkatan kompetensi, pelatihan, maupun diskusi yang dilaksanakan oleh lembaga harus dimaknai sebagai bagian dari proses pembelajaran sekaligus ibadah apabila diniatkan untuk kebaikan dan kemaslahatan umat.

Ia mengajak seluruh insan pengawas pemilu untuk menjadikan setiap forum organisasi sebagai sarana memperbaiki diri, memperkuat integritas, serta meningkatkan kualitas keilmuan. Dengan demikian, pengawas pemilu tidak hanya cerdas secara teknis dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki komitmen moral yang kuat dalam menjaga nilai-nilai demokrasi.

Menurutnya, organisasi yang kuat tidak hanya dibangun oleh sistem yang baik, tetapi juga oleh manusia-manusia yang memiliki kejujuran, tanggung jawab, serta komitmen terhadap nilai-nilai integritas.

Bawaslu Lampung Tengah yang turut mengikuti kegiatan ini menyambut baik pelaksanaan program Ngabuburit Pengawasan tersebut. Kegiatan ini dinilai mampu memberikan ruang pembelajaran yang bermanfaat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan refleksi spiritual selama bulan Ramadhan.

Selain menjadi sarana menambah wawasan, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa tugas pengawasan pemilu bukan sekadar tanggung jawab administratif, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas, kejujuran, dan tanggung jawab kepada masyarakat.

Melalui kegiatan Ngabuburit Pengawasan ini, diharapkan seluruh jajaran pengawas pemilu dapat terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat nilai-nilai moral, serta menjaga integritas dalam menjalankan tugas pengawasan demokrasi.

Di akhir kegiatan, Juwita berharap agar seluruh insan pengawas pemilu senantiasa menjadi pribadi yang terus belajar, rendah hati dalam menerima masukan, serta istiqamah dalam menjalankan amanah yang diberikan.

“Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita pribadi yang terus belajar, rendah hati dalam menerima masukan, serta istiqamah dalam menjalankan amanah,” tutupnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa bulan Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan waktu terbaik untuk memperbaiki diri, menambah ilmu, memperkuat integritas, serta menebarkan kebaikan bagi sesama. Dengan semangat tersebut, Bawaslu Lampung Tengah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai moral dalam menjaga demokrasi yang sehat dan bermartabat.

r

 

r

 

r

 

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T