Lompat ke isi utama

Berita

HAKTEKNAS 2026, HARMONO DORONG INOVASI DAN TEKNOLOGI UNTUK MEMPERKUAT DEMOKRASI

r

Hakteknas 2026, Heru Sando Ajak Jajaran Bawaslu Tingkatkan Kapasitas dan Kuasai Teknologi

LAMPUNG TENGAH – Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) dan Diklat Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Heru Sando, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Tahun 2026 yang diperingati pada 10 Agustus 2026.

Peringatan Hakteknas menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran bersama mengenai peran strategis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi dalam mendukung kemajuan bangsa. Pada tahun 2026, semangat tersebut diwujudkan melalui tema “Teknologi Berdampak untuk Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Heru Sando menyampaikan bahwa perkembangan teknologi yang semakin cepat harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang mampu beradaptasi, belajar, dan memanfaatkan teknologi secara tepat. Menurutnya, teknologi tidak akan memberikan dampak maksimal apabila tidak dibarengi dengan peningkatan kapasitas dan kompetensi manusia yang menggunakannya.

“Selamat memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional 10 Agustus 2026. Mari kita jadikan momentum ini untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan kemajuan bangsa,” ujar Heru Sando.

Sebagai Koordinator Divisi SDMO dan Diklat, Heru menilai bahwa penguatan kapasitas SDM merupakan salah satu aspek penting dalam membangun kelembagaan yang profesional dan adaptif. Perubahan teknologi telah membawa transformasi dalam pola kerja, komunikasi, pengelolaan data, pelayanan informasi, hingga pelaksanaan berbagai aktivitas kelembagaan.

Karena itu, jajaran Bawaslu perlu memiliki kemampuan untuk mengikuti perkembangan tersebut. Penguasaan teknologi tidak hanya dibutuhkan untuk mempercepat pekerjaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan tata kelola kelembagaan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Menurut Heru, aparatur dan jajaran Bawaslu harus memiliki semangat belajar yang berkelanjutan. Perkembangan teknologi yang dinamis menuntut setiap individu untuk tidak berhenti meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. Kemampuan menggunakan perangkat digital, mengelola informasi, memahami sistem digital, serta berkomunikasi melalui berbagai platform menjadi bagian dari kompetensi yang semakin penting.

Peringatan Hakteknas juga menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan karakter dan integritas. Kemampuan teknis semata tidak cukup untuk menghasilkan kinerja yang berkualitas. Teknologi harus digunakan oleh SDM yang memiliki tanggung jawab, etika, disiplin, profesionalitas, serta komitmen terhadap kepentingan masyarakat.

Dalam lingkungan Bawaslu Lampung Tengah, pemanfaatan teknologi dapat mendukung berbagai aspek pekerjaan kelembagaan, mulai dari pengelolaan administrasi, komunikasi internal, pengelolaan informasi, dokumentasi kegiatan, publikasi, pendidikan dan pelatihan, hingga penyebarluasan informasi kepemiluan kepada masyarakat.

Heru menegaskan bahwa transformasi digital harus dipandang sebagai peluang untuk memperkuat kinerja organisasi. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, berbagai pekerjaan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terukur, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antarjajaran.

“Teknologi harus menjadi alat untuk meningkatkan kualitas kerja, bukan menggantikan nilai-nilai dasar dalam menjalankan tugas. Kita membutuhkan SDM yang mampu menggunakan teknologi sekaligus tetap menjunjung tinggi integritas, profesionalitas, kedisiplinan, dan tanggung jawab,” tegasnya.

Ia juga mendorong jajaran Bawaslu Lampung Tengah agar terus membangun budaya kerja yang terbuka terhadap inovasi. Setiap perkembangan teknologi dapat menjadi kesempatan untuk mencari cara baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pelaksanaan tugas kelembagaan.

Budaya inovasi, menurut Heru, perlu dibangun mulai dari lingkungan kerja. Setiap personel dapat berkontribusi melalui gagasan, kreativitas, maupun pemanfaatan teknologi yang dapat membantu menyelesaikan pekerjaan secara lebih efektif. Dengan demikian, inovasi tidak harus selalu berbentuk sesuatu yang besar, tetapi dapat dimulai dari perubahan sederhana yang memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pekerjaan.

Selain itu, Heru menilai pentingnya meningkatkan literasi digital bagi seluruh jajaran. Kemampuan memahami informasi digital menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi yang beredar melalui internet dan media sosial.

Jajaran Bawaslu harus mampu membedakan informasi yang valid dan dapat dipercaya dengan informasi yang belum terverifikasi. Sikap kritis tersebut diperlukan agar penggunaan teknologi tidak justru menimbulkan persoalan baru, terutama berkaitan dengan penyebaran informasi yang keliru atau menyesatkan.

Dalam konteks demokrasi dan kepemiluan, perkembangan teknologi juga memberikan peluang besar bagi masyarakat untuk memperoleh informasi secara cepat. Berbagai informasi mengenai pengawasan pemilu, edukasi kepemiluan, pencegahan pelanggaran, serta pengawasan partisipatif dapat disampaikan melalui kanal-kanal digital.

Hal tersebut membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk berinteraksi dengan lembaga pengawas pemilu. Teknologi dapat menjadi jembatan komunikasi antara Bawaslu dengan masyarakat, khususnya generasi muda yang sangat dekat dengan penggunaan media digital.

Heru berharap pemanfaatan teknologi dapat semakin memperkuat keterlibatan masyarakat dalam kehidupan demokrasi. Masyarakat yang memiliki literasi digital dan kepemiluan yang baik akan lebih mampu memahami hak dan kewajibannya serta berpartisipasi dalam menjaga kualitas demokrasi.

Di sisi lain, kemajuan teknologi juga menghadirkan tantangan yang harus diantisipasi. Perkembangan kecerdasan buatan, media sosial, dan berbagai platform digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan memproduksi informasi. Kondisi tersebut menuntut lembaga publik untuk terus meningkatkan kapasitas SDM agar mampu menghadapi perubahan secara profesional.

Menurut Heru, tantangan tersebut tidak boleh dihindari, tetapi harus dihadapi melalui peningkatan kompetensi dan pembelajaran berkelanjutan. SDM yang adaptif akan mampu menjadikan perubahan teknologi sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas organisasi.

“Kita tidak boleh takut terhadap perubahan teknologi. Justru kita harus belajar dan beradaptasi. Dengan SDM yang kompeten, berintegritas, dan adaptif, teknologi dapat menjadi kekuatan untuk meningkatkan kinerja kelembagaan dan memberikan pelayanan informasi yang semakin baik kepada masyarakat,” katanya.

Peringatan Hakteknas 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara teknologi, SDM, dan kelembagaan. Ketiganya memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan. Teknologi yang baik membutuhkan SDM yang kompeten, sementara SDM yang kompeten membutuhkan lingkungan organisasi yang mendukung inovasi dan pembelajaran.

Semangat “Inovasi untuk Negeri, Teknologi untuk Semua, Bersama Membangun Masa Depan” menjadi dorongan bagi seluruh elemen bangsa untuk menjadikan perkembangan teknologi sebagai kekuatan bersama.

Heru mengajak generasi muda, khususnya jajaran Bawaslu, untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari pihak yang mampu menciptakan inovasi dan memberikan solusi. Kreativitas, kemampuan belajar, dan keberanian beradaptasi merupakan modal penting dalam menghadapi perubahan zaman.

Ia juga berharap perkembangan teknologi dapat memberikan manfaat yang merata bagi masyarakat. Teknologi hendaknya tidak menciptakan kesenjangan, tetapi menjadi sarana untuk memperluas akses terhadap informasi, pendidikan, pelayanan publik, serta berbagai kesempatan bagi masyarakat.

Bagi Bawaslu Lampung Tengah, penguatan SDM berbasis teknologi menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang semakin profesional dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Pengembangan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan jajaran memiliki kemampuan yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan.

Heru menambahkan bahwa kualitas kelembagaan sangat dipengaruhi oleh kualitas SDM di dalamnya. Oleh sebab itu, investasi terhadap pengembangan kompetensi personel merupakan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan organisasi.

Dengan semangat Hakteknas 2026, ia berharap seluruh jajaran Bawaslu Lampung Tengah dapat terus meningkatkan kemampuan, memperkuat kolaborasi, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta menjaga integritas dalam menjalankan setiap tugas dan tanggung jawab.

“Mari kita bangkit bersama melalui teknologi, tetapi tetap menempatkan manusia, etika, dan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama. Teknologi harus berdampak positif, memberikan manfaat, serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” pungkas Heru Sando.

Melalui peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional 2026, Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah turut mendorong semangat inovasi, peningkatan kapasitas SDM, dan pemanfaatan teknologi yang bertanggung jawab sebagai bagian dari upaya memperkuat kelembagaan serta mendukung kehidupan demokrasi yang semakin berkualitas.

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T