Lompat ke isi utama

Berita

HARI PEDULI AUTISME SEDUNIA 2026, BAWASLU LAMPUNG TENGAH TEKANKAN KESETARAAN DAN PERLINDUNGAN HAK

r

Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Lampung Tengah Serukan Penguatan Nilai Kemanusiaan di Hari Peduli Autisme Sedunia 2026

Dalam rangka memperingati Hari Peduli Autisme Sedunia yang jatuh pada 2 April 2026, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Lampung Tengah, Wahid Tedi Kristiandi, menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan kemanusiaan kepada masyarakat luas. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif dalam menghargai penyandang autisme sebagai bagian dari keberagaman manusia yang memiliki hak dan martabat yang sama.

Peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia tahun 2026 mengusung tema “Autism and Humanity – Every Life Has Value” atau “Autisme dan Kemanusiaan – Setiap Kehidupan Berharga”. Tema ini menjadi pengingat bahwa setiap individu, tanpa terkecuali, memiliki nilai kemanusiaan yang sama serta berhak mendapatkan perlakuan yang adil, setara, dan bebas dari diskriminasi dalam kehidupan sosial.

Wahid Tedi Kristiandi menegaskan bahwa momentum peringatan ini bukan hanya bersifat simbolis, tetapi juga menjadi ajakan untuk memperkuat kepedulian sosial dan empati terhadap penyandang autisme. Menurutnya, masyarakat perlu terus meningkatkan pemahaman agar tidak terjadi stigma maupun kesalahpahaman yang dapat menghambat tumbuh kembang penyandang autisme di berbagai aspek kehidupan.

“Peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa setiap kehidupan memiliki nilai yang tidak dapat diukur. Penyandang autisme adalah bagian dari masyarakat yang memiliki hak yang sama untuk dihormati, dilindungi, dan diberikan kesempatan untuk berkembang sesuai potensi yang mereka miliki,” ujar Wahid Tedi Kristiandi.

Ia menambahkan bahwa nilai kemanusiaan harus menjadi landasan dalam setiap interaksi sosial. Perbedaan yang ada di tengah masyarakat seharusnya tidak menjadi alasan untuk membatasi atau mengecualikan seseorang, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan yang lebih inklusif dan harmonis.

Sebagai Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Wahid Tedi Kristiandi juga menyoroti pentingnya perlindungan hak-hak penyandang autisme dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, sosial, dan akses terhadap layanan publik. Menurutnya, prinsip keadilan harus berlaku bagi semua warga negara tanpa terkecuali.

“Dalam perspektif hukum dan kemanusiaan, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama. Tidak boleh ada diskriminasi dalam bentuk apa pun. Justru negara dan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memastikan hak-hak mereka terpenuhi dengan baik,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, lembaga pendidikan, komunitas sosial, hingga pemerintah daerah untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang ramah dan inklusif bagi penyandang autisme. Dukungan yang diberikan, menurutnya, akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan dan kepercayaan diri mereka dalam menjalani kehidupan.

Lebih lanjut, Wahid Tedi Kristiandi menilai bahwa edukasi publik mengenai autisme perlu terus diperkuat agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar dan tidak terjebak dalam stigma negatif. Dengan meningkatnya kesadaran, diharapkan lahir sikap saling menghargai dan menerima perbedaan sebagai bagian dari kehidupan.

“Autisme bukanlah batasan untuk berkarya atau berkontribusi dalam masyarakat. Yang kita butuhkan adalah ruang, dukungan, dan pemahaman yang tepat agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai kemanusiaan harus terus dijaga dan diperkuat di tengah kehidupan bermasyarakat. Ia berharap momentum Hari Peduli Autisme Sedunia dapat menjadi refleksi bersama untuk memperbaiki cara pandang terhadap perbedaan dan memperkuat solidaritas sosial.

“Atas nama Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Lampung Tengah, saya mengucapkan Selamat Memperingati Hari Peduli Autisme Sedunia 2 April 2026. Autism and Humanity – Every Life Has Value. Mari kita bersama-sama menumbuhkan kepedulian, memperkuat nilai kemanusiaan, dan memastikan bahwa setiap kehidupan benar-benar dihargai,” tutup Wahid Tedi Kristiandi.

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T