HARI PELANGGAN NASIONAL 2026, HERU SANDO AJAK TINGKATKAN KOMPETENSI DAN PROFESIONALITAS APARATUR
|
Lampung Tengah — Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional yang diperingati setiap tanggal 4 September, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Pendidikan dan Pelatihan (SDMO dan Diklat) Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah Heru Sando menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Peringatan Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Momentum tersebut tidak hanya berkaitan dengan hubungan antara penyedia layanan dan pelanggan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kualitas pelayanan merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan, kepuasan, serta hubungan yang baik antara lembaga dengan masyarakat.
Heru Sando menyampaikan bahwa pelayanan yang berkualitas harus didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, integritas, kedisiplinan, serta komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab. Menurutnya, kualitas pelayanan pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh kualitas aparatur yang berada di balik proses pelayanan tersebut.
“Selamat Hari Pelanggan Nasional 2026. Mari kita jadikan momentum ini sebagai pengingat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, membangun profesionalitas, serta memberikan pelayanan yang terbaik, ramah, cepat, dan bertanggung jawab kepada masyarakat,” ujar Heru Sando.
Sebagai Koordinator Divisi SDMO dan Diklat, Heru menilai bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas. Aparatur tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis dalam melaksanakan pekerjaan, tetapi juga harus memiliki kemampuan komunikasi, sikap profesional, serta kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, perkembangan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik terus mengalami perubahan. Masyarakat mengharapkan pelayanan yang semakin cepat, mudah, transparan, akurat, dan responsif. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi setiap lembaga untuk melakukan pembenahan secara berkelanjutan.
Karena itu, peningkatan kapasitas dan kompetensi jajaran menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pendidikan dan pelatihan tidak hanya dipandang sebagai kegiatan untuk memenuhi kebutuhan administrasi kepegawaian, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas aparatur dan kelembagaan.
Heru menjelaskan bahwa aparatur yang memiliki kompetensi dan pemahaman yang baik akan lebih mampu memberikan pelayanan yang tepat kepada masyarakat. Sebaliknya, pelayanan yang tidak didukung oleh sumber daya manusia yang memadai dapat menimbulkan berbagai kendala, mulai dari kesalahan informasi, lambatnya respons, hingga menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat.
“SDM merupakan salah satu fondasi utama organisasi. Ketika SDM memiliki kompetensi, integritas, dan etos kerja yang baik, maka kualitas pelayanan dan kinerja organisasi juga akan semakin baik,” jelasnya.
Dalam konteks kelembagaan Bawaslu, semangat Hari Pelanggan Nasional dapat menjadi refleksi untuk terus memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat. Bawaslu merupakan lembaga yang memiliki tugas penting dalam melakukan pencegahan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemilu. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bawaslu juga berinteraksi secara langsung dengan berbagai unsur masyarakat.
Masyarakat membutuhkan informasi yang jelas mengenai tugas dan fungsi Bawaslu, mekanisme penyampaian informasi maupun laporan, serta berbagai hal yang berkaitan dengan pengawasan Pemilu. Oleh karena itu, kemampuan jajaran dalam memberikan informasi dan pelayanan secara tepat, profesional, serta sesuai dengan ketentuan menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kelembagaan.
Heru menambahkan bahwa pelayanan yang baik harus dibangun melalui budaya kerja yang positif. Setiap jajaran harus memahami bahwa sikap dan perilaku dalam memberikan pelayanan turut menentukan citra lembaga di mata masyarakat.
Keramahan, kesopanan, ketepatan waktu, ketelitian, kemampuan mendengarkan, serta kesediaan memberikan solusi merupakan bagian dari pelayanan yang harus terus dibangun. Hal tersebut perlu menjadi kebiasaan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, bukan hanya dilakukan ketika terdapat momentum tertentu.
Peringatan Hari Pelanggan Nasional juga menjadi momentum untuk mengingat kembali pentingnya penerapan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, khususnya nilai Berorientasi Pelayanan. Nilai tersebut mendorong aparatur untuk memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat dengan memberikan pelayanan yang ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan.
Menurut Heru, implementasi nilai BerAKHLAK harus terlihat dalam perilaku nyata setiap aparatur. Tidak cukup hanya dipahami sebagai konsep, tetapi harus diwujudkan dalam cara bekerja, berkomunikasi, menyelesaikan pekerjaan, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun sesama pegawai.
“Nilai-nilai dasar ASN harus menjadi pedoman dalam bekerja. Berorientasi pelayanan berarti kita harus mampu memberikan pelayanan dengan sikap yang baik, bekerja secara profesional, dan berupaya memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat sesuai dengan tugas dan kewenangan kita,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Heru menekankan bahwa peningkatan kualitas pelayanan harus berjalan beriringan dengan pengembangan kompetensi aparatur. Oleh sebab itu, kegiatan pendidikan dan pelatihan, pembinaan, penguatan kapasitas, serta evaluasi kinerja perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Organisasi yang kuat tidak hanya ditentukan oleh sistem dan regulasi, tetapi juga oleh sumber daya manusia yang mampu menjalankan sistem tersebut secara konsisten. Aparatur yang terus belajar dan mengembangkan kemampuan akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaan tugas.
Dalam era digital, kemampuan aparatur untuk beradaptasi dengan teknologi juga menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Pemanfaatan teknologi informasi dapat membantu mempercepat proses pelayanan, meningkatkan efektivitas pekerjaan, serta mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi.
Namun demikian, Heru mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi harus tetap dibarengi dengan ketelitian dan tanggung jawab. Kecepatan pelayanan tidak boleh mengorbankan akurasi informasi. Demikian pula digitalisasi pelayanan harus tetap memperhatikan aspek keamanan, keterbukaan, dan ketentuan yang berlaku.
Selain meningkatkan kompetensi individu, Heru juga mendorong terciptanya lingkungan kerja yang mendukung kolaborasi dan komunikasi. Menurutnya, pelayanan yang baik merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur organisasi.
Setiap bagian memiliki peran masing-masing dalam mendukung kualitas pelayanan. Oleh karena itu, koordinasi internal, komunikasi yang efektif, serta budaya saling membantu menjadi faktor penting dalam memastikan kebutuhan masyarakat dapat dilayani dengan baik.
Ia juga mengajak seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah untuk menjadikan masyarakat sebagai bagian penting dalam pelaksanaan tugas kelembagaan. Masukan, kritik, dan saran yang disampaikan masyarakat hendaknya dipandang sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperbaiki kinerja organisasi.
“Masukan dari masyarakat adalah bagian dari proses pembelajaran bagi organisasi. Dengan mendengarkan masyarakat, kita dapat mengetahui apa yang sudah baik dan apa yang masih perlu diperbaiki,” tambahnya.
Heru berharap semangat Hari Pelanggan Nasional tidak berhenti pada ucapan dan peringatan semata. Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan mampu mendorong seluruh jajaran untuk membangun budaya pelayanan yang berkelanjutan.
Pelayanan yang baik, menurutnya, harus dimulai dari kesadaran setiap individu bahwa pekerjaan yang dilakukan memiliki dampak terhadap masyarakat dan kelembagaan. Setiap tugas yang dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab akan memberikan kontribusi terhadap terciptanya organisasi yang profesional dan dipercaya publik.
Ia juga mengajak para aparatur untuk terus meningkatkan kemampuan melalui proses belajar yang berkelanjutan. Perubahan lingkungan kerja, perkembangan teknologi, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat menuntut aparatur untuk tidak berhenti mengembangkan diri.
Dengan SDM yang kompeten, berintegritas, adaptif, dan memiliki semangat melayani, Bawaslu diharapkan mampu menjalankan tugas kelembagaan secara lebih efektif sekaligus memberikan pelayanan publik yang semakin baik.
“Jadikan pelayanan sebagai bagian dari budaya kerja. Terus belajar, terus beradaptasi, dan terus memberikan yang terbaik. Karena pelayanan yang baik bukan hanya memberikan kepuasan, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga,” pungkas Heru Sando.
Melalui peringatan Hari Pelanggan Nasional 2026, Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah diharapkan semakin memperkuat komitmen dalam menghadirkan pelayanan yang profesional, transparan, responsif, humanis, dan berintegritas.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas pelayanan harus didukung oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan aparatur yang kompeten dan berorientasi pada pelayanan, kelembagaan Bawaslu dapat terus tumbuh menjadi organisasi yang adaptif, profesional, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selamat Hari Pelanggan Nasional 2026.
Mari Tingkatkan Kompetensi, Perkuat Profesionalitas, dan Hadirkan Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T