HARI RADIO REPUBLIK INDONESIA KE-81, WAHID TEDI KRISTIANDI TEKANKAN PENTINGNYA INFORMASI BERKUALITAS
|
Lampung Tengah — Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah Wahid Tedi Kristiandi menyampaikan ucapan Selamat Hari Radio Republik Indonesia (RRI) ke-81 yang diperingati pada 11 September 2026. Peringatan tahun ini mengusung tema “Suara Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”
Peringatan Hari Radio Republik Indonesia menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang radio sebagai salah satu media komunikasi yang memiliki peran penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Sejak awal berdirinya, radio telah menjadi sarana yang memiliki kemampuan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat secara luas.
Wahid Tedi Kristiandi menyampaikan bahwa perjalanan radio selama puluhan tahun menunjukkan besarnya peran media komunikasi dalam mendukung kehidupan masyarakat. Radio tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga berkembang menjadi media pendidikan, hiburan, kebudayaan, serta komunikasi publik.
“Selamat Hari Radio Republik Indonesia ke-81. Semoga RRI terus berkembang dan mampu memberikan informasi yang berkualitas, terpercaya, edukatif, serta memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia,” ujar Wahid Tedi Kristiandi.
Menurutnya, sejarah radio di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari perjalanan bangsa, khususnya pada masa awal kemerdekaan. Pada saat itu, kebutuhan terhadap informasi menjadi sangat penting karena masyarakat membutuhkan informasi mengenai berbagai perkembangan yang terjadi setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.
Radio dipandang sebagai salah satu sarana komunikasi yang relatif cepat untuk menyampaikan informasi dari pemerintah kepada rakyat. Para tokoh radio pada masa tersebut menyadari bahwa radio memiliki fungsi strategis karena dapat digunakan dalam kondisi yang penuh keterbatasan.
Kemampuan radio untuk menyampaikan suara secara luas menjadikannya sebagai salah satu media yang memiliki pengaruh besar dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Peran tersebut kemudian terus berkembang seiring dengan perubahan kebutuhan masyarakat dan kemajuan teknologi komunikasi.
Dalam perjalanan berikutnya, radio tidak hanya berfungsi sebagai media informasi. Radio juga berkembang menjadi sarana pendidikan, hiburan, kebudayaan, dan komunikasi publik. Berbagai program radio dapat memberikan pengetahuan sekaligus menjadi ruang interaksi yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Wahid menilai perjalanan panjang radio tersebut menunjukkan bahwa teknologi komunikasi selalu berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Radio yang dahulu hanya mengandalkan perangkat konvensional kini telah memasuki era digital dengan memanfaatkan jaringan internet dan berbagai platform teknologi.
“Perkembangan teknologi komunikasi menunjukkan bahwa sebuah media harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Radio juga telah berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat, sehingga keberadaannya tetap relevan meskipun saat ini terdapat banyak pilihan media digital,” kata Wahid.
Memasuki era digital, masyarakat memiliki semakin banyak pilihan untuk mendapatkan informasi. Media sosial, portal berita, layanan streaming, dan berbagai platform digital memungkinkan informasi diterima dalam waktu yang sangat cepat.
Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan tersendiri. Informasi yang beredar di ruang digital tidak seluruhnya dapat dipastikan kebenarannya. Masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memilah, memeriksa, dan memahami informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
Menurut Wahid, media yang profesional memiliki peran penting dalam menghadirkan informasi yang berdasarkan fakta dan dapat dipertanggungjawabkan. Keberadaan media penyiaran publik seperti RRI diharapkan dapat terus memberikan informasi yang objektif, edukatif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Dalam konteks kehidupan demokrasi, media memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kesadaran terhadap berbagai persoalan publik. Informasi yang disampaikan secara benar dapat membantu masyarakat memahami berbagai perkembangan yang terjadi di lingkungan sosial, pemerintahan, maupun kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebagai bagian dari Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Wahid juga melihat bahwa media memiliki peran penting dalam mendukung penyebarluasan informasi mengenai demokrasi dan kepemiluan. Masyarakat membutuhkan informasi yang mudah dipahami agar dapat mengetahui hak, kewajiban, serta peran mereka dalam menjaga proses demokrasi.
Penyampaian informasi mengenai kepemiluan yang akurat dan berimbang juga dapat membantu mencegah munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat. Media dapat menjadi sarana edukasi publik yang turut mendorong masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam mengawal proses demokrasi.
Wahid menekankan bahwa penguatan literasi informasi merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya lembaga pemerintah dan penyelenggara Pemilu, tetapi juga media dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan ruang informasi yang sehat.
Masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumbernya, terutama informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan, perpecahan, maupun konflik di tengah masyarakat.
Di sisi lain, perkembangan teknologi juga memberikan peluang besar bagi media untuk memperluas jangkauan. Radio kini tidak hanya dapat dinikmati melalui perangkat radio konvensional, tetapi juga dapat diakses melalui berbagai perangkat digital.
Transformasi tersebut menunjukkan bahwa radio memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan tetap hadir di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat. Dengan memanfaatkan teknologi digital secara optimal, radio dapat menjangkau generasi muda yang semakin terbiasa menggunakan perangkat digital dalam kehidupan sehari-hari.
Wahid berharap RRI terus mempertahankan kualitas penyiaran dan meningkatkan inovasi agar dapat menjawab tantangan perkembangan zaman. RRI diharapkan tetap menjadi media yang dekat dengan masyarakat sekaligus mampu menjadi sumber informasi yang dapat dipercaya.
“Semoga RRI terus menjadi media yang mampu menyuarakan kepentingan masyarakat, memberikan edukasi, memperkuat persatuan, serta ikut mencerdaskan kehidupan bangsa,” tuturnya.
Peringatan Hari Radio Republik Indonesia ke-81 dengan tema “Suara Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” juga menjadi momentum untuk mengingat kembali bahwa informasi memiliki peran penting dalam membangun kehidupan bangsa.
Suara yang disampaikan melalui media diharapkan bukan sekadar menjadi penyampai kabar, tetapi juga mampu memberikan pengetahuan, membuka ruang dialog, memperkuat persatuan, serta mendorong masyarakat untuk semakin kritis dan bijak dalam menyikapi berbagai informasi.
Wahid menambahkan bahwa kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan peningkatan tanggung jawab dalam menggunakan media. Masyarakat harus mampu memanfaatkan teknologi komunikasi untuk hal-hal yang produktif dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Dalam kehidupan demokrasi, keterbukaan informasi yang sehat dapat menjadi salah satu faktor pendukung terciptanya partisipasi masyarakat. Media dapat membantu mempertemukan informasi publik dengan kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi sarana edukasi yang memperkuat kesadaran warga negara.
Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah terus berupaya membangun komunikasi publik yang terbuka dan memberikan informasi yang berkaitan dengan tugas serta fungsi pengawasan Pemilu. Dalam hal tersebut, sinergi dengan media menjadi bagian penting untuk memastikan informasi dapat diterima masyarakat secara luas.
Melalui momentum Hari Radio Republik Indonesia ke-81, Wahid mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga budaya komunikasi yang sehat. Informasi hendaknya digunakan sebagai sarana untuk membangun, bukan untuk memecah belah.
Perjalanan radio dari masa awal kemerdekaan hingga era digital menjadi bukti bahwa media komunikasi memiliki kemampuan untuk terus berkembang sesuai dengan perubahan zaman. Radio telah melewati berbagai fase perkembangan teknologi dan tetap memiliki ruang di tengah masyarakat.
HUT ke-81 RRI diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh insan penyiaran untuk terus meningkatkan kualitas, kreativitas, dan profesionalitas. Radio diharapkan tetap mampu menjadi media yang memberikan informasi terpercaya sekaligus menjadi bagian dari upaya mencerdaskan masyarakat Indonesia.
“Selamat Hari Radio Republik Indonesia ke-81. Mari terus menjaga suara yang mencerdaskan, informasi yang terpercaya, dan komunikasi yang memperkuat persatuan bangsa,” pungkas Wahid.
Dengan semangat “Suara Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, peringatan Hari Radio Republik Indonesia ke-81 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan perjalanan panjang radio, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, demokratis, dan bertanggung jawab.
Selamat Hari Radio Republik Indonesia (RRI) ke-81.
“Suara Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T