Lompat ke isi utama

Berita

HARI RAYA WAISAK 2570 BE/2026, IMAM NUROHIM AJAK MASYARAKAT JAGA PERSATUAN DALAM KEBERAGAMAN

R

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Lampung Tengah Sampaikan Ucapan Waisak

Dalam rangka memperingati Hari Raya Waisak 2570 BE/2026, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Imam Nurohim, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Waisak kepada seluruh umat Buddha yang merayakan, baik di Kabupaten Lampung Tengah maupun di seluruh Indonesia.

Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan atas keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia sekaligus sebagai wujud komitmen untuk terus menjaga nilai-nilai toleransi, persaudaraan, dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE/2026 kepada seluruh umat Buddha yang merayakan. Semoga perayaan Waisak tahun ini membawa kedamaian, kebahagiaan, kesehatan, serta keberkahan bagi seluruh umat Buddha dan masyarakat Indonesia pada umumnya,” ujar Imam Nurohim.

Menurutnya, Hari Raya Waisak merupakan momentum suci yang tidak hanya memiliki makna spiritual bagi umat Buddha, tetapi juga mengandung nilai-nilai universal yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut seperti cinta kasih, kebijaksanaan, pengendalian diri, serta penghormatan terhadap sesama menjadi landasan penting dalam membangun kehidupan sosial yang rukun dan harmonis.

Imam Nurohim menegaskan bahwa Indonesia adalah bangsa yang majemuk dengan keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat. Keberagaman tersebut harus senantiasa dijaga dan dirawat sebagai kekuatan untuk memperkokoh persatuan nasional.

“Momentum Hari Raya Waisak mengingatkan kita semua akan pentingnya hidup berdampingan secara damai, saling menghormati, serta menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan. Perbedaan bukanlah penghalang, tetapi anugerah yang harus kita jaga bersama,” katanya.

Sebagai Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi, Imam Nurohim juga menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kondusivitas sosial, terutama dalam ruang-ruang demokrasi dan kehidupan bermasyarakat. Ia menilai bahwa semangat kedamaian yang terkandung dalam Hari Raya Waisak sejalan dengan upaya menciptakan kehidupan sosial yang tertib, harmonis, dan berkeadilan.

Menurutnya, nilai-nilai kebijaksanaan dan cinta kasih yang diajarkan dalam Waisak dapat menjadi inspirasi dalam menyikapi berbagai perbedaan pendapat maupun potensi konflik sosial di tengah masyarakat. Dengan mengedepankan dialog, musyawarah, dan sikap saling menghormati, setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan perpecahan.

“Dalam kehidupan sosial maupun demokrasi, perbedaan pandangan adalah hal yang wajar. Namun yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya dengan bijaksana, tidak mudah terprovokasi, serta selalu mengedepankan kepentingan bersama demi terciptanya kedamaian,” ungkapnya.

Imam Nurohim juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam menjaga arus informasi yang sehat dan bertanggung jawab. Di era digital saat ini, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang dapat mengganggu kerukunan.

Ia menegaskan bahwa informasi yang benar, akurat, dan berimbang merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas sosial. Oleh karena itu, semangat Waisak yang mengajarkan kebijaksanaan juga relevan dalam membangun kesadaran literasi informasi di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat Lampung Tengah untuk menjadikan peringatan Hari Raya Waisak sebagai momentum memperkuat semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong. Menurutnya, kehidupan yang harmonis hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat memiliki komitmen yang sama dalam menjaga kerukunan.

“Kerukunan antarumat beragama adalah fondasi penting dalam membangun bangsa yang kuat dan berdaulat. Dengan menjaga toleransi dan saling menghormati, kita dapat menciptakan lingkungan yang damai, aman, dan sejahtera,” katanya.

Imam Nurohim juga berharap agar umat Buddha yang merayakan Hari Raya Waisak 2570 BE/2026 dapat menjalankan ibadah dengan penuh khidmat dan mendapatkan ketenangan batin serta kebahagiaan. Ia meyakini bahwa nilai-nilai spiritual dalam Waisak akan memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial yang lebih baik.

Ia menambahkan bahwa semangat cinta kasih dan kebijaksanaan yang menjadi inti perayaan Waisak dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk terus berbuat kebaikan, menjaga hubungan sosial yang harmonis, serta memperkuat rasa persaudaraan antarwarga bangsa.

“Semoga cahaya kebijaksanaan Waisak senantiasa menerangi kehidupan kita semua. Mari kita terus menebarkan kebaikan, memperkuat persaudaraan, dan menjaga toleransi demi terwujudnya masyarakat yang rukun, damai, dan berkeadilan,” tuturnya.

Menutup pernyataannya, Imam Nurohim kembali menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Waisak kepada seluruh umat Buddha yang merayakan.

"Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE/2026. Semoga kedamaian, kebahagiaan, kebijaksanaan, dan keberkahan senantiasa menyertai seluruh umat Buddha. Mari kita jadikan momentum ini sebagai penguat semangat persatuan dan toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

Peringatan Hari Raya Waisak 2570 BE/2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, serta persaudaraan di tengah keberagaman bangsa Indonesia, sekaligus memperkokoh komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan keharmonisan sosial.

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T