HARI TERAKHIR PENDAFTARAN KOMPETISI DEBAT PENEGAKAN HUKUM PEMILU KE-VI TAHUN 2026, BAWASLU AJAK MAHASISWA LENGKAPI SELURUH PERSYARATAN SEBELUM PENUTUPAN
|
Lampung Tengah – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia secara resmi mengingatkan seluruh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia bahwa hari ini merupakan hari terakhir pendaftaran Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu Antar Perguruan Tinggi Se-Indonesia ke-VI Tahun 2026. Momentum ini menjadi kesempatan terakhir bagi setiap tim yang telah mempersiapkan diri untuk segera menyelesaikan seluruh tahapan administrasi dan memastikan seluruh dokumen persyaratan telah diunggah sebelum batas waktu pendaftaran berakhir.
Melalui informasi yang disampaikan pada media publikasi resminya, Bawaslu mengajak seluruh peserta untuk tidak menunda proses pengunggahan dokumen. Seluruh persyaratan administrasi harus dipastikan lengkap dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan agar proses verifikasi dapat berjalan dengan baik.
Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu merupakan agenda nasional yang diselenggarakan Bawaslu sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan argumentatif terhadap berbagai isu kepemiluan, khususnya yang berkaitan dengan penegakan hukum pemilu di Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Bawaslu dalam meningkatkan partisipasi generasi muda serta memperkuat literasi demokrasi di lingkungan akademik.
Dalam publikasi tersebut, Bawaslu menegaskan bahwa pendaftaran telah dibuka hingga Jumat, 24 Juli 2026 pukul 23.59 WIB, sehingga seluruh tim diharapkan memanfaatkan waktu yang tersisa untuk melakukan pemeriksaan akhir terhadap seluruh berkas yang akan dikirimkan secara daring.
Bawaslu juga mengingatkan bahwa ketelitian dalam melengkapi dokumen menjadi faktor yang sangat penting. Kelengkapan administrasi merupakan salah satu tahapan awal yang menentukan apakah peserta dapat melanjutkan ke proses seleksi berikutnya. Oleh karena itu, setiap tim diminta melakukan pengecekan ulang terhadap seluruh dokumen agar tidak terdapat kekurangan maupun kesalahan administrasi.
Adapun dokumen yang wajib dipersiapkan dan diunggah oleh peserta meliputi:
Formulir pendaftaran dalam format PDF.
Pas foto formal terbaru berlatar belakang putih ukuran 4x6 dalam format JPG.
Daftar anggota regu beserta pendamping dalam format PDF.
Biodata anggota regu dalam format PDF.
Biodata pendamping regu dalam format PDF.
Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau Surat Keterangan Aktif Kuliah dalam format PDF.
Surat Persetujuan dari Perguruan Tinggi atau Institusi Pendidikan dalam format PDF.
Surat Pernyataan Tidak Akan Mengundurkan Diri dalam format PDF.
Artikel ilmiah dalam format PDF.
Lembar orisinalitas artikel yang dilengkapi hasil pemeriksaan plagiarisme (screenshot persentase plagiarisme) dalam format PDF.
Tautan (link) video presentasi berformat MP4, MOV, atau AVI yang telah diunggah ke Google Drive dan dibagikan aksesnya melalui alamat surat elektronik panitia.
Seluruh dokumen tersebut menjadi bagian dari proses seleksi administrasi yang harus dipenuhi oleh setiap peserta sebagai syarat mengikuti Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu ke-VI Tahun 2026.
Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan akademik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman mengenai regulasi kepemiluan, penyelesaian sengketa, penanganan pelanggaran pemilu, hingga penguatan sistem demokrasi yang berintegritas. Melalui kompetisi ini, mahasiswa didorong untuk menyampaikan gagasan, solusi, dan argumentasi ilmiah terhadap berbagai tantangan penyelenggaraan pemilu di Indonesia.
Bawaslu berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi muda yang memiliki wawasan hukum kepemiluan yang kuat, berpikir kritis terhadap perkembangan demokrasi, serta mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan pemilu yang jujur, adil, transparan, dan berintegritas.
Selain mengasah kemampuan berbicara di depan publik, peserta juga dituntut memiliki kemampuan menyusun argumentasi berdasarkan data, fakta, dan ketentuan hukum yang berlaku. Hal tersebut sejalan dengan semangat Bawaslu dalam membangun budaya demokrasi yang berbasis pengetahuan, integritas, dan partisipasi masyarakat.
Bawaslu juga mengingatkan seluruh peserta agar tidak menunggu hingga detik-detik terakhir untuk mengunggah dokumen. Keterlambatan pengiriman ataupun ketidaklengkapan berkas dapat memengaruhi proses verifikasi administrasi dan berpotensi menghambat keikutsertaan peserta dalam kompetisi.
Melalui momentum hari terakhir pendaftaran ini, Bawaslu mengajak seluruh mahasiswa untuk menunjukkan kesiapan terbaiknya. Setiap tim diharapkan melakukan pemeriksaan akhir terhadap seluruh dokumen, memastikan format file telah sesuai, tautan video dapat diakses, serta seluruh persyaratan telah terpenuhi sebelum batas waktu yang telah ditentukan.
Dengan terselenggaranya Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu Antar Perguruan Tinggi Se-Indonesia ke-VI Tahun 2026, diharapkan lahir berbagai gagasan inovatif dari kalangan akademisi yang dapat memberikan kontribusi positif terhadap penguatan sistem pengawasan pemilu, penegakan hukum kepemiluan, serta peningkatan kualitas demokrasi Indonesia di masa mendatang.
Hari terakhir pendaftaran telah tiba. Pastikan tim terbaikmu telah melengkapi seluruh persyaratan administrasi, mengunggah seluruh dokumen yang diwajibkan, dan melakukan pengecekan kembali sebelum batas waktu berakhir. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu Antar Perguruan Tinggi Se-Indonesia ke-VI Tahun 2026 dan turut berkontribusi dalam memperkuat demokrasi Indonesia melalui gagasan, argumentasi, dan integritas.
Foto: Humas Bawaslu Republik Indonesia
Penulis dan Editor: 1T