Lompat ke isi utama

Berita

HUT TVRI KE-64, LUKITO HADI SUMARTO APRESIASI PERAN TVRI SEBAGAI MEDIA PEMERSATU BANGSA

r

Lukito Hadi Sumarto Ucapkan Selamat HUT TVRI ke-64

Lampung Tengah, 24 Agustus 2026 — Koordinator Sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah, Lukito Hadi Sumarto, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Ulang Tahun Televisi Republik Indonesia (TVRI) ke-64 yang diperingati pada 24 Agustus 2026. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengapresiasi perjalanan panjang TVRI sebagai lembaga penyiaran publik yang telah hadir memberikan informasi, edukasi, hiburan, serta berbagai tayangan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Mengusung semangat “Satu Layar, Sejuta Cerita”, HUT TVRI ke-64 menggambarkan perjalanan panjang sebuah lembaga penyiaran yang telah menjadi saksi sekaligus bagian dari perkembangan bangsa Indonesia. Selama 64 tahun, TVRI telah menghadirkan berbagai informasi dan cerita dari seluruh penjuru Tanah Air, mempertemukan masyarakat dengan keberagaman budaya, tradisi, pembangunan, prestasi, serta berbagai peristiwa penting dalam perjalanan bangsa.

Lukito Hadi Sumarto menyampaikan bahwa keberadaan media penyiaran publik memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang berkualitas. Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin cepat, masyarakat memiliki akses terhadap informasi dari berbagai sumber. Namun, kondisi tersebut juga menuntut masyarakat untuk semakin cerdas dalam memilih, memilah, dan memverifikasi informasi yang diterima.

“Selamat memperingati Hari Ulang Tahun Televisi Republik Indonesia ke-64. Semoga TVRI semakin maju, profesional, inovatif, dan terus memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan semangat ‘Satu Layar, Sejuta Cerita’, semoga TVRI terus menjadi media yang menginspirasi, mencerdaskan, dan menyatukan bangsa,” ujar Lukito Hadi Sumarto.

Menurutnya, tema “Satu Layar, Sejuta Cerita” memiliki makna yang sangat erat dengan keberagaman Indonesia. Melalui satu layar, masyarakat dapat melihat berbagai cerita kehidupan yang berasal dari berbagai daerah dengan latar belakang budaya dan karakter yang berbeda. Keberagaman tersebut merupakan kekayaan bangsa yang perlu terus dijaga dan diperkenalkan kepada generasi penerus.

TVRI selama perjalanan panjangnya telah menjadi bagian dari kehidupan berbagai generasi masyarakat Indonesia. Perubahan zaman yang diikuti perkembangan teknologi informasi tidak menghilangkan kebutuhan terhadap media yang mampu menghadirkan informasi secara bertanggung jawab. Sebaliknya, perkembangan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi TVRI untuk terus beradaptasi dengan pola konsumsi informasi masyarakat.

Lukito menilai bahwa media memiliki tanggung jawab besar dalam membangun budaya informasi yang sehat. Informasi yang akurat dan berimbang dapat membantu masyarakat memahami berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar maupun dalam lingkup nasional. Media juga dapat menjadi sarana pendidikan publik yang mendorong masyarakat untuk semakin kritis, terbuka, dan bijaksana dalam menyikapi berbagai informasi.

Di era digital seperti saat ini, penyebaran informasi berlangsung begitu cepat. Berita dan informasi dapat diterima masyarakat hanya dalam hitungan detik melalui berbagai platform. Kecepatan tersebut memberikan manfaat besar dalam penyebarluasan informasi, namun juga menghadirkan tantangan berupa potensi penyebaran hoaks, disinformasi, misinformasi, serta konten yang belum terverifikasi.

Karena itu, kehadiran media yang mengutamakan profesionalisme dan kredibilitas menjadi sangat penting. Media penyiaran publik diharapkan mampu terus menjadi rujukan masyarakat dengan menghadirkan informasi yang dapat dipercaya, sekaligus memberikan edukasi agar masyarakat memiliki kemampuan literasi media yang semakin baik.

Dalam konteks pemerintahan dan pelayanan publik, media juga memiliki peran sebagai sarana komunikasi antara lembaga negara dengan masyarakat. Informasi mengenai kebijakan, program pemerintah, pelayanan publik, maupun berbagai agenda nasional dapat disampaikan secara lebih luas melalui media sehingga masyarakat dapat memahami dan mengikuti perkembangan yang terjadi.

Lukito juga menilai bahwa media memiliki peran strategis dalam mendukung kehidupan demokrasi. Demokrasi membutuhkan masyarakat yang memiliki informasi memadai agar dapat berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab. Melalui pemberitaan dan program edukasi yang berkualitas, media dapat membantu masyarakat memahami berbagai isu publik serta mendorong terciptanya ruang diskusi yang sehat.

Hal tersebut juga memiliki keterkaitan dengan penyelenggaraan pemilu. Dalam proses demokrasi, masyarakat membutuhkan informasi yang jelas mengenai tahapan pemilu, hak dan kewajiban sebagai pemilih, serta pentingnya menjaga proses demokrasi agar berjalan secara jujur, adil, dan berintegritas.

Media dapat menjadi mitra strategis dalam menyebarluaskan informasi kepemiluan sekaligus memperkuat pengawasan partisipatif. Masyarakat yang memiliki pemahaman yang baik mengenai kepemiluan akan lebih mudah terlibat dalam menjaga kualitas demokrasi, termasuk dengan memberikan perhatian terhadap berbagai potensi pelanggaran yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

Bawaslu sendiri terus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pengawas, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks tersebut, media memiliki ruang penting untuk membantu menyampaikan pesan-pesan edukasi pengawasan kepada masyarakat secara luas.

Menurut Lukito, sinergi antara lembaga pengawas pemilu dan media menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem demokrasi yang sehat. Media dapat membantu menyampaikan informasi mengenai tugas dan fungsi Bawaslu, meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengawasan pemilu, serta mendorong masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga proses demokrasi.

Selain fungsi informasi, TVRI juga memiliki peran dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia. Berbagai program yang mengangkat seni, tradisi, bahasa daerah, kehidupan masyarakat, serta potensi daerah dapat menjadi sarana untuk memperkuat kecintaan terhadap bangsa dan memperkokoh persatuan.

Lukito berharap TVRI terus memberikan ruang bagi cerita-cerita masyarakat dari berbagai wilayah Indonesia. Cerita tersebut tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi, pengetahuan, dan pembelajaran bagi masyarakat luas.

Di usia ke-64 tahun, TVRI diharapkan semakin mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya sebagai lembaga penyiaran publik. Transformasi digital hendaknya dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan informasi dan mendekatkan TVRI dengan masyarakat, khususnya generasi muda yang semakin akrab dengan berbagai platform digital.

Perubahan pola konsumsi media menjadi tantangan yang perlu dijawab dengan inovasi. TVRI diharapkan dapat terus menghadirkan konten yang berkualitas, relevan, edukatif, dan menarik sehingga mampu menjangkau masyarakat dari berbagai kelompok usia.

Lukito Hadi Sumarto juga menyampaikan bahwa perjalanan panjang TVRI merupakan bukti bahwa media memiliki kemampuan untuk terus bertahan dan beradaptasi di tengah perubahan zaman. Dari era televisi analog hingga era digital, TVRI telah melalui berbagai perkembangan teknologi sekaligus perubahan kebutuhan masyarakat.

Peringatan HUT TVRI ke-64 diharapkan menjadi momentum refleksi untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik. Semangat untuk terus memberikan tayangan yang mencerdaskan dan menghibur harus berjalan seiring dengan komitmen menjaga integritas, profesionalitas, serta kepentingan masyarakat.

“Semoga TVRI terus menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Terus menghadirkan informasi yang akurat, edukatif, inspiratif, dan mampu mempererat persatuan. Semoga di usia ke-64 tahun ini, TVRI semakin kuat dalam menjalankan perannya sebagai media publik,” ungkap Lukito.

Ia juga berharap TVRI dapat terus menjadi ruang bersama bagi masyarakat Indonesia untuk mengenal berbagai cerita dari seluruh penjuru negeri. Setiap daerah memiliki cerita, setiap masyarakat memiliki pengalaman, dan setiap kebudayaan memiliki nilai yang dapat menjadi bagian dari wajah Indonesia.

Semangat “Satu Layar, Sejuta Cerita” menjadi pengingat bahwa keberagaman merupakan kekuatan Indonesia. Satu layar dapat menghadirkan jutaan kisah yang berbeda, tetapi tetap berada dalam satu kesatuan sebagai bangsa Indonesia.

Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah turut memberikan apresiasi terhadap peran media dalam memperkuat keterbukaan informasi, meningkatkan literasi masyarakat, serta mendukung kehidupan demokrasi. Media yang profesional dan bertanggung jawab diharapkan terus menjadi mitra dalam membangun masyarakat yang sadar informasi dan aktif berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di akhir penyampaiannya, Lukito Hadi Sumarto kembali mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Televisi Republik Indonesia ke-64. Ia berharap TVRI terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Satu Layar, Sejuta Cerita. Selamat HUT TVRI ke-64. Terus Menginspirasi, Mencerdaskan, dan Menyatukan Negeri.”

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T