Lompat ke isi utama

Berita

IKUTI WEBINAR GEMA BKPSDM KOTA BEKASI, BAWASLU LAMPUNG TENGAH PERKUAT PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO UNTUK WUJUDKAN TATA KELOLA YANG AKUNTABEL

r

Bawaslu Lampung Tengah Tingkatkan Kapasitas ASN lewat Webinar GEMA BKPSDM Kota Bekasi tentang Manajemen Risiko Pemerintahan

Lampung Tengah — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh BKPSDM Kota Bekasi dalam program GEMA (Gelaran Edukasi Melalui Webinar ASN Kota Bekasi) dengan tema “Dari Identifikasi hingga Mitigasi: Praktik Manajemen Risiko di Instansi Pemerintah”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari 2026, pukul 13.30 hingga 16.00 WIB secara daring dan diikuti oleh berbagai ASN dari sejumlah instansi pemerintah.

Webinar ini menghadirkan narasumber kompeten, yakni Mohamad Hardi, Auditor Ahli Utama Inspektorat Kota Bekasi, yang memaparkan secara komprehensif pentingnya penerapan manajemen risiko dalam tata kelola pemerintahan. Acara dipandu oleh MC dan moderator Nurcahya Jelita, yang memfasilitasi jalannya diskusi secara interaktif dan dinamis.

Dalam pemaparannya, Mohamad Hardi menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai garda terdepan penyelenggaraan birokrasi dihadapkan pada berbagai risiko, baik yang bersifat internal seperti kesalahan prosedur, lemahnya pengawasan, hingga potensi konflik kepentingan, maupun risiko eksternal seperti perubahan regulasi, tekanan publik, dan dinamika sosial-politik. Oleh karena itu, penerapan manajemen risiko bukan lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

“Manajemen risiko membantu organisasi pemerintah untuk mampu mengidentifikasi potensi masalah sejak dini, menganalisis kemungkinan dampak yang ditimbulkan, serta menyusun langkah mitigasi yang tepat agar kinerja organisasi tetap berjalan efektif dan efisien,” jelasnya dalam sesi materi.

Bawaslu Lampung Tengah menilai bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan tugas dan fungsi pengawasan yang dijalankan. Sebagai lembaga pengawas pemilu, Bawaslu dituntut untuk memiliki sistem kerja yang terukur, transparan, serta mampu memetakan berbagai potensi risiko dalam setiap tahapan penyelenggaraan pemilu dan pemilihan.

Melalui penerapan manajemen risiko, ASN di lingkungan Bawaslu diharapkan mampu meningkatkan ketelitian dalam perencanaan program, pelaksanaan kegiatan, serta pelaporan kinerja. Identifikasi risiko sejak tahap perencanaan menjadi kunci untuk meminimalisasi potensi penyimpangan, penyalahgunaan wewenang, maupun kendala administratif yang dapat menghambat pelayanan publik.

Program GEMA yang diinisiasi BKPSDM Kota Bekasi ini bertujuan meningkatkan kompetensi ASN agar lebih adaptif terhadap perubahan dan tantangan birokrasi modern. Dengan pendekatan sistematis mulai dari identifikasi risiko, analisis, evaluasi, hingga penyusunan strategi mitigasi, ASN diharapkan mampu membangun budaya kerja yang berbasis kehati-hatian (prudential), akuntabilitas, serta integritas.

Bawaslu Lampung Tengah mengapresiasi penyelenggaraan webinar ini karena memberikan wawasan praktis sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia. Diharapkan, melalui pelatihan semacam ini, para ASN semakin memahami pentingnya membangun sistem pengendalian internal yang kuat sehingga risiko tindak korupsi, penyalahgunaan kewenangan, serta penurunan kualitas pelayanan publik dapat ditekan seminimal mungkin.

Partisipasi aktif Bawaslu Lampung Tengah dalam webinar tersebut juga menjadi bagian dari komitmen kelembagaan untuk terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas pengawasan demokrasi. Dengan penguatan manajemen risiko yang terstruktur, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap berbagai tantangan di era birokrasi modern.

Melalui momentum ini, Bawaslu Lampung Tengah menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam penguatan kapasitas ASN. Sinergi dan pertukaran pengetahuan menjadi modal penting untuk membangun pemerintahan yang bersih, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

r
r

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T