IMAM NUROHIM SAMPAIKAN SELAMAT HARI VETERAN NASIONAL 2026, MOMENTUM MENGENANG JASA PEJUANG DAN MENELADANI SEMANGAT PANTANG MENYERAH
|
LAMPUNG TENGAH — Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah, Imam Nurohim, menyampaikan ucapan Selamat Hari Veteran Nasional yang diperingati setiap 10 Agustus. Peringatan tersebut menjadi momentum penting untuk mengenang, menghormati, dan mengapresiasi jasa para veteran yang telah memberikan pengabdian serta pengorbanan bagi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Hari Veteran Nasional tidak hanya menjadi peringatan simbolis terhadap sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk memahami bahwa kemerdekaan, kedaulatan, dan kehidupan berbangsa yang dinikmati saat ini memiliki sejarah panjang yang dibangun melalui perjuangan, keberanian, pengorbanan, serta semangat pantang menyerah para pendahulu.
Dalam momentum Hari Veteran Nasional 10 Agustus 2026, Imam Nurohim menyampaikan penghormatan kepada seluruh veteran Indonesia yang telah mengabdikan diri dalam berbagai perjuangan untuk mempertahankan dan menjaga kepentingan bangsa dan negara.
“Selamat Hari Veteran Nasional 10 Agustus 2026. Jasa dan pengabdian para veteran merupakan bagian penting dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Semangat perjuangan, keberanian, keteguhan, dan pantang menyerah yang telah ditunjukkan para veteran harus terus menjadi teladan bagi generasi penerus,” ujar Imam Nurohim.
Menurutnya, perjuangan para veteran memiliki nilai yang tidak akan pernah lekang oleh waktu. Meskipun tantangan yang dihadapi generasi sekarang berbeda dengan masa perjuangan kemerdekaan, nilai-nilai yang diwariskan para pejuang tetap relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Hari Veteran Nasional memiliki akar sejarah yang berkaitan erat dengan perjalanan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi fisik. Namun, meskipun peristiwa utama yang menjadi latar belakangnya berlangsung pada era perjuangan mempertahankan kemerdekaan, penetapan Hari Veteran Nasional secara resmi dalam tata negara dilakukan pada masa modern.
Pemerintah menetapkan 10 Agustus sebagai Hari Veteran Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2014, yang ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Penetapan tersebut menjadi bentuk penghargaan negara terhadap jasa para pejuang yang telah memberikan pengabdian dalam berbagai perjuangan untuk bangsa dan negara.
Penetapan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen negara untuk memastikan sejarah perjuangan dan jasa para veteran tetap dikenang oleh generasi penerus. Penghormatan terhadap veteran bukan semata-mata mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi upaya menjaga kesinambungan nilai perjuangan agar tidak hilang di tengah perubahan zaman.
Imam menilai, keberadaan Hari Veteran Nasional menjadi pengingat bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah serta menghargai orang-orang yang telah memberikan kontribusi bagi perjalanan bangsanya.
“Peringatan Hari Veteran Nasional mengajarkan kepada kita bahwa pembangunan bangsa hari ini tidak dapat dilepaskan dari perjuangan generasi sebelumnya. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab generasi sekarang untuk menghargai jasa para veteran sekaligus meneruskan nilai-nilai perjuangan tersebut melalui pengabdian dan karya nyata,” katanya.
Imam juga menjelaskan bahwa makna Hari Veteran Nasional memiliki cakupan yang luas. Peringatan tersebut tidak hanya ditujukan kepada para pejuang yang terlibat dalam Revolusi Kemerdekaan Indonesia pada periode 1945–1949, tetapi juga mencakup berbagai kategori veteran yang diakui berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Di antaranya adalah veteran yang terlibat dalam Trikora, Dwikora, Seroja, hingga Veteran Perdamaian yang melaksanakan tugas dalam berbagai misi internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Keberagaman latar belakang pengabdian tersebut menunjukkan bahwa perjuangan mempertahankan kepentingan bangsa dan negara memiliki perjalanan yang panjang. Pengabdian dilakukan dalam berbagai situasi dan medan, baik dalam mempertahankan kedaulatan, menjaga kepentingan nasional, maupun berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia.
Bagi Imam, seluruh pengabdian tersebut patut dihargai dan menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
“Kita memberikan penghormatan kepada seluruh veteran, baik mereka yang berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan maupun mereka yang melaksanakan tugas negara dalam berbagai bentuk pengabdian. Semuanya merupakan bagian dari sejarah dan perjalanan bangsa yang harus kita jaga serta wariskan kepada generasi berikutnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Imam mengatakan bahwa semangat para veteran sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Perubahan teknologi, perkembangan informasi, dinamika sosial, serta berbagai tantangan kebangsaan membutuhkan masyarakat yang memiliki ketahanan, integritas, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab.
Semangat pantang menyerah yang dimiliki para veteran dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan. Perjuangan pada masa kini dapat diwujudkan melalui pendidikan, pekerjaan, pelayanan kepada masyarakat, menjaga persatuan, menaati hukum, serta berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Menurutnya, generasi sekarang tidak lagi dihadapkan pada perjuangan bersenjata sebagaimana yang dialami para pejuang pada masa lalu. Namun, setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan nilai-nilai kemerdekaan melalui cara dan bidang masing-masing.
Dalam konteks tugas Bawaslu, semangat pengabdian tersebut dapat diwujudkan melalui pelaksanaan tugas pengawasan secara profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab. Penanganan pelanggaran, pengelolaan data dan informasi, serta pengawasan terhadap proses demokrasi merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas kehidupan demokrasi di Indonesia.
Imam menekankan bahwa salah satu nilai penting yang dapat dipetik dari perjuangan para veteran adalah semangat persatuan. Perjuangan bangsa Indonesia pada masa lalu menunjukkan bahwa persatuan menjadi kekuatan penting dalam menghadapi berbagai tantangan.
Nilai tersebut harus terus dipertahankan dalam kehidupan demokrasi modern. Perbedaan pilihan politik, pandangan, maupun kepentingan tidak seharusnya menjadi alasan untuk memecah persatuan masyarakat.
Sebaliknya, perbedaan harus dikelola secara dewasa melalui mekanisme demokrasi dan hukum yang berlaku.
“Semangat persatuan yang diwariskan para veteran harus terus kita jaga. Perbedaan merupakan bagian dari demokrasi, tetapi perbedaan tidak boleh menghilangkan persaudaraan sebagai sesama anak bangsa. Mari kita rawat demokrasi dengan sikap saling menghormati, taat aturan, dan mengedepankan kepentingan bangsa,” tutur Imam.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak hanya mengenang veteran melalui kegiatan seremonial. Lebih dari itu, masyarakat diharapkan mampu memahami nilai perjuangan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menghormati veteran dapat diwujudkan dengan menjadi warga negara yang bertanggung jawab, menjaga persatuan, menghargai hukum, meningkatkan kepedulian sosial, serta ikut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, tertib, dan demokratis.
Hari Veteran Nasional 2026 dengan demikian menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa perjuangan bangsa belum berhenti. Setiap generasi memiliki tantangan dan bentuk perjuangannya masing-masing.
Jika para veteran pada masa lalu berjuang dengan mempertaruhkan jiwa dan raga untuk mempertahankan kemerdekaan, maka generasi sekarang memiliki tugas untuk mengisi kemerdekaan melalui karya, profesionalisme, inovasi, pengabdian, serta menjaga nilai-nilai demokrasi dan kebangsaan.
Imam berharap peringatan Hari Veteran Nasional dapat menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Bawaslu dan masyarakat agar senantiasa memiliki semangat pengabdian dalam menjalankan tugas masing-masing.
“Mari kita jadikan Hari Veteran Nasional sebagai momentum untuk terus belajar dari sejarah. Semangat para veteran harus menjadi energi bagi kita untuk bekerja lebih baik, mengabdi dengan tulus, menjaga persatuan, serta memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara,” pungkas Imam Nurohim.
Dengan semangat “Veteran Menjaga Nilai Juang, Menginspirasi Indonesia Maju”, peringatan Hari Veteran Nasional 10 Agustus 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai penghormatan terhadap masa lalu, tetapi menjadi inspirasi untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih kuat, bersatu, demokratis, berintegritas, dan berkeadilan.
Selamat Hari Veteran Nasional 10 Agustus 2026. Terima kasih atas jasa dan pengabdian para veteran. Semangat perjuangan akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T