IMAM NUROHIM UCAPKAN SELAMAT HUT KE-59 ASEAN, MOMENTUM PERKUAT SEMANGAT KEBERSAMAAN DAN PERDAMAIAN KAWASAN
|
Lampung Tengah – Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah, Imam Nurohim, menyampaikan ucapan Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 ASEAN yang diperingati setiap tanggal 8 Agustus.
Peringatan Hari ASEAN atau ASEAN Day menjadi momentum penting untuk mengenang lahirnya Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), organisasi kawasan yang didirikan pada 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand, melalui penandatanganan Deklarasi ASEAN atau Bangkok Declaration oleh lima negara pendiri, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.
Dalam perjalanan hampir enam dekade, ASEAN terus berkembang dan memperluas kerja samanya. Jika sebelumnya terdiri dari 10 negara anggota, pada 26 Oktober 2025 Timor-Leste resmi menjadi anggota ke-11 ASEAN. Dengan demikian, pada peringatan HUT ke-59 tahun 2026, ASEAN terdiri atas 11 negara anggota, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, Kamboja, dan Timor-Leste.
Peringatan ASEAN Day ke-59 tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan antarnegara anggota sekaligus merefleksikan perjalanan ASEAN dalam menjaga perdamaian, stabilitas, kerja sama, dan kesejahteraan masyarakat di kawasan Asia Tenggara.
Melalui momentum tersebut, Imam Nurohim menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat di kawasan Asia Tenggara. Ia berharap ASEAN semakin kuat dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan global serta mampu terus membangun kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Selamat Hari ASEAN ke-59. Semoga ASEAN semakin kuat, solid, damai, dan sejahtera. Mari kita terus menjaga semangat kebersamaan, memperkuat kerja sama, dan membangun kawasan Asia Tenggara yang semakin maju serta mampu menghadapi berbagai tantangan bersama,” ujar Imam Nurohim.
Berdirinya ASEAN pada 8 Agustus 1967 menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah kawasan Asia Tenggara. Lima negara pendiri sepakat membangun sebuah organisasi regional yang dapat menjadi wadah kerja sama dan memperkuat hubungan antarnegara.
Seiring berjalannya waktu, keanggotaan ASEAN terus berkembang. Brunei Darussalam bergabung pada 1984, Vietnam pada 1995, Laos dan Myanmar pada 1997, Kamboja pada 1999, dan Timor-Leste menjadi anggota ke-11 pada 2025. Perjalanan tersebut menunjukkan bagaimana ASEAN terus berkembang sebagai komunitas regional.
Bagi Imam, perjalanan tersebut merupakan bukti bahwa kerja sama dan persatuan dapat menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan. Negara-negara ASEAN memiliki latar belakang sejarah, budaya, bahasa, sistem pemerintahan, dan kondisi sosial yang beragam, namun tetap dapat membangun hubungan dan kepentingan bersama.
Semangat kebersamaan tersebut menjadi semakin penting di tengah perkembangan dunia yang penuh dengan perubahan. Tantangan ekonomi, perkembangan teknologi, perubahan sosial, keamanan kawasan, hingga dinamika geopolitik membutuhkan kerja sama yang kuat dan komunikasi yang konstruktif.
Imam menilai bahwa peringatan ASEAN Day tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingat kembali nilai-nilai yang mendasari berdirinya organisasi tersebut.
Persatuan, saling menghormati, dialog, kerja sama, dan komitmen terhadap perdamaian merupakan nilai yang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“ASEAN mengajarkan kepada kita bahwa perbedaan tidak harus menjadi penghalang untuk bekerja sama. Justru dengan menghargai perbedaan dan membangun komunikasi yang baik, kita dapat menemukan tujuan bersama,” kata Imam.
Menurutnya, semangat tersebut juga sangat relevan dengan kehidupan demokrasi di Indonesia. Demokrasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk memiliki perbedaan pandangan, pilihan, maupun aspirasi.
Perbedaan tersebut harus dikelola dengan bijaksana sehingga tidak menimbulkan perpecahan. Masyarakat perlu membangun budaya dialog, saling menghormati, serta menyelesaikan perbedaan berdasarkan aturan dan mekanisme yang berlaku.
Sebagai Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi, Imam menyampaikan bahwa semangat kebersamaan dan kerja sama juga memiliki relevansi dengan pelaksanaan tugas Bawaslu.
Penanganan pelanggaran Pemilu membutuhkan ketelitian, integritas, koordinasi, serta dukungan data dan informasi yang akurat. Setiap informasi yang diterima harus dikelola secara profesional agar dapat mendukung proses pengawasan dan penanganan dugaan pelanggaran secara tepat.
Menurutnya, kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara Pemilu, tetapi juga oleh partisipasi masyarakat. Masyarakat memiliki peran penting dalam mengawasi proses demokrasi dan menyampaikan informasi apabila menemukan dugaan pelanggaran.
Karena itu, kolaborasi antara Bawaslu dan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan pengawasan Pemilu yang efektif.
“Pengawasan Pemilu tidak dapat dilakukan sendiri. Bawaslu membutuhkan partisipasi masyarakat, dukungan informasi, serta kerja sama seluruh pihak. Dengan kolaborasi yang baik, berbagai potensi pelanggaran dapat lebih cepat diketahui dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” jelas Imam.
Imam juga menekankan pentingnya pengelolaan data dan informasi di tengah perkembangan teknologi digital. Saat ini masyarakat dapat memperoleh dan menyebarkan informasi dengan sangat cepat.
Kondisi tersebut memberikan manfaat besar dalam meningkatkan keterbukaan informasi dan partisipasi masyarakat. Namun, di sisi lain, derasnya arus informasi juga menghadirkan tantangan berupa berita palsu, informasi yang tidak terverifikasi, disinformasi, maupun konten yang berpotensi memicu konflik.
Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan untuk menyaring informasi sebelum mempercayai ataupun menyebarkannya.
Dalam kehidupan demokrasi, informasi yang tidak benar dapat memberikan dampak yang besar. Informasi yang keliru dapat memengaruhi persepsi masyarakat, menimbulkan kesalahpahaman, bahkan memicu konflik di tengah masyarakat.
Imam mengajak seluruh Sahabat Bawaslu untuk menjadi pengguna informasi yang cerdas dan bertanggung jawab.
“Mari biasakan untuk memeriksa sumber informasi sebelum membagikannya. Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama informasi yang berkaitan dengan isu politik dan demokrasi. Menjaga ruang informasi yang sehat merupakan bagian dari menjaga kualitas demokrasi,” pesannya.
Selain menjaga kualitas informasi, Imam juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan partisipasi dalam kehidupan demokrasi.
Partisipasi masyarakat dapat diwujudkan dengan berbagai cara, mulai dari menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, memahami aturan Pemilu, ikut mengawasi tahapan Pemilu, hingga menyampaikan informasi mengenai dugaan pelanggaran melalui saluran yang sesuai.
Menurutnya, masyarakat yang aktif dan peduli akan menjadi kekuatan penting bagi terciptanya demokrasi yang berintegritas.
Bawaslu juga terus mendorong masyarakat untuk tidak takut menyampaikan informasi apabila menemukan dugaan pelanggaran. Namun, penyampaian informasi tersebut harus dilakukan berdasarkan fakta dan melalui mekanisme yang telah ditentukan.
Dengan demikian, pengawasan masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk mencegah dan menangani pelanggaran Pemilu.
Peringatan HUT ke-59 ASEAN juga menjadi momentum untuk mengingat pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas. ASEAN sejak awal dibangun sebagai wadah kerja sama negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
Semangat tersebut dapat menjadi inspirasi dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Perdamaian tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat.
Menjaga komunikasi, menghormati perbedaan, tidak menyebarkan provokasi, serta mengedepankan penyelesaian masalah secara damai merupakan bentuk sederhana dari upaya menjaga perdamaian.
Imam berharap masyarakat Kabupaten Lampung Tengah dapat terus menjaga kerukunan dan tidak mudah terpecah oleh perbedaan pilihan maupun pandangan.
“Mari kita jaga persaudaraan. Berbeda pilihan bukan berarti berbeda tujuan sebagai sesama warga negara. Kita tetap memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga persatuan, kedamaian, dan kehidupan demokrasi yang sehat,” ungkapnya.
Memasuki usia ke-59, ASEAN telah melewati perjalanan panjang dengan berbagai dinamika dan tantangan. Namun, semangat kerja sama tetap menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan organisasi kawasan tersebut.
Peringatan ASEAN Day menjadi momentum untuk melihat kembali capaian yang telah diraih sekaligus mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Bagi Imam Nurohim, semangat ASEAN dapat menjadi inspirasi agar masyarakat Indonesia terus membangun kolaborasi, menjaga persatuan, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi.
“Mari kita jadikan HUT ke-59 ASEAN sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan. Dengan persatuan, kerja sama, data dan informasi yang akurat, serta partisipasi masyarakat, kita dapat membangun kehidupan demokrasi yang semakin baik dan berintegritas,” pungkasnya.
Melalui momentum tersebut, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah Imam Nurohim beserta jajaran Bawaslu Lampung Tengah menyampaikan SELAMAT HARI ASEAN KE-59, 8 AGUSTUS 2026. Semoga ASEAN semakin kuat, solid, damai, inklusif, tangguh, dan sejahtera, serta terus menjadi wadah kerja sama bagi negara-negara Asia Tenggara dalam menjaga perdamaian, stabilitas, dan membangun masa depan kawasan yang lebih baik.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T