Lompat ke isi utama

Berita

KOORDINATOR DIVISI PENANGANAN PELANGGARAN, DATA DAN INFORMASI BAWASLU LAMPUNG TENGAH IMAM NUROHIM SAMPAIKAN UCAPAN SELAMAT HARI SENI SEDUNIA 2026, AJAK SENI JADI “TAMAN EKSPRESI” PENGUAT KEBERSAMAAN

R

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Lampung Tengah Imam Nurohim Sampaikan Ucapan Selamat Hari Seni Sedunia 2026

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Lampung Tengah, Imam Nurohim, S.H.I, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Seni Sedunia yang jatuh pada 15 April 2026. Peringatan tahun ini mengangkat tema “A Garden of Expression: Cultivating Community Through Art”, yang menekankan pentingnya seni sebagai ruang ekspresi, wadah kreativitas, serta sarana memperkuat ikatan sosial dalam kehidupan masyarakat yang majemuk.

Imam Nurohim, S.H.I menegaskan bahwa seni memiliki peran yang sangat penting dalam membangun ruang komunikasi yang lebih terbuka dan inklusif. Menurutnya, seni bukan hanya sekadar karya estetika, tetapi juga media yang mampu menyampaikan pesan moral, sosial, dan kemanusiaan secara lebih halus namun berdampak luas.

Ia menilai bahwa tema Hari Seni Sedunia 2026 sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang terus berkembang di tengah arus digitalisasi dan dinamika sosial yang semakin kompleks. Seni, kata dia, dapat menjadi “taman ekspresi” yang menyuburkan gagasan, mempertemukan perbedaan, serta membangun ruang dialog yang lebih sehat dan produktif.

“Selamat Hari Seni Sedunia 15 April 2026. Tema A Garden of Expression: Cultivating Community Through Art mengingatkan kita bahwa seni adalah ruang bersama untuk menumbuhkan kreativitas, memperkuat solidaritas, dan membangun komunitas yang harmonis serta berkeadaban,” ujar Imam Nurohim, S.H.I.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam konteks kelembagaan, khususnya di lingkungan Bawaslu Lampung Tengah, nilai-nilai yang terkandung dalam seni juga memiliki relevansi dengan tugas penanganan pelanggaran serta pengelolaan data dan informasi. Proses kerja yang membutuhkan ketelitian, keterbukaan informasi, dan komunikasi publik yang efektif dapat terinspirasi dari pendekatan kreatif yang sering hadir dalam dunia seni.

Imam Nurohim, S.H.I menambahkan bahwa seni dapat menjadi sarana yang efektif dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat, terutama dalam hal pemahaman terhadap aturan, etika sosial, dan pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi. Dengan pendekatan yang lebih kreatif, pesan-pesan tersebut dapat diterima lebih mudah oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk generasi muda.

Ia juga menyoroti bahwa seni memiliki kekuatan untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga keharmonisan sosial. Di tengah perbedaan pendapat yang kerap muncul dalam kehidupan bermasyarakat, seni dapat menjadi jembatan yang menyatukan berbagai pandangan dalam satu ruang kebersamaan yang damai.

Selain itu, Imam Nurohim, S.H.I mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung perkembangan seni dan budaya di Lampung Tengah. Menurutnya, daerah tersebut memiliki potensi seni yang sangat kaya dan beragam, mulai dari seni tradisional hingga kreativitas modern yang terus tumbuh di kalangan generasi muda.

Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap pelaku seni bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga bagian dari investasi sosial dalam membangun masyarakat yang lebih kreatif, toleran, dan memiliki daya saing di masa depan.

Peringatan Hari Seni Sedunia 2026 dengan tema “A Garden of Expression: Cultivating Community Through Art” diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran bahwa seni memiliki peran strategis dalam membangun harmoni sosial, memperluas ruang ekspresi, serta mempererat hubungan antarwarga dalam kehidupan sehari-hari.

Di akhir pernyataannya, Imam Nurohim, S.H.I berharap agar semangat Hari Seni Sedunia dapat terus menginspirasi masyarakat Lampung Tengah untuk menjadikan seni sebagai bagian dari kehidupan, sekaligus sebagai sarana memperkuat persatuan, gotong royong, dan nilai-nilai kebersamaan di tengah perkembangan zaman.

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T