Lompat ke isi utama

Berita

KPU TULANG BAWANG BARAT GELAR BEDAH BUKU, BAHAS REKAPITULASI PENGHITUNGAN SUARA

r

Ketua KPU Tulang Bawang Barat Buka Bedah Buku, Dorong Penguatan Pemahaman Rekapitulasi Penghitungan Suara

Lampung Tengah  — Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulang Bawang Barat, Midiyan, S.Sos., memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Bedah Buku “Hak Konstitusi Dilayani dan Dilindungi: Pilkada Serentak 2020 Era Pandemi Covid-19” dengan tema “Rekapitulasi Penghitungan Suara”, yang diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Tulang Bawang Barat pada Rabu, 16 September 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan wawasan mengenai berbagai tahapan penyelenggaraan pemilihan, khususnya berkaitan dengan proses rekapitulasi penghitungan suara.

Dalam sambutannya, Midiyan menyampaikan bahwa kegiatan bedah buku menjadi momentum penting untuk bersama-sama mempelajari, memahami, serta mencermati berbagai pengalaman dan pembelajaran yang dapat diperoleh dari pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020, khususnya dalam konteks penyelenggaraan pemilihan di tengah situasi pandemi Covid-19.

Menurutnya, buku yang menjadi bahan kajian dalam kegiatan tersebut memiliki keterkaitan erat dengan proses penyelenggaraan pemilihan, terutama dalam memahami bagaimana hak-hak konstitusional masyarakat tetap harus dilayani dan dilindungi dalam setiap tahapan pemilihan.

Midiyan menekankan bahwa penyelenggaraan pemilihan tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tahapan secara administratif, tetapi juga bagaimana setiap tahapan mampu menjamin terpenuhinya hak konstitusional masyarakat serta menghasilkan proses demokrasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Dengan bedah buku ini kita menghasilkan putusan yang lebih baik lagi. Karena puncaknya tahapan ada pada judul buku ini. Mari kita sama-sama belajar dan mencerna dari para narasumber,” ujar Midiyan dalam sambutannya.

Ia menjelaskan bahwa pembahasan mengenai rekapitulasi penghitungan suara menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian tahapan pemilihan. Rekapitulasi merupakan proses yang membutuhkan ketelitian, pemahaman terhadap aturan, serta konsistensi dalam menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Oleh karena itu, forum bedah buku diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk membahas isi buku secara teoritis, tetapi juga menjadi sarana untuk menggali pengalaman, pengetahuan, serta perspektif dari para narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam penyelenggaraan pemilihan.

Midiyan mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan serius dan aktif, sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami secara menyeluruh dan menjadi bahan pembelajaran bagi penyelenggara pemilu maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan terhadap penyelenggaraan demokrasi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pengalaman penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 pada masa pandemi memiliki berbagai pelajaran penting yang masih relevan untuk dipelajari. Kondisi tersebut menuntut penyelenggara untuk mampu beradaptasi dengan keadaan, tetap menjalankan tahapan sesuai ketentuan, sekaligus memberikan perlindungan terhadap hak konstitusional masyarakat.

Dalam konteks rekapitulasi penghitungan suara, pemahaman terhadap prosedur dan mekanisme menjadi hal yang sangat penting. Setiap proses harus dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang berlaku, dengan mengedepankan kecermatan, keterbukaan, serta dokumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kegiatan bedah buku ini juga diharapkan dapat memperkuat pemahaman peserta mengenai berbagai dinamika yang muncul dalam proses rekapitulasi penghitungan suara. Dengan adanya ruang diskusi bersama narasumber, peserta dapat memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai praktik penyelenggaraan pemilihan sekaligus memahami berbagai aspek yang perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan tahapan pemilu maupun pemilihan berikutnya.

Midiyan menambahkan bahwa proses pembelajaran melalui kegiatan seperti bedah buku merupakan bagian penting dalam membangun budaya kelembagaan yang terus belajar dan melakukan evaluasi. Pengalaman masa lalu dapat menjadi referensi untuk memperbaiki kualitas penyelenggaraan pada masa mendatang.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta dan menghasilkan pemahaman bersama mengenai pentingnya menjaga integritas setiap tahapan pemilihan. Dengan pemahaman yang semakin baik, diharapkan penyelenggara mampu melaksanakan tugas secara profesional serta memberikan pelayanan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pada kesempatan tersebut, Midiyan juga mengajak seluruh peserta untuk menyimak pemaparan para narasumber dengan seksama, mencermati berbagai materi yang disampaikan, serta memanfaatkan sesi diskusi untuk memperdalam pemahaman mengenai rekapitulasi penghitungan suara.

Menurutnya, proses belajar bersama merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas penyelenggara. Setiap pengalaman, catatan, dan pembahasan yang diperoleh dari kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus pembelajaran dalam menghadapi tahapan pemilihan pada masa yang akan datang.

Setelah menyampaikan sambutan, Midiyan kemudian secara resmi membuka kegiatan Bedah Buku “Hak Konstitusi Dilayani dan Dilindungi: Pilkada Serentak 2020 Era Pandemi Covid-19” dengan tema “Rekapitulasi Penghitungan Suara”.

“Bismillahirrahmanirrahim, bedah buku pada hari ini saya nyatakan dibuka,” ucap Midiyan saat membuka kegiatan.

Pembukaan tersebut menandai dimulainya rangkaian kegiatan bedah buku yang selanjutnya diisi dengan pemaparan materi dan diskusi bersama para narasumber. Melalui forum tersebut, peserta diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang lebih komprehensif mengenai proses rekapitulasi penghitungan suara serta berbagai pembelajaran dari penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2020.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting tersebut menjadi salah satu ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman antarpemangku kepentingan dalam penyelenggaraan pemilihan. Selain memperkaya wawasan, forum ini juga diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu dan pemilihan yang transparan, akuntabel, demokratis, serta berorientasi pada pemenuhan hak konstitusional masyarakat.

Melalui kegiatan Bedah Buku Seri 1 ini, KPU Kabupaten Tulang Bawang Barat menegaskan pentingnya pembelajaran berkelanjutan dalam penyelenggaraan pemilu. Setiap pengalaman dari proses pemilihan sebelumnya dapat menjadi bahan refleksi untuk memperkuat pelaksanaan tahapan pada masa mendatang.

Dengan demikian, pembahasan mengenai rekapitulasi penghitungan suara tidak hanya menjadi kajian teknis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya proses yang cermat, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan dalam menghasilkan keputusan penyelenggaraan pemilihan yang berkualitas.

r
r

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T