Lompat ke isi utama

Berita

LUKITO HADI SUMARTO UCAPKAN SELAMAT HUT KE-28 IJTI, DORONG JURNALISME TELEVISI TETAP PROFESIONAL DI ERA DISRUPSI

r

Lukito Hadi Sumarto Ucapkan Selamat HUT ke-28 IJTI, Jaga Profesionalisme di Tengah Disrupsi Media

Lampung Tengah – Koordinator Sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah, Lukito Hadi Sumarto, menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) yang diperingati pada 9 Agustus 2026.

Momentum peringatan HUT ke-28 IJTI menjadi kesempatan untuk memberikan apresiasi kepada seluruh insan jurnalis televisi di Indonesia yang selama ini memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Melalui kerja jurnalistik yang profesional, berimbang, dan berintegritas, jurnalis televisi turut berkontribusi dalam membangun masyarakat yang kritis, cerdas, serta memiliki akses terhadap informasi yang dapat dipercaya.

Dalam momentum tersebut, IJTI mengusung tema “Menjaga Marwah Jurnalis Televisi di Tengah Badai Disrupsi.” Tema ini menjadi refleksi atas perkembangan dunia media yang terus mengalami perubahan seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital, media sosial, dan pola konsumsi informasi masyarakat.

Lukito Hadi Sumarto menyampaikan bahwa perubahan lanskap media merupakan sebuah tantangan sekaligus peluang bagi insan pers untuk terus beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar jurnalistik. Kecepatan dalam menyampaikan informasi, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan ketepatan, akurasi, keberimbangan, serta tanggung jawab kepada publik.

Di tengah derasnya arus informasi, jurnalis televisi tidak hanya dituntut mampu menyajikan berita secara cepat, tetapi juga harus mampu memastikan bahwa setiap informasi yang disampaikan telah melalui proses jurnalistik yang baik. Hal tersebut menjadi penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap media sebagai salah satu pilar penting dalam kehidupan demokrasi.

“Selamat HUT ke-28 Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia. Semoga IJTI semakin maju dan seluruh jurnalis televisi di Indonesia senantiasa menjaga profesionalisme, integritas, serta marwah jurnalistik dalam menjalankan tugas,” demikian pesan Lukito Hadi Sumarto.

Ia juga menilai bahwa keberadaan media massa, termasuk televisi, memiliki posisi strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Media bukan hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk menghadirkan pemberitaan yang dapat memberikan manfaat dan mencerdaskan kehidupan masyarakat.

Terlebih dalam kehidupan demokrasi, pers memiliki peran penting sebagai jembatan informasi antara lembaga negara dan masyarakat. Pemberitaan yang berkualitas dapat membantu masyarakat memahami berbagai kebijakan, dinamika sosial, serta perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bagi Bawaslu, keberadaan media juga menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pengawasan demokrasi dan kepemiluan. Media dapat menjadi mitra strategis dalam menyebarluaskan informasi mengenai kepemiluan, pendidikan politik, pencegahan pelanggaran, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawasi proses demokrasi.

Karena itu, sinergi antara lembaga pengawas pemilu dan insan pers perlu terus diperkuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan informasi kepemiluan yang edukatif, objektif, dan mudah dipahami masyarakat, sekaligus mendorong terciptanya ruang publik yang sehat.

Peringatan HUT ke-28 IJTI dengan tema “Menjaga Marwah Jurnalis Televisi di Tengah Badai Disrupsi” juga menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi tidak boleh menggeser nilai-nilai fundamental dalam profesi jurnalistik. Kemajuan teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pemberitaan, memperluas jangkauan informasi, serta memperkuat hubungan media dengan masyarakat.

Di era ketika informasi dapat menyebar dalam hitungan detik, tantangan jurnalis semakin kompleks. Berita yang belum terverifikasi, informasi menyesatkan, hingga konten yang diproduksi tanpa memperhatikan prinsip jurnalistik dapat dengan mudah beredar di ruang digital. Dalam kondisi tersebut, profesionalisme jurnalis menjadi semakin penting sebagai pembeda antara informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan informasi yang sekadar mengejar kecepatan maupun perhatian publik.

Lukito berharap para jurnalis televisi tetap menjadikan etika jurnalistik sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas. Independensi, keberimbangan, akurasi, serta kepentingan publik harus tetap menjadi bagian penting dalam setiap proses pemberitaan.

Menurutnya, tantangan disrupsi media bukan alasan untuk mengurangi kualitas jurnalistik. Sebaliknya, perubahan zaman harus menjadi momentum bagi insan pers untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat profesionalisme, dan menghadirkan karya jurnalistik yang semakin berkualitas.

“Semoga di usia ke-28 ini, IJTI semakin solid dalam menjaga profesionalisme dan integritas para jurnalis televisi. Teruslah menjadi bagian penting dalam menghadirkan informasi yang benar, berimbang, dan mencerdaskan masyarakat,” harapnya.

Ucapan HUT ke-28 IJTI dari Koordinator Sekretariat Bawaslu Lampung Tengah tersebut sekaligus menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi para jurnalis televisi yang terus bekerja di tengah perubahan industri media yang begitu cepat.

Selamat HUT ke-28 Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia. Semoga insan jurnalis televisi Indonesia semakin profesional, berintegritas, berkualitas, dan mampu menjaga marwah jurnalistik demi kepentingan masyarakat dan kemajuan demokrasi di Indonesia.

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T