Lompat ke isi utama

Berita

MEWAKILI KETUA BAWASLU, HARMONO BUKA P2P 2026: CETAK AGEN PENGAWAS PARTISIPATIF UNTUK DEMOKRASI BERKUALITAS

r

Harmono Buka Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) 2026, Bawaslu Lampung Tengah Perkuat Peran Masyarakat dalam Mengawal Demokrasi

Lampung Tengah – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat demokrasi melalui pelibatan aktif masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menyelenggarakan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026, yang secara resmi dibuka pada Rabu, 22 Juli 2026, bertempat di Kantor Sekretariat Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah.

Kegiatan yang mengusung semangat membangun pengawasan berbasis partisipasi masyarakat ini diikuti oleh 20 peserta yang telah melalui proses seleksi. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, pemilih pemula, organisasi masyarakat, komunitas, hingga unsur masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap penguatan demokrasi dan pengawasan Pemilu.

Membuka kegiatan tersebut, Koordinator Divisi Pencegahan, Hubungan Masyarakat, dan Partisipasi Masyarakat (Humas dan Parmas) Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Harmono, hadir mewakili Ketua Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Yuli Efendi. Dalam sambutannya, Harmono menegaskan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan salah satu program strategis Bawaslu untuk membangun kesadaran publik bahwa pengawasan Pemilu bukan hanya menjadi tugas penyelenggara, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Menurut Harmono, demokrasi yang berkualitas hanya dapat terwujud apabila masyarakat memiliki pemahaman yang baik mengenai proses kepemiluan sekaligus berani mengambil peran dalam mengawasi setiap tahapan Pemilu dan Pemilihan. Oleh karena itu, melalui P2P, Bawaslu ingin mencetak kader-kader pengawas partisipatif yang mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, Harmono menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berhasil melewati proses seleksi hingga dinyatakan lolos sebagai peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026.

"Atas nama Ketua Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, kami mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan hari ini resmi mengikuti Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026. Saudara-saudara adalah orang-orang terpilih yang memiliki kepedulian terhadap demokrasi. Kehadiran Saudara menjadi bagian penting dalam memperluas gerakan pengawasan partisipatif di tengah masyarakat," ujar Harmono.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan pengawas partisipatif menjadi kebutuhan penting dalam setiap penyelenggaraan Pemilu. Luasnya wilayah pengawasan serta kompleksitas dinamika kepemiluan membuat Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat.

"Pengawasan bukan hanya tugas Bawaslu. Masyarakat memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjaga kualitas demokrasi. Ketika masyarakat memahami aturan, mengetahui hak dan kewajibannya, serta berani melaporkan dugaan pelanggaran sesuai mekanisme yang berlaku, maka potensi pelanggaran dapat dicegah sejak dini. Inilah semangat yang ingin kami bangun melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif," tambahnya.

Lebih lanjut, Harmono berharap agar seluruh peserta tidak hanya mengikuti kegiatan sebagai bagian dari proses pembelajaran, tetapi mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, setiap peserta nantinya diharapkan menjadi perpanjangan tangan Bawaslu dalam menyebarluaskan nilai-nilai demokrasi, pendidikan politik, dan budaya pengawasan partisipatif.

Selama pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif, peserta akan memperoleh berbagai materi yang berkaitan dengan kepemiluan dan demokrasi. Materi tersebut meliputi dasar-dasar kepemiluan dan demokrasi, tugas, fungsi, dan kewenangan Bawaslu, pengawasan partisipatif, pencegahan dan penanganan pelanggaran Pemilu, etika penyelenggaraan Pemilu, hak dan kewajiban warga negara dalam demokrasi, hingga tata cara penyampaian laporan dugaan pelanggaran.

Melalui penyampaian materi tersebut, Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah berharap peserta memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai sistem pengawasan Pemilu serta mampu mengenali berbagai bentuk potensi pelanggaran yang dapat terjadi pada setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan.

Selain pembelajaran di dalam kelas, kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif juga dirancang menjadi ruang diskusi antara narasumber dan peserta. Dengan demikian, peserta dapat berbagi pengalaman, menyampaikan pandangan, serta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai praktik pengawasan di lapangan.

Program Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan salah satu instrumen Bawaslu dalam memperluas basis pengawasan masyarakat. Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan literasi kepemiluan, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran kolektif bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan keterlibatan aktif seluruh warga negara.

Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah meyakini bahwa semakin banyak masyarakat yang memahami proses demokrasi dan berpartisipasi dalam pengawasan, maka semakin kecil peluang terjadinya pelanggaran, praktik politik uang, penyebaran hoaks, maupun berbagai bentuk pelanggaran lainnya yang dapat mencederai kualitas Pemilu.

Di akhir sambutannya, Harmono mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap rangkaian pembelajaran dengan sungguh-sungguh. Ia berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat diteruskan kepada keluarga, lingkungan sekitar, organisasi, maupun komunitas masing-masing sehingga gerakan pengawasan partisipatif semakin meluas di Kabupaten Lampung Tengah.

"Kami berharap seluruh peserta menjadi pelopor pengawasan partisipatif di lingkungan masing-masing. Jadilah agen demokrasi yang mampu mengedukasi masyarakat, menjaga integritas Pemilu, serta menjadi mitra strategis Bawaslu dalam mewujudkan Pemilu dan Pemilihan yang jujur, adil, demokratis, dan berintegritas," tutup Harmono.

Melalui penyelenggaraan Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026, Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat. Dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam pendidikan kepemiluan, Bawaslu berharap akan lahir pengawas-pengawas partisipatif yang tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap tegaknya demokrasi dan kualitas penyelenggaraan Pemilu di Kabupaten Lampung Tengah.

Program ini menjadi salah satu langkah nyata Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah dalam membangun budaya pengawasan yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan, sehingga masyarakat tidak lagi diposisikan hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam menjaga integritas setiap tahapan Pemilu dan Pemilihan.

r

 

r

 

r

 

r

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T