Lompat ke isi utama

Berita

ORIENTASI PPPK BAWASLU LAMPUNG RESMI DITUTUP, SUHERI TEKANKAN PENTINGNYA PEMBELAJARAN BERKELANJUTAN

r

Suheri Tutup Orientasi PPPK Bawaslu Lampung, Tekankan Pentingnya Implementasi dan Pembelajaran Berkelanjutan

Lampung Tengah — Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Lampung, Suheri, secara resmi menutup kegiatan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Bawaslu Se-Provinsi Lampung yang diikuti secara daring pada Senin (24/08/2026).

Penutupan tersebut menjadi momentum penting setelah para peserta mengikuti rangkaian Orientasi PPPK yang dilaksanakan sebagai bagian dari proses pengenalan nilai dan etika instansi di lingkungan Bawaslu Provinsi Lampung serta Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.

Dalam arahannya, Suheri menekankan bahwa berakhirnya rangkaian orientasi bukan berarti berakhirnya proses belajar bagi para PPPK. Sebaliknya, orientasi harus menjadi titik awal bagi pegawai untuk terus meningkatkan kapasitas, memperluas pengetahuan, dan mengembangkan kompetensi sesuai dengan tuntutan tugas serta kebutuhan organisasi.

Menurut Suheri, berbagai materi dan pembekalan yang telah diperoleh selama mengikuti orientasi harus mampu diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Pengetahuan yang hanya berhenti pada pemahaman teoritis tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak diwujudkan dalam perilaku dan kinerja nyata di lingkungan kerja.

“Orientasi ini bukan akhir dari proses belajar. Apa yang sudah diperoleh selama orientasi harus diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Jadikan pengetahuan dan pengalaman selama orientasi sebagai bekal untuk bekerja secara lebih baik, profesional, dan bertanggung jawab,” menjadi pesan yang disampaikan Suheri dalam kegiatan penutupan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa setiap PPPK memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan organisasi. Karena itu, pegawai perlu memahami tugas dan fungsi masing-masing serta mampu menjalankannya dengan penuh tanggung jawab.

Suheri juga mendorong para PPPK untuk terus membangun budaya kerja yang positif. Kedisiplinan, integritas, tanggung jawab, kerja sama, serta kemampuan beradaptasi menjadi sejumlah karakter penting yang perlu terus dikembangkan setelah orientasi selesai.

Menurutnya, lingkungan kerja Bawaslu membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memiliki etika dan karakter yang baik. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan dan menjaga kualitas pelayanan serta dukungan kelembagaan.

Orientasi PPPK juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal lebih jauh struktur organisasi, pola hubungan kerja, mekanisme koordinasi, serta berbagai ketentuan yang berlaku di lingkungan Bawaslu. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu pegawai beradaptasi dan menjalankan tugas secara efektif.

Suheri menilai proses adaptasi menjadi hal penting bagi PPPK, khususnya dalam memahami budaya kerja dan karakteristik organisasi. Setiap pegawai diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja tanpa mengabaikan prinsip profesionalitas dan integritas.

Selain menerapkan pengetahuan yang diperoleh, para PPPK juga diharapkan terus melakukan pengembangan diri. Perubahan lingkungan kerja dan perkembangan teknologi menuntut pegawai untuk tidak berhenti belajar.

Pengembangan kompetensi dapat dilakukan melalui berbagai cara, baik melalui pelatihan formal maupun pembelajaran mandiri. Membaca regulasi, mengikuti perkembangan kebijakan, berdiskusi dengan rekan kerja, serta belajar dari pengalaman merupakan bagian dari proses peningkatan kapasitas yang harus terus dilakukan.

Suheri juga mengingatkan bahwa tugas sebagai bagian dari lingkungan Bawaslu memiliki tanggung jawab yang berkaitan dengan kepentingan publik. Oleh karena itu, setiap pegawai harus mampu menjaga sikap, etika, dan integritas dalam melaksanakan pekerjaan.

Profesionalitas tidak hanya tercermin dari kemampuan menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga dari cara pegawai menjalankan tugas. Ketepatan waktu, ketelitian, kedisiplinan, kemampuan berkoordinasi, serta tanggung jawab terhadap hasil pekerjaan menjadi bagian dari profesionalitas yang harus dijaga.

Dalam kesempatan tersebut, Suheri juga mendorong agar para PPPK mampu membangun kerja sama yang baik dengan seluruh jajaran. Kolaborasi menjadi salah satu unsur penting dalam menyelesaikan pekerjaan, terutama ketika tugas membutuhkan koordinasi lintas bagian dan lintas tingkatan.

Soliditas dan komunikasi yang baik di lingkungan kerja akan menciptakan suasana yang mendukung produktivitas. Dengan saling membantu dan menghargai, berbagai tantangan pekerjaan dapat dihadapi secara lebih efektif.

Penutupan orientasi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menerapkan nilai-nilai ASN. Para PPPK diharapkan mampu menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai pedoman dalam menjalankan tugas, memberikan pelayanan, dan berinteraksi dengan sesama pegawai maupun masyarakat.

Suheri berharap para peserta tidak melihat orientasi hanya sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai proses pembelajaran yang memberikan dasar bagi pelaksanaan tugas ke depan. Orientasi harus memberikan perubahan positif terhadap cara berpikir, sikap, dan perilaku kerja.

“Setelah orientasi ini selesai, tantangan sebenarnya adalah bagaimana kita mengimplementasikan apa yang sudah dipelajari. Jangan berhenti belajar. Terus tingkatkan kompetensi dan jadikan setiap pekerjaan sebagai kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri,” lanjutnya.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa pengembangan sumber daya manusia merupakan proses yang berlangsung secara berkelanjutan. Organisasi membutuhkan pegawai yang mampu mengikuti perubahan, memahami kebutuhan masyarakat, serta memberikan dukungan terbaik terhadap pelaksanaan tugas kelembagaan.

Bagi para PPPK di lingkungan Bawaslu Provinsi Lampung dan Bawaslu Kabupaten/Kota, selesainya orientasi diharapkan menjadi awal untuk menjalankan tugas dengan semangat baru. Bekal yang diperoleh selama orientasi diharapkan dapat diterapkan dalam pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan bidang tugas masing-masing.

Penutupan kegiatan juga menjadi kesempatan untuk mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian orientasi. Kesungguhan peserta dalam mengikuti proses pembelajaran menjadi modal awal dalam membangun sumber daya manusia yang lebih siap menjalankan tugas dan tanggung jawab.

Dengan berakhirnya kegiatan orientasi, Suheri berharap seluruh PPPK dapat terus menjaga semangat belajar, meningkatkan kompetensi, serta memberikan kontribusi nyata bagi organisasi. Setiap pegawai diharapkan mampu menunjukkan kinerja terbaik dengan tetap menjunjung tinggi nilai integritas dan etika.

Pada akhirnya, penutupan Orientasi PPPK Bawaslu Se-Provinsi Lampung menjadi titik awal bagi para pegawai untuk memasuki tahapan pengabdian yang sesungguhnya. Pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai yang diperoleh selama orientasi diharapkan dapat diwujudkan dalam kinerja sehari-hari.

Dengan semangat untuk terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kualitas diri, para PPPK diharapkan mampu menjadi bagian dari sumber daya manusia Bawaslu yang profesional, berintegritas, bertanggung jawab, dan mampu memberikan dukungan terbaik dalam memperkuat pelaksanaan tugas kelembagaan.

r

 

r

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T