Lompat ke isi utama

Berita

PEGAWAI BAWASLU LAMPUNG TENGAH IKUTI HARI KEENAM ORIENTASI PPPK, PERKUAT PERAN DAN TANGGUNG JAWAB DALAM MENDUKUNG KINERJA KELEMBAGAAN

r

Orientasi PPPK Hari Keenam, Bawaslu Lampung Tengah Tingkatkan Pemahaman Peran ASN dalam Organisasi

Lampung Tengah – Pegawai Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah kembali mengikuti rangkaian Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung Batch I yang telah memasuki hari keenam, pada Senin, 3 Agustus 2026. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting sebagai bagian dari program pengembangan kompetensi aparatur yang diselenggarakan oleh Bawaslu untuk membentuk ASN PPPK yang profesional, berintegritas, dan siap mendukung pencapaian tujuan strategis organisasi.

Orientasi PPPK merupakan salah satu tahapan penting dalam membangun pemahaman yang utuh bagi para pegawai PPPK mengenai nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara, budaya kerja Bawaslu, serta tugas dan fungsi yang akan dijalankan dalam mendukung pelaksanaan pengawasan pemilu dan pemilihan. Selain sebagai media transfer pengetahuan, orientasi ini juga menjadi wadah untuk memperkuat karakter ASN yang adaptif, kolaboratif, serta memiliki komitmen tinggi terhadap pelayanan publik.

Memasuki hari keenam, peserta mengikuti dua agenda pembelajaran yang berfokus pada penguatan pemahaman terhadap peran strategis PPPK dalam organisasi serta peningkatan kemampuan dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang mungkin dihadapi selama menjalankan tugas.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan Agenda I, yaitu mata pelatihan "Peran PPPK dalam Organisasi Bawaslu" yang berlangsung selama 45 menit atau 1 Jam Pelajaran (JP). Materi disampaikan secara synchronous melalui Zoom Meeting dengan metode ceramah.

Pada sesi ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai posisi PPPK sebagai bagian dari Aparatur Sipil Negara yang memiliki tanggung jawab penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas kelembagaan Bawaslu. Narasumber menjelaskan bahwa keberadaan PPPK bukan hanya sebagai tenaga pendukung administratif, tetapi juga merupakan bagian integral dari sistem kerja organisasi yang berkontribusi terhadap pencapaian visi, misi, dan sasaran strategis Bawaslu.

Materi juga menekankan pentingnya membangun profesionalisme, disiplin, loyalitas terhadap organisasi, serta kemampuan bekerja secara kolaboratif dalam mendukung pelaksanaan fungsi pengawasan pemilu. Sebagai bagian dari ASN, PPPK dituntut mampu menjaga integritas, netralitas, akuntabilitas, dan memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan nilai-nilai dasar ASN yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Narasumber juga mengingatkan bahwa setiap pegawai memiliki peran dalam menjaga kredibilitas lembaga. Oleh karena itu, pemahaman terhadap struktur organisasi, mekanisme koordinasi, komunikasi, hingga budaya kerja Bawaslu menjadi bekal penting agar setiap tugas dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Setelah jeda singkat, kegiatan dilanjutkan pukul 09.00 WIB dengan Agenda II, yaitu mata pelatihan "Studi Kasus Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab PPPK" yang berlangsung selama 90 menit atau 2 Jam Pelajaran (JP).

Berbeda dengan sesi sebelumnya, pembelajaran kali ini menggunakan metode praktik (practice) secara daring. Peserta diajak untuk menganalisis berbagai studi kasus yang menggambarkan kondisi nyata dalam pelaksanaan tugas di lingkungan Bawaslu.

Melalui pendekatan studi kasus, peserta diberikan kesempatan untuk mengidentifikasi permasalahan, menganalisis penyebab, menentukan langkah penyelesaian, serta merumuskan solusi yang sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Metode ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kemampuan mengambil keputusan secara tepat, serta membangun sikap profesional dalam menghadapi berbagai tantangan pekerjaan.

Diskusi yang berlangsung secara interaktif memberikan ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman, menyampaikan pandangan, serta belajar dari berbagai perspektif peserta lain yang berasal dari Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung. Suasana pembelajaran yang komunikatif menjadikan materi lebih mudah dipahami sekaligus memberikan gambaran nyata mengenai implementasi tugas di lingkungan kerja.

Melalui studi kasus tersebut, peserta juga diajak memahami pentingnya koordinasi, komunikasi, kepatuhan terhadap regulasi, serta kemampuan bekerja dalam tim sebagai faktor utama dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas kelembagaan.

Pegawai Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias dan disiplin. Partisipasi aktif dalam setiap sesi menunjukkan komitmen peserta untuk terus meningkatkan kompetensi serta memperluas wawasan sebagai bekal dalam menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara di lingkungan Bawaslu.

Pelaksanaan orientasi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk membentuk karakter ASN PPPK yang memiliki integritas, etika kerja yang tinggi, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan dan penguatan kelembagaan Bawaslu.

Melalui materi yang disampaikan pada hari keenam, diharapkan seluruh peserta semakin memahami bahwa keberhasilan organisasi merupakan hasil dari sinergi seluruh unsur, termasuk peran strategis PPPK sebagai bagian dari penggerak utama administrasi, pelayanan, dan dukungan teknis kelembagaan.

Hasil pembelajaran selama orientasi akan menjadi bekal bagi peserta untuk diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, mulai dari meningkatkan kualitas pelayanan administrasi, memperkuat koordinasi internal, hingga mendukung pelaksanaan pengawasan pemilu yang profesional, efektif, dan akuntabel.

Rangkaian Orientasi PPPK Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung Batch I masih akan berlanjut dengan berbagai materi pengembangan kompetensi lainnya. Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah berharap seluruh pegawai dapat mengikuti setiap tahapan orientasi secara optimal sehingga mampu mengimplementasikan seluruh ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai yang diperoleh dalam mendukung terwujudnya pengawasan pemilu yang berintegritas serta pelayanan kelembagaan yang semakin berkualitas.

Dengan semangat belajar yang berkelanjutan, Pegawai PPPK Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah diharapkan mampu menjadi aparatur yang profesional, adaptif terhadap perubahan, berorientasi pada pelayanan publik, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, independensi, dan akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan tugas demi mendukung terwujudnya demokrasi yang berkualitas di Indonesia.

r

 

r

 

r

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T