Lompat ke isi utama

Berita

PENTINGNYA MENGGUNAKAN HAK PILIH PADA PEMILU DAN PEMILIHAN

PENTINGNYA MENGGUNAKAN HAK PILIH PADA PEMILU DAN PEMILIHAN

Dalam sistem demokrasi, menggunakan hak pilih bukan hanya pilihan, tetapi merupakan tindakan yang krusial bagi setiap warga negara untuk memastikan masa depan bangsa berjalan sesuai kehendak rakyat

Pada masa pemilihan umum, berbagai lembaga negara, komunitas masyarakat sipil, dan tokoh publik kembali menyerukan pentingnya menggunakan hak pilih. Seruan ini disampaikan mengingat tingkat partisipasi pemilih menjadi salah satu indikator paling penting dalam mengukur kualitas demokrasi sebuah negara. Dalam sistem demokrasi, menggunakan hak pilih bukan hanya pilihan, tetapi merupakan tindakan yang krusial bagi setiap warga negara untuk memastikan masa depan bangsa berjalan sesuai kehendak rakyat.

Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah menekankan bahwa menggunakan hak pilih memiliki tiga dampak utama yang sangat menentukan kehidupan bernegara.

1. Menentukan Arah dan Masa Depan Negara

Hak pilih merupakan alat langsung bagi rakyat untuk menentukan arah pembangunan nasional. Melalui pemilu, warga negara dapat memilih pemimpin dan wakil rakyat yang dianggap mampu membawa perubahan positif bagi bangsa. Setiap suara memiliki bobot yang sama, baik yang datang dari kota besar maupun dari pelosok desa. Di tengah dinamika global, perubahan ekonomi, dan perkembangan teknologi, pilihan politik masyarakat pada saat pemilu sangat menentukan kebijakan apa yang akan diambil pemerintah di masa mendatang. Karena itu, tidak menggunakan hak pilih sama saja menyerahkan keputusan penting kepada orang lain.

2. Wujud Kedaulatan dan Legitimasi

Pemilu adalah perwujudan nyata dari kedaulatan rakyat. Ketika warga negara datang ke TPS dan memberikan suaranya, tindakan tersebut menjadi bentuk langsung dari pelaksanaan prinsip bahwa kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat. Tingkat partisipasi pemilih juga memengaruhi legitimasi pemerintahan terpilih. Pemerintah yang dihasilkan dari tingkat partisipasi tinggi biasanya memiliki legitimasi yang lebih kuat untuk menjalankan kebijakan dan mengambil keputusan strategis bagi kepentingan publik. Oleh karena itu, KPU bersama pemerintah terus mengajak masyarakat untuk tidak golput dan memastikan setiap suara benar-benar tercatat.

3. Tanggung Jawab Moral Warga Negara

Menggunakan hak pilih juga merupakan bagian dari tanggung jawab moral sebagai warga negara. Dalam konteks demokrasi, setiap warga memiliki peran aktif dalam menentukan nasib bangsa. Mengabaikan hak pilih dapat dianggap sebagai bentuk abai terhadap tanggung jawab sosial, karena kebijakan yang dihasilkan dari pemilu akan berdampak pada seluruh lapisan masyarakat—baik mereka yang memilih maupun yang tidak. Tokoh-tokoh masyarakat mengingatkan bahwa hak pilih bukan sekadar hak, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap lingkungan sosial, masa depan generasi muda, dan keberlanjutan kehidupan demokrasi.

Dengan menggunakan hak pilih, warga negara telah berpartisipasi dalam proses yang menjadi pilar utama demokrasi. Hak pilih adalah alat paling efektif yang dimiliki rakyat untuk memengaruhi kebijakan publik, menjaga integritas demokrasi, dan memastikan bahwa suara rakyat benar-benar menentukan arah perjalanan bangsa.

Sebagai bagian dari sosialisasi nasional, KPU dan Bawaslu mengajak seluruh masyarakat datang ke TPS pada hari pemungutan suara nanti. Dengan demikian, pemilu tidak hanya menjadi agenda politik lima tahunan, tetapi juga momen persatuan dan refleksi bagi bangsa Indonesia.

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T