PERINGATI HARI KEMANUSIAAN SEDUNIA, LUKITO HADI SUMARTO DORONG SEMANGAT KEPEDULIAN TERHADAP SESAMA
|
Lampung Tengah, 19 Agustus 2026 — Koordinator Sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah, Lukito Hadi Sumarto, menyampaikan ucapan Selamat Hari Kemanusiaan Sedunia yang diperingati pada 19 Agustus 2026. Momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya memperkuat nilai kepedulian, solidaritas, persaudaraan, dan penghormatan terhadap martabat manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Hari Kemanusiaan Sedunia menjadi momentum untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat melihat kembali arti penting kemanusiaan di tengah berbagai dinamika kehidupan. Setiap manusia memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik, damai, dan penuh kepedulian. Semangat kemanusiaan tidak hanya diwujudkan melalui tindakan besar, tetapi juga dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan dengan ketulusan.
Dalam peringatan tersebut, Lukito Hadi Sumarto menyampaikan pesan “Satu tindakan kebaikan kecil, berdampak besar bagi kemanusiaan.” Pesan tersebut menjadi ajakan agar setiap individu tidak ragu untuk melakukan kebaikan, sekecil apa pun bentuknya. Sebab, sebuah tindakan sederhana dapat memberikan manfaat dan bahkan menjadi inspirasi bagi orang lain untuk melakukan hal serupa.
Menurut Lukito, kepedulian terhadap sesama merupakan nilai yang perlu terus ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun lingkungan kerja. Membantu orang yang membutuhkan, memberikan dukungan kepada rekan, menghormati perbedaan, menjaga lingkungan, serta membangun komunikasi yang baik merupakan bagian dari tindakan nyata dalam menghadirkan nilai kemanusiaan.
“Selamat Hari Kemanusiaan Sedunia. Mari kita terus menumbuhkan kepedulian dan semangat saling membantu. Jangan pernah menganggap kecil sebuah kebaikan, karena satu tindakan kebaikan kecil dapat memberikan dampak besar bagi kemanusiaan,” ujar Lukito Hadi Sumarto.
Ia menyampaikan bahwa kemanusiaan pada dasarnya merupakan nilai universal yang dapat menyatukan setiap orang tanpa memandang latar belakang. Dalam kehidupan bermasyarakat, sikap saling menghargai dan menghormati menjadi modal penting untuk membangun hubungan sosial yang harmonis.
Semangat tersebut juga penting diterapkan dalam lingkungan pemerintahan dan kelembagaan. Menurutnya, aparatur yang memiliki kepedulian dan rasa tanggung jawab akan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Pelaksanaan tugas bukan hanya berkaitan dengan penyelesaian pekerjaan secara administratif, tetapi juga bagaimana setiap pekerjaan memberikan manfaat dan pelayanan yang baik bagi masyarakat.
Sebagai Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Lukito menilai bahwa nilai kemanusiaan memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan tugas kelembagaan. Setiap jajaran Bawaslu dituntut untuk bekerja secara profesional, berintegritas, bertanggung jawab, dan tetap mengedepankan sikap humanis dalam menjalankan tugas.
Pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan dengan sikap ramah, terbuka, dan menghargai setiap warga negara. Masyarakat yang membutuhkan informasi maupun pelayanan kelembagaan perlu mendapatkan perhatian dan perlakuan yang baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Lukito juga mengajak seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah untuk menjadikan semangat Hari Kemanusiaan Sedunia sebagai motivasi dalam memperkuat kebersamaan di lingkungan kerja. Solidaritas antarpegawai merupakan salah satu unsur penting dalam membangun suasana kerja yang sehat dan produktif.
Saling membantu ketika menghadapi kesulitan, memberikan dukungan kepada rekan kerja, menjaga komunikasi, serta menghargai kontribusi setiap individu merupakan bentuk sederhana dari penerapan nilai kemanusiaan di lingkungan kerja. Dengan kebersamaan yang kuat, berbagai tugas dan tanggung jawab kelembagaan dapat dilaksanakan secara lebih optimal.
Lebih lanjut, Lukito mengingatkan bahwa semangat kemanusiaan juga dapat diwujudkan dalam kehidupan demokrasi. Masyarakat perlu menjaga sikap saling menghormati meskipun terdapat perbedaan pandangan maupun pilihan politik. Perbedaan merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus disikapi dengan dewasa dan bijaksana.
Menurutnya, demokrasi yang berkualitas membutuhkan masyarakat yang memiliki kesadaran untuk menghargai hak orang lain. Kebebasan dalam menyampaikan pendapat harus tetap disertai tanggung jawab, sementara perbedaan pilihan tidak seharusnya menjadi alasan untuk memutus persaudaraan.
Dalam era perkembangan teknologi informasi, kepedulian terhadap kemanusiaan juga dapat diwujudkan melalui penggunaan media sosial secara bijak. Lukito mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi. Setiap informasi yang dibagikan dapat memberikan dampak kepada orang lain, sehingga masyarakat perlu memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.
Menghindari penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, provokasi, maupun konten yang dapat merendahkan orang lain merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial. Sebaliknya, membagikan informasi positif, edukatif, dan bermanfaat dapat menjadi bentuk kebaikan sederhana yang memberikan dampak luas.
Lukito menilai bahwa kebaikan dapat menciptakan efek berantai. Ketika seseorang melakukan kebaikan, tindakan tersebut dapat mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama. Dari satu individu kemudian berkembang menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu menunggu memiliki kesempatan besar untuk berbuat baik. Setiap orang dapat memulai dari lingkungan terdekat, mulai dari keluarga, tempat kerja, lingkungan masyarakat, hingga ruang digital.
Memberikan bantuan kepada seseorang yang membutuhkan, mendengarkan orang lain, membantu rekan yang mengalami kesulitan, menjaga kebersihan lingkungan, menghormati perbedaan, serta memberikan informasi yang benar merupakan contoh tindakan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.
Lukito berharap peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa kehidupan yang damai dan harmonis membutuhkan kepedulian dari seluruh pihak. Tidak ada satu orang pun yang dapat berdiri sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Kebersamaan dan solidaritas menjadi kekuatan penting dalam membangun masyarakat yang lebih baik.
“Semoga Hari Kemanusiaan Sedunia menjadi momentum bagi kita semua untuk terus menumbuhkan rasa peduli, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan kebaikan di lingkungan masing-masing. Mari mulai dari hal kecil, karena satu tindakan kebaikan kecil dapat berdampak besar bagi kemanusiaan,” tambahnya.
Melalui momentum tersebut, Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah turut mendorong seluruh jajaran untuk terus menjadikan integritas, profesionalitas, kepedulian, dan tanggung jawab sebagai bagian dari pelaksanaan tugas sehari-hari. Pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hari Kemanusiaan Sedunia juga menjadi pengingat bahwa setiap individu memiliki kemampuan untuk memberikan kontribusi positif. Besarnya kontribusi tidak selalu diukur dari seberapa besar tindakan yang dilakukan, tetapi dari seberapa tulus dan konsisten seseorang memberikan manfaat kepada orang lain.
Dengan semangat “Satu tindakan kebaikan kecil, berdampak besar bagi kemanusiaan,” Lukito Hadi Sumarto mengajak seluruh masyarakat untuk terus menebarkan kebaikan, memperkuat kepedulian, menjaga persaudaraan, dan menciptakan lingkungan yang saling menghormati.
Selamat Hari Kemanusiaan Sedunia, 19 Agustus 2026.
Mari mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan terus hadir memberikan manfaat bagi sesama.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T