Lompat ke isi utama

Berita

PERINGATI HARI PEDULI AUTISME SEDUNIA, YULI EFENDI, S.H. AJAK MASYARAKAT BANGUN KEPEDULIAN DAN INKLUSIVITAS

r

Yuli Efendi, S.H. Ucapkan Selamat Hari Peduli Autisme Sedunia, Tegaskan Setiap Kehidupan Sangat Berharga

Yuli Efendi, S.H. selaku Ketua Bawaslu Lampung Tengah menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Peduli Autisme Sedunia kepada seluruh penyandang autisme, keluarga, pendamping, tenaga pendidik, serta masyarakat yang terus memberikan dukungan dan perhatian terhadap tumbuh kembang anak-anak dan individu dengan autisme. Peringatan yang jatuh setiap tanggal 2 April tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepedulian, memperkuat empati, serta menumbuhkan kesadaran bersama bahwa setiap manusia memiliki nilai dan kesempatan yang sama dalam kehidupan sosial.

Dalam peringatan tahun 2026 ini, tema yang diangkat yakni “Autism and Humanity – Every Life Has Value” atau “Autisme dan Kemanusiaan – Setiap Kehidupan Berharga” dinilai membawa pesan mendalam tentang pentingnya menghargai keberagaman dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan tanpa membedakan kondisi seseorang. Tema tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membuka ruang yang lebih luas bagi penyandang autisme agar dapat tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Yuli Efendi menegaskan bahwa penyandang autisme merupakan bagian penting dari masyarakat yang memiliki potensi, bakat, dan kemampuan luar biasa apabila mendapatkan dukungan serta kesempatan yang tepat. Menurutnya, stigma dan diskriminasi terhadap penyandang autisme harus terus dihilangkan melalui edukasi dan pendekatan yang penuh kasih sayang serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.

“Peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia mengingatkan kita bahwa setiap kehidupan sangat berharga. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan terhadap saudara-saudara kita penyandang autisme. Mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan, perhatian, kasih sayang, dan kesempatan dalam meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Yuli Efendi dalam pesan peringatannya.

Ia juga mengajak masyarakat di Kabupaten Lampung Tengah untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah bagi penyandang autisme. Lingkungan yang menerima keberagaman diyakini mampu memberikan rasa aman dan nyaman sehingga anak-anak maupun individu dengan autisme dapat berkembang secara optimal sesuai potensi yang dimiliki.

Lebih lanjut, Yuli Efendi menyampaikan bahwa nilai kemanusiaan harus selalu menjadi dasar dalam membangun kehidupan sosial. Kepedulian terhadap sesama, terutama kepada kelompok yang membutuhkan perhatian khusus, merupakan bentuk nyata dari semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Menurutnya, peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia bukan hanya sekadar seremoni tahunan, tetapi juga pengingat bagi semua pihak untuk terus meningkatkan kepedulian sosial dan memperkuat solidaritas antarsesama.

Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu Lampung Tengah turut memberikan apresiasi kepada para orang tua, guru, tenaga medis, terapis, serta komunitas pemerhati autisme yang selama ini tanpa lelah mendampingi dan mendukung penyandang autisme dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Peran keluarga dan lingkungan sekitar dinilai sangat penting dalam membangun rasa percaya diri serta membantu mereka meraih berbagai prestasi.

Tema “Autism and Humanity – Every Life Has Value” juga menjadi seruan moral agar masyarakat semakin memahami bahwa keberagaman adalah kekuatan. Setiap individu, termasuk penyandang autisme, memiliki keunikan dan cara tersendiri dalam melihat dunia. Oleh sebab itu, penerimaan sosial dan dukungan emosional menjadi hal yang sangat dibutuhkan untuk menciptakan kehidupan yang lebih adil dan setara.

Peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia diharapkan dapat menjadi momentum mempererat rasa persaudaraan dan menumbuhkan semangat kemanusiaan di tengah masyarakat. Dengan meningkatnya kesadaran dan kepedulian bersama, penyandang autisme diharapkan dapat memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk berkembang, berkarya, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.

Di akhir pesannya, Yuli Efendi mengajak seluruh masyarakat untuk terus menebarkan cinta kasih, menghormati perbedaan, dan mendukung terciptanya kehidupan yang inklusif bagi semua kalangan. Menurutnya, setiap kehidupan memiliki arti dan nilai yang sama berharganya, sehingga sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk saling menjaga, menghargai, dan mendukung satu sama lain demi terwujudnya masyarakat yang harmonis, peduli, dan berkeadilan.

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T