Lompat ke isi utama

Berita

TINGKATKAN KAPASITAS PENGAWAS PEMILU, BAWASLU BUAT PROGRAM PEMBELAJARAN BERBASIS INOVASI DAN PENGALAMAN NYATA

R

Bawaslu Luncurkan "Bawaslu Membelajarkan Volume 2" untuk Tingkatkan Kapasitas Pengawas Menuju Pemilu 2029

Menghadapi dinamika penyelenggaraan pemilu yang kian kompleks, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia resmi menghadirkan program Bawaslu Membelajarkan Volume 2. Langkah ini diambil sebagai respons atas evaluasi Pemilu 2024 yang menunjukkan bahwa tantangan pengawasan tidak lagi sederhana, mulai dari beragamnya modus pelanggaran, maraknya politik uang, hingga pesatnya penyebaran hoaks di media digital.

Melalui mengusung tema "Ekosistem Kolaborasi untuk Pengawasan Pemilu 2029", Bawaslu menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas (upgrade) pengawas pemilu secara berkelanjutan. Program ini bertujuan mengubah pengalaman nyata di lapangan menjadi pengetahuan bersama agar jajaran pengawas di seluruh Indonesia semakin tanggap, cakap, berintegritas, serta profesional.

Tujuan Utama Program

  • Meningkatkan Kapasitas Pengawas: Belajar dari pengalaman nyata, data, praktik baik, dan inovasi pengawasan.

  • Membangun Budaya Organisasi Pembelajar: Mendorong budaya berbagi pengetahuan antar-satuan kerja.

  • Dokumentasi Pengetahuan: Mengubah pengalaman lokal menjadi materi pelatihan berkelanjutan menuju Pemilu 2029.

  • Edukasi Publik & Kolaborasi: Mendekatkan materi pendidikan pemilu kepada masyarakat serta melibatkan perguruan tinggi, media, komunitas, dan organisasi masyarakat.

Mekanisme dan Kurikulum Pembelajaran

Program ini dikemas secara edukatif dan kompetitif berbasis lima prinsip: Non-Adversarial Competition, Institutional Knowledge Sharing, Evidence-Based Presentation, Learning-Oriented Assessment, serta Comparative and Equitable Evaluation.

Kurikulum disusun berbasis klaster dan pengalaman nyata:

  • Bawaslu/Panwaslih Provinsi: Terbagi menjadi 6 klaster yang membahas 16 topik.

  • Bawaslu/Panwaslih Kabupaten/Kota: Terbagi menjadi 7 klaster yang membahas 32 topik.

Seluruh satuan kerja Bawaslu daerah diwajibkan memproduksi video pembelajaran yang dipresentasikan langsung oleh ketua maupun anggota.

Tahapan Pembelajaran Berjenjang

  1. Video Based Learning: Sebanyak 38 Bawaslu Provinsi dan 514 Bawaslu Kabupaten/Kota mengolah inovasi serta praktik baik pengawasan menjadi konten materi ajar video yang ditayangkan pada saluran media sosial masing-masing.

  2. Knowledge Showcase: Sebanyak 32 Bawaslu Provinsi dan 64 Bawaslu Kabupaten/Kota yang lolos seleksi akan saling membandingkan dan memperdalam pengalaman bersama peserta daerah lain.

  3. Grand Final Nasional: Praktik pengawasan terbaik dari 4 Bawaslu Provinsi dan 4 Bawaslu Kabupaten/Kota diuji hingga babak final secara nasional.

Dengan hadirnya gerakan "Bawaslu Membelajarkan", diharapkan kualitas pengawasan demokrasi di Indonesia semakin siap dan adaptif demi menjaga kedaulatan hak pilih masyarakat pada Pemilu 2029.

R

 

R

 

R

 

R

 

R

 

R

 

R

 

R

 

R

 

R

Foto: Humas Bawaslu RI

Penulis dan Editor: 1T