TINGKATKAN MUTU INFORMASI PUBLIK, VIDI VICI BATLOLONE DARI KOMPAS TV BAGIKAN KUNCI PENULISAN BERITA EFEKTIF DI BAWASLU
|
Lampung Tengah — Jajaran pengelola kehumasan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) kembali mengasah keterampilan jurnalistik dalam agenda bertajuk “Humas Upgrade Series #1: Penulisan Berita Efektif” yang digelar secara daring pada Senin (14/9/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai ini menghadirkan praktisi media Vidi Vici Batlolone dari Kompas TV sebagai narasumber utama untuk membedah strategi pengemasan produk kerja pengawasan menjadi berita yang layak konsumsi publik maupun media massa.
Dalam paparannya yang bertajuk “Berita Pengawasan Pemilu Buat Media”, Vidi menekankan bahwa kehumasan lembaga bukan sekadar juru catat internal, melainkan sumber informasi dan pengetahuan bagi masyarakat luas. Seluruh output kerja Bawaslu—mulai dari pengawasan langsung, penindakan pelanggaran, hingga kajian hukum—memiliki nilai berita tinggi jika diolah secara tepat.
“Media dan publik menanti berita yang berbasis fakta nyata dari pandangan mata atau temuan lapangan, laporan masyarakat, produk hukum resmi, serta data dan angka hasil kajian. Unsur wawancara juga sangat penting guna memberi konteks, menjelaskan latar belakang keputusan, sekaligus menyampaikan imbauan kelembagaan,” jelas Vidi.
Menjaga Kualitas Berita dan Memahami Nilai Berita
Vidi mengingatkan pentingnya menjaga standar kualitas dalam setiap rilis atau artikel yang diproduksi humas. Kualitas tersebut bertumpu pada lima indikator pokok: akurat, menyajikan fakta baru (actual), memiliki nilai berita (news value), ditulis secara tak bertele-tele, serta dipublikasikan dengan cepat.
Guna menarik perhatian khalayak pembaca, Vidi menguraikan tujuh unsur nilai berita yang dapat diangkat dari kerja-kerja pengawasan pemilu:
Jelas: Memuat informasi mutakhir atau isu teranyar.
Dampak: Memiliki pengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Dekat: Memiliki kedekatan secara geografis maupun psikologis dengan pembaca.
Tokoh: Melibatkan figur pimpinan atau institusi yang relevan.
Konflik: Menyangkut perbedaan kepentingan atau isu publik yang krusial.
Human Interest: Menampilkan sisi emosional dan kemanusiaan di balik dinamika kepemiluan.
Unik: Menyoroti terobosan inovasi, komitmen transparansi, maupun pemenuhan hak-hak warga negara.
Penerapan Struktur Piramida Terbalik dan Kaidah Bahasa Jurnalistik
Salah satu aspek teknis yang dibahas mendalam adalah kepatuhan terhadap struktur piramida terbalik (inverted pyramid). Vidi menjelaskan bahwa struktur ini memudahkan pembaca menangkap substansi dengan cepat, mempermudah kerja editor dalam menyunting naskah, serta meningkatkan ketepatan akurasi berita.
“Aturan mainnya tegas: letakkan inti berita paling penting di paragraf pertama atau lead. Menuju bagian tubuh (body) hingga ekor (tail), nilai kepentingannya kian berkurang. Dengan demikian, apabila ruang redaksi terbatas dan editor harus memotong naskah, bagian bawah yang dihapus terlebih dahulu tanpa merusak substansi utama,” papar Vidi.
Selain susunan naskah, Vidi menyoroti penggunaan bahasa jurnalistik yang baku. Berita institusi dituntut faktual dan objektif tanpa menyelipkan opini pribadi penulis. Kalimat yang digunakan harus lugas, ringkas, hemat kata, serta bebas dari ungkapan berbunga-bunga yang memicu multitafsir.
Diversifikasi Sumber dan Verifikasi Akhir
Menutup paparannya, Vidi mengidentifikasi aneka instrumen sumber berita yang bisa dieksplorasi jajaran kehumasan, mencakup hasil wawancara, liputan agenda kegiatan resmi, pengamatan peristiwa langsung di lapangan, sajian data statistik, putusan produk hukum, serta pernyataan resmi pimpinan lembaga.
Sebelum sebuah berita diunggah atau disebarkan ke jejaring media massa, Vidi mewajibkan pengelola humas melakukan pembacaan ulang secara cermat (self-editing). Tahapan verifikasi akhir ini mencakup pemeriksaan keterbacaan kalimat, ketepatan penulisan nama serta gelar narasumber, kepatuhan penulisan singkatan resmi, kejelasan konteks, hingga kepastian klasifikasi informasi—apakah ranah publik terbuka atau dokumen yang dikecualikan.
Sesi pemaparan materi kemudian dilanjutkan dengan latihan praktik penulisan teras berita serta dialog interaktif seputar kendala teknis penulisan rilis pers yang dihadapi pengelola humas di daerah.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T