Lompat ke isi utama

Berita

AKADEMISI UNIVERSITAS BRAWIJAYA TEKANKAN PENGUATAN SDM, BAWASLU LAMPUNG TENGAH SIAP PERKUAT PENGAWASAN

Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah Ikuti Ngabuburit Pengawasan 2026 Edisi ke-4, Teguhkan Penguatan SDM Pengawas Pemilu

Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah Ikuti Ngabuburit Pengawasan 2026 Edisi ke-4, Teguhkan Penguatan SDM Pengawas Pemilu

Lampung Tengah — Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas kelembagaan dengan mengikuti kegiatan “Ngabuburit Pengawasan 2026” edisi ke-4 yang diselenggarakan oleh Bawaslu Republik Indonesia pada Jumat, 27 Februari 2026, pukul 16.00 WIB. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengawas pemilu di bulan suci Ramadhan.

Mengusung tema “Penguatan SDM Pengawas Pemilu”, kegiatan ini menghadirkan akademisi dari Universitas Brawijaya, Dr. George Towar Ikbal Tawakkal, S.IP., M.Si, sebagai narasumber utama dalam sesi kuliah tujuh menit (kultum) dan pemaparan materi. Momentum ngabuburit ini dimaknai bukan sekadar menunggu waktu berbuka puasa, tetapi juga menambah makna dan memperdalam pemahaman tentang pentingnya kualitas SDM dalam menopang pengawasan demokrasi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Biro Fasilitasi Pengawasan Pemilu, Eliasar Barus, serta Tenaga Ahli Bawaslu RI, Muhammad Arifin Sainal, yang hadir secara Luring dan Daring bersama jajaran pengawas. Selain itu, seluruh jajaran Bawaslu dari berbagai daerah juga mengikuti kegiatan ini secara daring dan melalui kanal YouTube resmi Bawaslu Republik Indonesia.

Dalam pemaparannya, Dr. George Towar Ikbal Tawakkal menegaskan bahwa pengawasan yang kuat dimulai dari SDM yang unggul. Menurutnya, kompleksitas regulasi pemilu dan dinamika politik yang terus berkembang menuntut pengawas pemilu untuk memiliki kapasitas intelektual, integritas moral, serta kemampuan adaptasi yang tinggi.

Sebelum menyampaikan materi secara spesifik mengenai penguatan SDM, beliau menyinggung pengalamannya saat menjadi narasumber dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Komisi II DPR RI terkait revisi Undang-Undang Pemilu. Dalam forum tersebut, terdapat salah satu akademisi dari Universitas Indonesia yang mengusulkan agar Bawaslu dibubarkan.

Menanggapi hal tersebut, Dr. George menyampaikan pandangan berbeda. Ia justru mengusulkan agar Bawaslu diperkuat, bukan dilemahkan. Menurutnya, keberadaan lembaga pengawas pemilu merupakan elemen fundamental dalam menjaga kualitas demokrasi.

“Bawaslu bukan untuk dibubarkan, tetapi justru harus diperkuat. Demokrasi membutuhkan pengawasan yang independen dan profesional,” ungkapnya.

Secara spesifik, ia mengusulkan agar pengawas tingkat kecamatan dipermanenkan dan tidak lagi bersifat ad hoc. Usulan tersebut didasarkan pada sejumlah pertimbangan akademis dan praktis, di antaranya kebutuhan akan kesinambungan pengalaman, konsistensi pengawasan, serta penguatan kelembagaan hingga ke tingkat paling bawah.

Menurutnya, sistem ad hoc sering kali membuat proses pembelajaran dan penguatan kapasitas harus dimulai dari awal pada setiap tahapan pemilu. Dengan model permanen, pengawas kecamatan dapat membangun kompetensi berkelanjutan, memahami karakteristik wilayah, serta meningkatkan kualitas deteksi dan pencegahan pelanggaran.

Ia menekankan bahwa penguatan SDM tidak hanya berbicara tentang peningkatan kemampuan teknis memahami regulasi, tetapi juga pembentukan karakter, integritas, dan etika profesi. Pengawas pemilu harus mampu menjadi penjaga moral demokrasi, sekaligus profesional dalam menjalankan fungsi pengawasan.

Partisipasi Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah dalam kegiatan ini menjadi wujud keseriusan dalam meningkatkan kualitas SDM secara berkelanjutan. Momentum Ramadhan menjadi pengingat bahwa penguatan kapasitas tidak hanya berdimensi kelembagaan, tetapi juga spiritual. Menunggu berbuka puasa sembari menambah ilmu menjadi simbol bahwa pengawasan pemilu adalah amanah yang membutuhkan keseimbangan antara kompetensi dan integritas.

Melalui kegiatan Ngabuburit Pengawasan 2026 edisi ke-4 ini, diharapkan seluruh jajaran pengawas pemilu semakin siap menghadapi tantangan ke depan. Dengan SDM yang unggul, profesional, dan berintegritas, pengawasan pemilu diharapkan mampu berjalan efektif dalam menjaga prinsip demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat.

r

 

r

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T