BAHAS PERAN PEMILU DALAM DEMOKRASI MODERN, BAWASLU LAMPUNG TENGAH HADIRI FORUM AKADEMIK NASIONAL
|
Lampung Tengah — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah mengikuti Seminar Daring bertema “Pemilu Sebagai Gerbang Menuju Negara Demokrasi Modern” yang diselenggarakan oleh PKSP (Pusat Kajian Sosial & Politik FISIP) Program Studi Doktoral Ilmu Politik FISIP Universitas Nasional, pada Kamis, 12 Februari 2026, pukul 13.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual dan diikuti oleh akademisi, mahasiswa, praktisi kepemiluan, serta jajaran penyelenggara pemilu dari berbagai daerah.
Seminar ini menghadirkan Dr. Puadi, S.Pd., M.M., Anggota Bawaslu Republik Indonesia, sebagai narasumber utama. Kegiatan dipandu oleh moderator Thomas Rizki Ali, S.IP., M.Sos., dengan Atina Izza sebagai pembawa acara (MC), serta secara resmi dibuka oleh Aos Y. Firdaus.
Dalam sambutannya, Aos Y. Firdaus menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari komitmen PKSP FISIP Universitas Nasional dalam menghadirkan ruang diskusi ilmiah yang konstruktif terkait isu-isu demokrasi dan kepemiluan. Ia menekankan bahwa pemilu tidak hanya dipahami sebagai agenda rutin lima tahunan, melainkan sebagai fondasi utama dalam membangun sistem politik yang modern, partisipatif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Memasuki sesi pemaparan materi, Dr. Puadi menjelaskan bahwa pemilu merupakan instrumen utama dalam mewujudkan negara demokrasi modern yang menjunjung tinggi prinsip kedaulatan rakyat, supremasi hukum, serta akuntabilitas penyelenggara negara. Menurutnya, kualitas demokrasi suatu negara sangat ditentukan oleh kualitas penyelenggaraan pemilunya.
“Pemilu bukan sekadar prosedur memilih pemimpin, tetapi menjadi gerbang untuk memastikan bahwa sistem politik berjalan secara transparan, adil, dan berintegritas. Demokrasi modern menuntut tidak hanya partisipasi, tetapi juga pengawasan yang kuat dan penegakan hukum yang tegas,” ujar Dr. Puadi dalam pemaparannya.
Ia juga menekankan pentingnya peran lembaga pengawas pemilu dalam menjaga integritas proses demokrasi. Pengawasan yang efektif, lanjutnya, menjadi elemen kunci dalam mencegah dan menangani pelanggaran serta memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Selain itu, Dr. Puadi mengulas tantangan demokrasi di era modern, termasuk disrupsi informasi digital, politik identitas, praktik politik uang, serta polarisasi sosial. Ia menegaskan bahwa dalam menghadapi tantangan tersebut, dibutuhkan sinergi antara penyelenggara pemilu, akademisi, masyarakat sipil, dan seluruh elemen bangsa untuk memperkuat literasi politik dan kesadaran demokrasi.
Moderator Thomas Rizki Ali memandu jalannya diskusi secara interaktif, memberikan ruang kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan kritis. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai tanggapan yang menggambarkan antusiasme peserta dalam mendalami isu-isu strategis seputar demokrasi dan kepemiluan.
Jajaran Bawaslu Lampung Tengah yang mengikuti kegiatan ini menyambut baik terselenggaranya seminar tersebut. Keikutsertaan dalam forum akademik ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan penguatan perspektif kelembagaan dalam memahami perkembangan demokrasi modern.
Bawaslu Lampung Tengah memandang bahwa kolaborasi antara dunia akademik dan penyelenggara pemilu sangat penting dalam memperkaya sudut pandang, memperdalam analisis kebijakan, serta merumuskan strategi pengawasan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Seminar ini juga menjadi momentum refleksi terhadap peran pengawasan sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga kualitas demokrasi.
Dengan mengikuti seminar bertema “Pemilu Sebagai Gerbang Menuju Negara Demokrasi Modern”, Bawaslu Lampung Tengah berharap dapat terus meningkatkan profesionalitas dan integritas dalam menjalankan tugas pengawasan. Komitmen untuk mewujudkan pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil menjadi landasan utama dalam mendukung terciptanya demokrasi yang matang dan berkeadaban.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T