Lompat ke isi utama

Berita

BANGUN BUDAYA BELAJAR BERSAMA, KOORDINATOR SEKRETARIAT BAWASLU LAMPUNG TENGAH DUKUNG BEDIL PEMILU

r

Dukung Penguatan Kapasitas dan Budaya Berbagi Ilmu, Koordinator Sekretariat Bawaslu Lampung Tengah Lukito Hadi Sumarto Apresiasi Program BEDIL PEMILU

Lampung Tengah — Koordinator Sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah, Lukito Hadi Sumarto, mendukung pelaksanaan program BEDIL PEMILU (Bedah Edukasi dan Diskusi Isu Literasi Pemilu) sebagai wadah pembelajaran, diskusi, serta berbagi pengetahuan bagi seluruh jajaran di lingkungan Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah. Dukungan tersebut sejalan dengan upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat koordinasi, dan membangun budaya kerja yang profesional serta berintegritas.

Dukungan tersebut disampaikan dalam momentum pelaksanaan BEDIL PEMILU yang kembali digelar secara daring pada Selasa (20/10/2026). Kegiatan kali ini mengangkat tema “Kode Etik Penyelenggara Pemilu” dan diikuti oleh seluruh pimpinan serta jajaran sekretariat Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah. Dalam kegiatan tersebut, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat (SDMO dan Diklat), Heru Sando, menyampaikan materi mengenai pentingnya memahami dan menerapkan kode etik dalam pelaksanaan tugas sebagai bagian dari upaya menjaga integritas penyelenggara Pemilu.

Bagi Lukito Hadi Sumarto, keberadaan program BEDIL PEMILU merupakan langkah positif dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendorong setiap personel untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan. Program ini tidak hanya menjadi sarana penyampaian materi, tetapi juga membuka ruang bagi seluruh jajaran untuk saling bertukar pikiran, berbagi pengalaman, serta memperdalam pemahaman terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi kelembagaan.

Menurutnya, proses pembelajaran di lingkungan kerja tidak harus selalu berlangsung melalui pendidikan formal atau pelatihan yang bersifat teknis. Diskusi internal yang dilakukan secara rutin dan terarah juga dapat memberikan manfaat besar dalam meningkatkan wawasan, memperkuat pemahaman terhadap aturan, serta membangun kesamaan persepsi di antara seluruh jajaran.

Melalui BEDIL PEMILU, setiap peserta memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan baru sekaligus berbagi pengalaman berdasarkan pekerjaan dan tanggung jawab masing-masing. Hal ini penting karena setiap personel memiliki pengalaman, sudut pandang, dan pemahaman yang dapat saling melengkapi dalam mendukung pelaksanaan tugas organisasi.

Lukito menilai bahwa semangat sharing atau berbagi pengetahuan perlu terus dikembangkan sebagai bagian dari budaya kerja di Bawaslu Lampung Tengah. Dengan saling berbagi ilmu, setiap personel dapat belajar dari pengalaman rekan kerja, memahami persoalan dari perspektif yang berbeda, serta memperoleh wawasan yang lebih luas untuk mendukung pelaksanaan tugas secara efektif dan bertanggung jawab.

Budaya berbagi ilmu juga dapat membantu mengurangi kesenjangan pemahaman di antara jajaran. Ketika pengetahuan dibagikan secara terbuka, setiap personel memiliki kesempatan untuk memperdalam pemahaman terhadap ketentuan, prosedur, dan mekanisme kerja yang berlaku. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya memberikan manfaat bagi individu yang menyampaikan materi, tetapi juga bagi seluruh peserta yang terlibat dalam diskusi.

Dalam konteks pelaksanaan tugas pengawasan Pemilu, pengetahuan yang terus diperbarui merupakan kebutuhan penting. Dinamika kepemiluan menuntut setiap jajaran untuk senantiasa meningkatkan pemahaman terhadap regulasi, perkembangan isu demokrasi, tata kelola kelembagaan, serta berbagai aspek pendukung pelaksanaan pengawasan. Oleh karena itu, forum pembelajaran seperti BEDIL PEMILU diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk menjaga kesiapan dan kompetensi sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Lukito juga mendukung agar BEDIL PEMILU tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai ruang diskusi yang aktif dan konstruktif. Peserta diharapkan dapat terlibat dalam pembahasan, menyampaikan pertanyaan, memberikan tanggapan, dan mengemukakan pengalaman yang relevan dengan tema yang sedang dibahas. Melalui interaksi tersebut, materi yang disampaikan dapat dipahami secara lebih mendalam dan dikaitkan dengan kebutuhan nyata dalam pekerjaan sehari-hari.

Baginya, kesempatan untuk berdiskusi dan saling berbagi merupakan bagian penting dari proses peningkatan kapasitas. Seseorang tidak hanya memperoleh ilmu dari pemateri, tetapi juga dapat belajar dari pertanyaan, pengalaman, dan pandangan peserta lainnya. Proses belajar bersama seperti ini akan memperkaya pengetahuan sekaligus memperkuat hubungan kerja di antara seluruh jajaran.

Pelaksanaan BEDIL PEMILU dengan tema kode etik penyelenggara Pemilu juga dinilai relevan dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya integritas dan profesionalitas. Kode etik merupakan bagian mendasar dalam menjaga kehormatan penyelenggara Pemilu agar setiap tindakan dan keputusan yang diambil senantiasa berpedoman pada nilai-nilai kejujuran, kemandirian, keadilan, dan tanggung jawab.

Sebagai bagian dari unsur sekretariat, Lukito memandang bahwa penguatan pemahaman terhadap kode etik tidak hanya penting bagi personel yang berhadapan langsung dengan tugas pengawasan, tetapi juga bagi seluruh jajaran yang mendukung pelaksanaan tugas kelembagaan. Setiap unsur organisasi memiliki tanggung jawab untuk menjaga profesionalitas, menjalankan pekerjaan sesuai ketentuan, dan berkontribusi dalam menciptakan tata kelola organisasi yang baik.

Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, nilai-nilai etika dapat diwujudkan melalui kedisiplinan, ketelitian, keterbukaan terhadap masukan, tanggung jawab terhadap pekerjaan, serta kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku. Sikap profesional juga tercermin dari kemampuan setiap personel untuk bekerja secara objektif, menjaga hubungan kerja yang baik, dan menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

Oleh karena itu, pembahasan mengenai kode etik dalam BEDIL PEMILU menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi bersama. Setiap jajaran dapat kembali meninjau bagaimana prinsip-prinsip integritas diterapkan dalam pekerjaan, sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas.

Lukito menilai bahwa lingkungan kerja yang sehat perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka, koordinasi yang baik, dan kesediaan untuk saling belajar. Ketika setiap personel memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan berbagi pengalaman, organisasi akan memiliki ruang yang lebih luas untuk menemukan solusi atas berbagai persoalan serta mengembangkan cara kerja yang lebih efektif.

Semangat saling berbagi ilmu juga dapat memperkuat kerja sama antara pimpinan dan jajaran sekretariat. Pembelajaran bersama memungkinkan setiap unsur organisasi memahami peran dan tanggung jawab masing-masing, sehingga pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan secara lebih terarah. Dengan adanya pemahaman yang baik, koordinasi dapat diperkuat dan potensi kesalahpahaman dalam pelaksanaan tugas dapat diminimalkan.

Dalam pengelolaan sekretariat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan bagian penting untuk mendukung kelancaran administrasi, pelayanan kelembagaan, dan pelaksanaan berbagai program Bawaslu. Personel yang memiliki pengetahuan memadai serta kemauan untuk terus belajar akan lebih siap menghadapi tantangan pekerjaan dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan organisasi.

Melalui program BEDIL PEMILU, proses peningkatan kapasitas tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh jajaran internal. Setiap materi yang dibahas dapat menjadi sumber pembelajaran bersama, sementara diskusi yang berkembang dapat membantu memperjelas pemahaman terhadap persoalan yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap organisasi. Ketika seluruh jajaran terlibat dalam proses pembelajaran dan pengembangan pengetahuan, akan tumbuh kesadaran bahwa kemajuan kelembagaan merupakan tanggung jawab bersama. Setiap individu memiliki peran dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kelembagaan.

Lebih jauh, Lukito berharap semangat belajar bersama melalui BEDIL PEMILU dapat terus dipertahankan dan dikembangkan dengan menghadirkan tema-tema yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Berbagai isu yang berkaitan dengan regulasi Pemilu, tata kelola kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, administrasi, keterbukaan informasi, serta penguatan integritas dapat menjadi bagian dari materi pembelajaran berikutnya.

Keberlanjutan program ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif bagi seluruh jajaran untuk senantiasa memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi. Dengan demikian, kegiatan belajar tidak berhenti ketika forum berakhir, tetapi berlanjut melalui penerapan pengetahuan dalam pekerjaan, komunikasi antarrekan kerja, serta evaluasi terhadap pelaksanaan tugas masing-masing.

Dukungan Koordinator Sekretariat Bawaslu Lampung Tengah terhadap BEDIL PEMILU juga mempertegas pentingnya sinergi dalam pengembangan kapasitas organisasi. Peningkatan kualitas kelembagaan tidak dapat dilakukan secara terpisah, melainkan membutuhkan keterlibatan pimpinan, koordinator sekretariat, dan seluruh jajaran sesuai peran serta tanggung jawab masing-masing.

Melalui kolaborasi tersebut, BEDIL PEMILU dapat menjadi ruang yang mempertemukan pengetahuan, pengalaman, dan gagasan untuk kepentingan bersama. Setiap peserta diharapkan tidak hanya menjadi penerima materi, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan suasana diskusi yang aktif, terbuka, dan bermanfaat bagi pengembangan organisasi.

Pelaksanaan BEDIL PEMILU pada Selasa, 20 Oktober 2026, dengan tema kode etik penyelenggara Pemilu menjadi pengingat bahwa penguatan kompetensi harus berjalan beriringan dengan pembangunan karakter dan integritas. Pengetahuan yang baik perlu didukung oleh sikap yang bertanggung jawab, sedangkan kemampuan teknis perlu dilandasi komitmen untuk bekerja sesuai aturan dan menjaga kehormatan lembaga.

Bagi Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, budaya belajar dan berbagi ilmu merupakan salah satu modal penting untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Melalui forum seperti BEDIL PEMILU, setiap jajaran dapat saling menguatkan, memperluas wawasan, dan meningkatkan kesiapan dalam mendukung pelaksanaan tugas pengawasan Pemilu yang profesional serta akuntabel.

Pada akhirnya, dukungan Lukito Hadi Sumarto terhadap program BEDIL PEMILU menegaskan bahwa kemajuan organisasi dapat dimulai dari kesediaan setiap individu untuk terus belajar dan berbagi. Ilmu yang dibagikan akan memperluas pemahaman, pengalaman yang didiskusikan akan memperkaya wawasan, dan kolaborasi yang dibangun akan memperkuat kerja sama dalam menjalankan tugas kelembagaan.

Dengan semangat belajar bersama dan saling berbagi pengetahuan, Bawaslu Lampung Tengah diharapkan semakin mampu membangun lingkungan kerja yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan tantangan kepemiluan. BEDIL PEMILU pun diharapkan terus menjadi ruang edukasi dan diskusi yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kapasitas seluruh jajaran.

r

 

r

 

r

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T