Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah Mengikuti Sesi 2 Webinar Kebijakan Publik “Beyond Research”: Penguatan Strategi Advokasi dan Foresight untuk Kebijakan Berdampak
|
Lampung Tengah – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah mengikuti kegiatan Sesi 2 Webinar Kebijakan Publik bertajuk Beyond Research: Strategi Advokasi dan Foresight untuk Kebijakan yang Berdampak yang diselenggarakan secara daring sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang analisis dan advokasi kebijakan publik.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 08 Februari 2026 dalam rangka memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya strategi advokasi kebijakan berbasis evidence serta penerapan pendekatan foresight dalam mendukung perumusan kebijakan publik yang adaptif dan berorientasi pada dampak jangka panjang.
Pada sesi tersebut, materi disampaikan oleh Tatya Alifa Koeswanto, Postgraduate Master of Public Policy (MPP) Student of The University of Sydney, dengan topik Strategic Advocacy: From Paper to Power. Materi menekankan pentingnya transformasi hasil riset dan rekomendasi kebijakan agar mampu melampaui tahap dokumentasi akademik dan dapat diimplementasikan menjadi kebijakan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam paparannya, disampaikan bahwa keberhasilan advokasi kebijakan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan data dan evidence, tetapi juga dipengaruhi oleh strategi komunikasi kebijakan, pemetaan aktor dan kepentingan kebijakan, pemanfaatan momentum politik, serta kemampuan membangun narasi kebijakan yang relevan dengan kebutuhan pengambil keputusan. Selain itu, pendekatan foresight menjadi instrumen penting dalam membantu perumus kebijakan mengantisipasi tantangan masa depan serta menyusun kebijakan yang berkelanjutan dan responsif terhadap dinamika perubahan.
Ketua Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Yuli Efendi, S.H, menyampaikan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan penguatan kapasitas kelembagaan Bawaslu, khususnya dalam mendukung penyusunan rekomendasi pengawasan berbasis analisis kebijakan yang komprehensif.
“Materi Strategic Advocacy ini memberikan penguatan pemahaman bahwa hasil kajian dan rekomendasi kebijakan harus mampu diterjemahkan menjadi kebijakan yang implementatif dan berdampak nyata. Hal ini menjadi sangat penting bagi Bawaslu dalam menyusun rekomendasi pengawasan yang tidak hanya kuat secara evidence, tetapi juga strategis dalam advokasi kebijakan,” ujar Yuli Efendi.
Lebih lanjut, Yuli Efendi menambahkan bahwa penguatan pemahaman terkait strategi advokasi dan foresight kebijakan menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi dinamika pengawasan pemilu yang semakin kompleks.
“Ke depan, pengawasan pemilu membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya pada aspek pengawasan teknis, tetapi juga pada kemampuan membaca dinamika kebijakan serta membangun komunikasi strategis dengan para pemangku kepentingan,” tambahnya.
Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia serta memperkuat peran kelembagaan dalam mendukung pelaksanaan pengawasan pemilu dan pemilihan yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan kebijakan publik.
Sebagai penutup, Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah berharap kegiatan penguatan kapasitas seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung penguatan kualitas pengawasan demokrasi di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Tengah.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Editor: 1T